POJOKSATU.id - Guru-guru MTsN 2 Kota Padang menunjukkan semangat tinggi dalam meningkatkan kompetensi profesional.

Mereka kompak mengikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui platform MOOC Pintar.kemenag, Kamis 23, April 2026.

Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 22 hingga 28 April 2026.

Lebih dari 50 guru dari berbagai mata pelajaran ikut ambil bagian dalam pelatihan berbasis daring ini.

Baca Juga: Profil UM Metro, Kampus Muhammadiyah yang Terus Berkembang dan Siap Hadapi Masa Depan

Menariknya, pelatihan ini bisa diakses dengan fleksibel.

Para guru dapat belajar kapan saja dan di mana saja menggunakan laptop, komputer, atau smartphone.

Materi disajikan melalui video pembelajaran yang dilengkapi dengan latihan dan uji kompetensi.

Kurikulum Berbasis Cinta sendiri menjadi pendekatan pendidikan yang menekankan nilai kasih sayang, toleransi, moderasi, serta penghargaan terhadap sesama.

Tujuannya jelas, membentuk karakter peserta didik yang lebih humanis dan berakhlak mulia.

Baca Juga: Film “Para Perasuk” Tembus Sundance 2026, Kisah Ambisi dan Spiritualitas Anak Desa

Kepala MTsN 2 Kota Padang, H. Ramli, mengapresiasi antusiasme para guru dalam mengikuti pelatihan ini.

Ia menegaskan bahwa KBC bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari.

“Pelatihan ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya konsep, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, metode mengajar, dan budaya madrasah sehari-hari. Saya berharap seluruh guru dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikannya di kelas,” ujar Ramli.

Senada, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hendrawati, menyebut platform MOOC Pintar.kemenag memberikan kemudahan akses bagi guru.

“Melalui platform ini, guru dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja. Materinya juga relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, terutama dalam membangun pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada karakter peserta didik,” jelasnya.

Salah satu peserta, Budi Putra, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat.

Ia merasa pelatihan ini membuka wawasan tentang pentingnya menghadirkan suasana belajar yang penuh empati.

“Kami merasa mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan penuh empati. Nilai-nilai cinta dalam pendidikan sangat penting agar siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang,” tuturnya.

Pelatihan ini terdiri dari delapan section penting, mulai dari sambutan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, hingga materi implementasi KBC dalam pembelajaran.

Setiap bagian dirancang untuk memperkuat pemahaman guru terhadap konsep dan praktik Kurikulum Berbasis Cinta.

Dengan mengikuti pelatihan ini, para guru diharapkan semakin siap menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih ramah, inklusif, dan berorientasi pada karakter.

Di balik layar pembelajaran, ada semangat guru yang terus belajar dan berbenah.

Dari ruang digital hingga ruang kelas, harapan itu tumbuhbahwa pendidikan yang penuh cinta akan melahirkan generasi yang tak hanya cerdas, tapi juga berjiwa hangat.***