POJOKSATU.id - Semangat nasionalisme dan nilai-nilai kejuangan kembali digaungkan melalui seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Gedung Joang 45 untuk peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Purna Paskibra Gedung Joang 45 ini menjadi salah satu agenda pembinaan karakter generasi muda sekaligus jalur prestasi bernilai dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kategori seleksi ketat tingkat Provinsi Jakarta.
Ketua Umum Purna Paskibra Gedung Joang 45, Citra Ratih Indriani mengatakan, seleksi tersebut bertujuan memilih siswa-siswi terbaik tingkat SMP kelas 7 dan 8 yang nantinya akan bertugas pada upacara 17 Agustus 2026 di Museum Joang 45.
Baca Juga: Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara, Bayar Uang Pengganti Rp 1,4 Miliar
“Memilih generasi muda terbaik yang akan menjadi Pasukan Pengibar Bendera pada upacara HUT RI di Gedung Joang," jelas Citra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 17 Mei 2026.
"Kami ingin membentuk karakter anak-anak agar memiliki semangat nasionalisme, disiplin, mental yang kuat, dan semangat kompetisi yang sehat,” sambungnya.
Ratusan Siswa Ikut Seleksi
Minat siswa untuk mengikuti seleksi tahun ini terbilang sangat tinggi. Jumlah pendaftar mencapai 224 siswa yang berasal dari 43 sekolah di Jakarta dan satu sekolah dari Bekasi.
Dari total tersebut, sebanyak 124 peserta dinyatakan lolos tahap administrasi dan berhak mengikuti seleksi offline.
Baca Juga: CEK! Ciri-ciri Lulus PPG Tahap 1 Tahun 2026, Segera Cek Berkala di Web Resmi UKPPPG!
Seleksi tahap pertama yang digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026, diikuti oleh 115 peserta.
Namun, hanya 61 peserta yang berhasil lolos untuk melanjutkan ke tahap berikutnya pada 17 Mei 2026.
Proses seleksi dilakukan cukup ketat dengan berbagai tahapan pemeriksaan, mulai dari kesehatan hingga kemampuan fisik dan wawasan kebangsaan.
Tes Fisik hingga Wawasan Kebangsaan
Peserta menjalani pemeriksaan kesehatan seperti:
-
Tekanan darah
-
Tinggi dan berat badan
-
Pemeriksaan mata minus
-
Tes buta warna
-
Pengecekan postur tubuh
Selain itu, peserta juga mengikuti tes wawasan kebangsaan, ketahanan fisik, hingga kemampuan Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Citra menjelaskan, proses seleksi tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik semata, tetapi juga menilai karakter kepemimpinan dan kemampuan akademik peserta.
“Peserta dengan postur ideal, kemampuan fisik yang baik, keterampilan baris-berbaris, serta kemampuan akademik yang bagus.
Karena nantinya mereka akan menjadi representasi generasi muda yang disiplin dan berkarakter," ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Gaji ke-13 Pensiunan ASN 2026, Cek Nominalnya
Hanya 42 Peserta Akan Terpilih
Jumlah peserta yang diterima tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut karena pelaksanaan upacara HUT RI tahun 2026 dipusatkan di Gedung Joang 45.
Berbeda dengan tahun lalu yang juga menggelar upacara di kawasan Tugu Proklamasi, tahun ini formasi pasukan menjadi lebih terbatas.
Dari total 124 peserta yang mengikuti tahapan offline, nantinya hanya 42 siswa yang akan resmi terpilih menjadi anggota Paskibra Gedung Joang 45 tahun 2026.
Baca Juga: Kemendikdasmen Buka Suara soal Nasib Guru Non ASN di Sekolah Negeri Tahun 2027
Suasana haru dan emosional pun terasa saat pengumuman hasil seleksi berlangsung.
“Momentum paling emosional adalah saat pengumuman kelulusan, anak-anak sudah berjuang sejak tahap administrasi hingga tes fisik dan mental.
Ketika nama mereka dipanggil lolos, ada rasa bangga sekaligus haru, baik dari peserta maupun orang tua,” kata Citra.
Peserta Akan Jalani Diklat Selama 2,5 Bulan
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seleksi pasukan pengibar bendera, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda agar mampu membawa semangat kejuangan 45 dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Jangan Sampai TPG Tertunda, Berikut 5 Hal Penting di Info GTK Mei 2026
Peserta yang lolos tahap kedua nantinya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan selama sekitar 2,5 bulan.
Latihan reguler dijadwalkan berlangsung dua kali dalam seminggu selama dua bulan. Setelah itu, peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 10 hari menjelang pelaksanaan upacara HUT RI. ***




