POJOKSATU.ID - Pemerintah rencananya akan membuka rekrutmen untuk guru dan siswa pada akhir Maret atau awal April 2025.

Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pembukaan rekrutmen ini masih menunggu persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Gus Ipul mengatakan hingga saat ini, terdapat 53 lokasi yang telah siap menyelenggarakan Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat KUE SEMPRIT yang Renyah, LUMER di Mulut dengan AROMA BUTTER Khas, si Cantik yang WAJIB Hadir di Hari Raya Idul Fitri

"Namun demikian, data terus akan berkembang karena dalam 2-3 hari ke depan kami akan berkoordinasi dengan gubernur, bupati, dan wali kota untuk memastikan kesiapan daerah-daerah tersebut," ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya yang dikutip, Kamis (13/3/2025).

Sekolah Gratis dengan Fasilitas Lengkap
Ditegaskan Gus Ipul bahwa program ini ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2025, khususnya di daerah yang telah siap secara infrastruktur dan pendukungnya.

Baca Juga: Profil M Adam Aslamsyah, Pelaku Pencurian Mobil Taksi Online di Palembang Ternyata Eks Pegawai Bank Ternama

"Secara sarana dan prasarana, kami sudah siap di 41 Sentra dan Balai milik Kemensos. Selain itu, ada 9 lokasi di Jawa Timur, 2 universitas, serta 1 lokasi di Sumatera Barat," ungkapnya.

Presiden Prabowo meminta agar program ini dimatangkan dan dapat mencakup lebih banyak daerah.

Sekolah Rakyat akan memberikan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan peserta didik berasal dari kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga: Peluang Karir Emas! Rekrutmen BUMN 2025 Buka Kesempatan Luas untuk Lulusan D3 Semua Jurusan

Seleksi akan dilakukan secara bertahap melalui verifikasi status ekonomi dan tes akademik.

Sekolah Rakyat mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan standar pendidikan nasional.

Selain mata pelajaran formal, kurikulum juga akan menekankan penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, serta keterampilan hidup.

“Sekolah ini 100 persen gratis. Seragam, makanan, dan tempat tinggal di asrama semuanya disediakan secara cuma-cuma,” tegas Gus Ipul.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Disorot KPK, Ada Dugaan Korupsi? Jubir: Dapat Info Secara Pribadi

Perekrutan 60 Ribu Guru
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengonfirmasi bahwa sebanyak 60 ribu guru akan direkrut untuk mengajar di Sekolah Rakyat.

Hal ini disampaikan setelah rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 10 Maret 2025.

"Kebutuhan saat ini adalah 60 ribu guru. Apakah nanti akan didistribusikan dari tenaga pengajar yang sudah ada atau melalui rekrutmen baru, masih dalam proses pembahasan lebih lanjut," kata Abdul Mu'ti.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Polisi Tangkap Dua Pengedar Uang Palsu di Indramayu, Masyarakat Diminta Lebih Teliti Saat Menerima Uang

Selain itu, ia menjelaskan bahwa akan ada dua skema kurikulum dalam Sekolah Rakyat.

Pertama, Kurikulum Sekolah Unggul yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kurikulum Merdeka yang digunakan di sekolah-sekolah umum.

Persiapan Infrastruktur dan Seleksi Siswa
Gus Ipul memastikan bahwa infrastruktur sekolah akan memenuhi berbagai kebutuhan siswa.

Baca Juga: Siapa Rafi Ramadhan? Selebgram Konsultan Spiritual Ditangkap Usai Tebukti Jual Narkoba Berkedok Dukun

"Dari 53 lokasi yang sudah siap, fasilitas yang tersedia mencakup ruang kelas, asrama, tempat ibadah, kantin, hingga sarana olahraga," jelasnya.

Lokasi sekolah tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Papua.

Dua perguruan tinggi, yaitu Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), juga telah menyatakan komitmen mereka untuk mendukung program ini.

Baca Juga: Tampang Rafi Ramadhan, Selebgram Konsultan Spiritual Ditangkap Gegara Jual Narkoba Berkedok Dukun

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bahwa penerimaan siswa akan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan prioritas kepada kelompok masyarakat kurang mampu di daerah yang paling membutuhkan pendidikan.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis.

Baca Juga: Produsen Minyakkita Curangi Takaran, Polisi: Hukumannya Lima Tahun Penjara dan Denda Rp2 miliar

Sekolah ini juga diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan dan karakter yang kuat bagi para siswa guna menghadapi masa depan yang lebih baik.***