POJOKSATU.id - Usai libur Idulfitri 2026, Kementerian Agama (Kemenag) langsung tancap gas.

Pemerintah melalui Kemenag mempercepat perumusan strategi pengadaan dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mendukung tata kelola kepegawaian yang lebih modern dan transformatif.

Langkah ini disampaikan Kepala Biro SDM Kemenag, Muhammad Zain dalam rapat Bagian Pengadaan dan Mutasi ASN.

Baca Juga: Haru usai Divonis Bebas dalam Kasus Video Desa Karo, Amsal Sitepu: Tuhan Menggerakkan Banyak Orang untuk Keadilan Saya

Rapat tersebut berlangsung di tengah kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang masih diterapkan pascalibur Lebaran.

Muhammad Zain menegaskan bahwa perencanaan kebutuhan ASN tidak bisa lagi dilakukan secara jangka pendek.

Pemerintah kini mendorong proyeksi kebutuhan pegawai hingga 5 sampai 10 tahun ke depan dengan berbasis data yang terintegrasi.

Baca Juga: Bukan Cuma Gaji Pokok, PPPK Terima Tunjangan Hingga Rp732 Ribu Mulai April 2026, Ini Golongan Penerimanya

“Perencanaan ASN harus berbasis data yang terintegrasi agar mampu mengantisipasi dinamika organisasi, termasuk pemekaran satuan kerja dan kebutuhan tenaga pengajar,” ujarnya dikutip pojoksatu.id di halaman resmi kemenag pada Rabu (1/4/2026).

Fokus Manajemen Talenta dan Proyeksi Jangka Panjang
Dalam strategi terbaru ini, penguatan manajemen talenta menjadi salah satu prioritas utama.

Kemenag bahkan ditargetkan menjadi percontohan nasional dalam implementasi sistem tersebut bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Baca Juga: Prediksi Jadwal TPG April 2026 Kembali Normal, Guru Wajib Pahami Timeline Cut Off hingga Pencairan Agar Tidak Kehilangan Hak

Manajemen talenta dinilai penting untuk memastikan ASN ditempatkan sesuai kompetensi, integritas, dan kebutuhan organisasi.

Dengan sistem ini, pengembangan karier ASN akan lebih terarah, transparan, dan berbasis kinerja.

“Manajemen talenta akan menjadi kunci dalam memastikan ASN ditempatkan sesuai kompetensi, integritas, dan kebutuhan organisasi,” tegas Zain.

Dalam rapat Bagian Pengadaan dan Mutasi ASN yang digelar secara daring, Rabu (25/3/2026) disebutkan juga integrasi data pensiun juga menjadi bagian penting dalam perencanaan.

Baca Juga: Potensi Bencana Alam Akibat Cuaca ekstrem, BPBD Cianjur Minta Relawan Siaga

Dengan data yang akurat, kebutuhan pegawai baru dapat dipetakan lebih presisi, termasuk untuk tenaga pendidik di seluruh satuan kerja Kemenag.

Percepatan Layanan dan Digitalisasi Kepegawaian
Kemenag juga menargetkan percepatan dalam pengisian jabatan, layanan kenaikan pangkat, serta mutasi ASN.

Transformasi ini akan diperkuat melalui sistem layanan berbasis digital yang lebih cepat dan transparan.

Baca Juga: Kemendagri Lirik Kabupaten Bandung untuk Peringatan Hari Otda Nasional 2026

Kepala Bagian Pengadaan dan Mutasi ASN, Septian Saputra, menjelaskan bahwa progres kerja tim mencakup penyusunan kebutuhan ASN berbasis data pensiun, pengelolaan pengadaan, hingga percepatan mutasi dan kenaikan jabatan.

Dalam aspek tata kelola, seluruh unit kerja diminta untuk mempercepat layanan administrasi.

Tidak boleh ada berkas yang tertahan, dan semua proses harus diselesaikan sesuai standar operasional prosedur.

Salah satu langkah cepat atau quick wins yang dicanangkan adalah percepatan layanan kepangkatan dan kenaikan jenjang jabatan dosen. Targetnya, dalam satu bulan ke depan proses ini bisa diselesaikan.

Baca Juga: DPRD Jawa Barat Mulai Bahas LKPJ Gubernur 2025, Pansus XIII Resmi Dibentuk

“Minggu pertama ini, kami akan mengumpulkan seluruh PTKN untuk menyelesaikan urusan pangkat dan jabatan dosen, kita jemput persoalan dan segera kita selesaikan,” ujar Septian.

Koordinasi Lintas Instansi dan Isu Strategis ASN
Selain penguatan internal, Kemenag juga terus menjalin koordinasi lintas kementerian.

Salah satunya dengan Kementerian Pertahanan terkait rencana pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) ASN sebagai bagian dari kontribusi strategis aparatur negara.

Di sisi lain, sejumlah isu penting juga menjadi perhatian, mulai dari pengalihan pegawai, pengisian jabatan Kepala KUA, hingga penanganan ASN yang memasuki masa pensiun.

Baca Juga: Viral Remaja Diledek di Pantai, Fakta Sebenarnya Bikin Netizen Haru

Koordinasi lintas unit pun ditekankan agar setiap persoalan bisa diselesaikan lebih cepat dan tepat sasaran.

Pendekatan jemput bola menjadi strategi baru dalam menyelesaikan hambatan administrasi yang selama ini kerap terjadi.

Menuju Tata Kelola ASN yang Lebih Profesional
Percepatan strategi ini menjadi bagian dari upaya besar Kemenag dalam membangun sistem kepegawaian yang lebih profesional, responsif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka Hari Ini, Simak 5 Skema Lengkapnya

Digitalisasi layanan, integrasi data, serta penguatan manajemen talenta menjadi fondasi utama transformasi tersebut.

Dengan langkah ini, diharapkan kualitas pelayanan publik juga ikut meningkat, seiring dengan kesiapan ASN yang lebih kompeten dan tepat posisi. ***