POJOKSATU.id - Kabar penting bagi para pelamar PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2025.
Berbeda dengan seleksi ASN di tahun-tahun sebelumnya, PPPK BGN 2025 tidak lagi menggunakan nilai ambang batas (passing grade) sebagai penentu kelulusan.
Artinya, peserta tidak perlu terpaku pada angka minimal tertentu, karena kelulusan ditentukan berdasarkan peringkat nilai tertinggi sesuai kuota formasi yang tersedia.
Baca Juga: Dari Tanggap Darurat hingga Pemulihan, BRI Perkuat Peran BUMN Peduli di Sumatera
Perubahan sistem ini membuat strategi persiapan peserta juga harus berubah.
Fokus utama bukan sekadar tembus angka, melainkan mengumpulkan nilai setinggi mungkin agar masuk jajaran teratas di formasi yang dilamar.
PPPK BGN 2025 Tanpa Passing Grade
Dalam seleksi PPPK BGN 2025, pemerintah menerapkan sistem ranking murni.
Semua peserta yang lolos administrasi akan mengikuti seleksi kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Baca Juga: Profil Ade Kuswara Kunang, Bupati Muda PDIP dengan Aset Puluhan Hektare yang Kini Terjerat OTT KPK
Nilai akhir dari CAT kemudian diurutkan untuk menentukan peringkat.
Peserta dengan nilai tertinggi hingga batas jumlah formasi dinyatakan lulus.
Sementara peserta di luar kuota, meskipun nilainya cukup baik, tetap dinyatakan tidak lulus jika peringkatnya berada di bawah ambang formasi.
Baca Juga: Bayar Seragam ASN 2026 Pakai Uang Negara atau Pribadi? Ini Jawaban Resminya
Kenapa Sistem Passing Grade Dihapus?
Penghapusan passing grade bertujuan memberi keadilan kompetitif dan fleksibilitas pada proses seleksi.
Dengan sistem ini, pemerintah bisa mendapatkan peserta terbaik sesuai kebutuhan formasi, bukan sekadar yang lolos angka minimum.
Selain itu, kebijakan ini mendorong peserta untuk bersaing sehat dan memaksimalkan seluruh komponen penilaian, bukan hanya fokus pada satu bagian tes.
Cara Lolos Seleksi PPPK BGN 2025
Tanpa passing grade, peluang lolos sepenuhnya ditentukan oleh strategi dan kesiapan peserta.
Baca Juga: NUPTK Belum Terbit Meski Lulus PPG, Simak Pengaruhnya terhadap Hak Guru dan Solusi Administratifnya
Berikut beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:
1. Kejar Nilai Total Setinggi Mungkin
Karena penentu kelulusan adalah peringkat, setiap poin sangat berharga. Peserta harus menargetkan skor maksimal di seluruh materi CAT.
2. Pahami Materi Seleksi Kompetensi
Seleksi kompetensi PPPK BGN umumnya mencakup kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural.
Menguasai materi sesuai jabatan yang dilamar menjadi kunci utama.
Baca Juga: Warna Baru Seragam ASN 2026! Khaki-Hitam untuk PNS dan PPPK, Benarkah? Ini Aturan Resminya
3. Latihan Soal CAT Secara Konsisten
Biasakan diri dengan pola soal dan manajemen waktu. Kecepatan dan ketepatan menjawab sangat memengaruhi skor akhir.
4. Pilih Formasi dengan Cermat
Persaingan tiap formasi berbeda. Memahami tingkat persaingan dan kebutuhan formasi dapat membantu strategi penempatan peluang.
5. Pastikan Administrasi Aman
Kelulusan administrasi adalah gerbang awal. Kesalahan dokumen sekecil apa pun bisa menggugurkan peluang sebelum tes.
Nilai Kecil Masih Bisa Lolos?
Dalam sistem tanpa passing grade, nilai kecil belum tentu langsung gugur.
Selama nilai tersebut masih masuk peringkat teratas sesuai kuota formasi, peserta tetap berpeluang lolos.
Baca Juga: Lengkap! Ini Rincian Seragam PPPK 2026 Senin sampai Jumat, Berlaku untuk Paruh Waktu dan Penuh Waktu
Sebaliknya, nilai tinggi pun bisa gagal jika kalah bersaing dengan peserta lain di formasi yang sama.
Karena itu, peserta tidak bisa membandingkan nilai antar formasi, melainkan harus fokus pada persaingan di formasi yang dilamar.
Bagi pelamar, kunci sukses bukan lagi mengejar passing grade, melainkan menjadi yang terbaik di antara pesaing.
Dengan persiapan yang tepat dan strategi yang benar, peluang lolos PPPK BGN 2025 tetap terbuka lebar.***




