POJOKSATU.ID - Memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) beberapa sekolah SMA di Cimahi, Jawa Barat, hanya memiliki sedikit murid baru pada tahun ajaran 2025/2026.
Adapun sekolah tersebut adalah SMA Budi Luhur dan SMA Kartika.
Pada tahun ajaran 2025)/2026, SMA Budi Luhur hanya mendapatkan 12 orang siswa. Sementara SMA Kartika hanya mendapat 40 murid.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Apresiasi Keberhasilan PT Migas
Meski menerima sedikit siswa, kedua sekolah tersebut tetap menggelar MPLS sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
"Enggak apa-apa sedikitan, yang penting tetap bisa sekolah," kata salah seorang murid baru SMA Budi Luhur yang menjalani MPLS.
Ditambahkannya, jika ia sudah membeli seragam dan peralatan sekolah baru menyambut hari pertama MPLS.
Baca Juga: Beasiswa Unggulan 2025 Khusus PNS Kemendikdasmen Studi Lanjut S1, S2, dan S3 dengan Dukungan Penuh!
"Disuruh ke sekolah pembekalan dulu sebelum MPLS besok. Ya enggak sabar juga, meskipun kayaknya lebih ramai kalau MPLS di sekolah lain," tambah siswa itu.
Sementara itu, Wiwi Astuti, guru SMA Kartika masih menantikan kedatangan orangtua membawa anak-anaknya mendaftar ke sekolah tersebut.
Ia berharap murid baru tahun ini sama banyaknya dengan tahun lalu.
Baca Juga: Raih Mimpi Pendidikanmu! Beasiswa Unggulan 2025 Kembali Dibuka, Termasuk Jalur Khusus Disabilitas
"Kita akan tetap buka pendaftaran sampai hari MPLS dimulai, karena memang muridnya cuma sedikit. Di bawah jumlah murid tahun lalu, tahun ini cuma sekitar 40 anak. Tahun lalu bahkan lebih dari 50 anak," kata Wiwi.
Meskipun di tengah keterbatasan jumlah siswa, sekolahnya tetap mempersiapkan pelaksanaan MPLS sebaik mungkin.
Siswa kelas XI dan XII yang tergabung di dalam OSIS, sibuk mempersiapkan pelaksanaan MPLS.
"OSIS lagi persiapan MPLS besok, karena mau ada demo ekskul di sini. Pengenalan lingkungan sekolah sesuai arahan dinas. Tidak boleh ada tugas yang macam-macam, sudah diingatkan," kata Wiwi.
Jika MPLS sudah selesai, kegiatan belajar mengajar langsung berjalan.
Melihat jumlah murid baru yang ada, sedang dirumuskan apakah akan dimasukkan di dalam satu kelas yang sama atau akan disesuaikan.
Baca Juga: Kronologi Kasus Saanah, Kepsek SMAN 32 Kabupaten Tangerang Didemo Imbas Polemik SPMB
"Kalau negeri kan 50 anak sekelas, saya kira sebagai guru enggak akan efektif begitu. Anak-anak enggak akan fokus belajarnya, kalau di kami sekitar 30 sampai 35 anak sekelas, tapi kalau sedikit nanti akan disesuaikan," kata Wiwi.
Sebelumnya diberitakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat kebijakan baru terkait rombongan belajar (Rombel) sebanyak 50 per kelas.
Kebijakan tersebut disinyalir berdampak terhadap sekolah swasta yang menerima sedikit murid di tahun ajaran baru 2025/2026. ***



