POJOKSATU.id - Program Sekolah Rakyat adalah inisiatif strategis Pemerintah Indonesia, dirancang langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan oleh Kementerian Sosial.
Sekolah Rakyat ini bertujuan membangun anak-anak agar lebih sehat, mendapatkan pendidikan bermutu, lebih aman, terlindung, dan sejahtera.
“Sekolah Rakyat memiliki tujuan mulia menciptakan dan membangun anak-anak Indonesia yang lebih sejahtera,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga termiskin (desil 1 dan 2), yang selama ini belum menjangkau manfaat pembangunan.
Baca Juga: Meeting Perusahaan Terlalu Lama? Ini Cara Halus Biar Fokus Tim Kembali ke Jalur
“Sekolah Rakyat adalah bentuk keadilan sosial bagi keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Salah satu calon siswa, Galih, tinggal di kontrakan buruk di Jakarta Timur —dinding lembap, atap bocor, tanpa akses air.
Setelah ayahnya meninggal, ibunya bekerja serabutan demi kebutuhan hidup keluarga.
Meski demikian, nilai rapor Galih tetap tinggi, rata-rata 87,4. Program ini membuka kesempatan baru baginya.
“Galih ini anak pintar, cuma saya kurang mampu mendidik. Ngaji pun sebenarnya dia pintar,” ucap Suratna, ibu Galih dengan mata berkaca-kaca, saat rombongan pejabat meninjaunya langsung.
Baca Juga: Begini Strategi Pengelola Sekolah Rakyat Palangka Raya Antisipasi Siswa Kabur dari Asrama
Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas lengkap. Mulai asrama putra-putri, gedung sekolah, ruang kantor guru, ruang makan, lapangan aktivitas, hingga toilet ramah disabilitas.
Kurikulum dibangun melingkupi intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, plus penguatan karakter, spiritualitas, dan literasi.
Lebih dari itu, selama masa persiapan, siswa dipetakan melalui talent mapping dan Talent DNA AI, untuk mengenali potensi unik setiap anak.
Mulai dari gaya belajar, potensi karier, hingga dukungan emosional yang mereka butuhkan.
Kepala sekolah dan guru juga dibekali pelatihan Talent DNA ESQ oleh Pemerintah dan pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian.
Program ini bukan sekadar pendidikan, melainkan bagian dari intervensi sosial ekonomi menyeluruh.
Siswa dan keluarga terhubung dengan PBI-JK, PKH, bantuan sembako, serta koperasi desa.
Sekolah bekerja sama dalam program rumah layak huni dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Beasiswa Anak Nusantara 2025 Masih Dibuka untuk Siswi SMA Sederajat
Semua dilaksanakan agar siswa dan keluarganya benar-benar terbawa dalam proses inklusi sosial dan pembangunan nasional.
Bayangkan, Galih dan 74 teman setingkat SMP yang mulai belajar pada 14 Juli 2025 di Sentra Handayani Jakarta.
Mereka meninggalkan rumah kontrakan, tapi seiring waktu mengenal rasa kebersamaan —belajar bareng, ibadah bersama, bermain, dan berbagi cerita di asrama yang telah disiapkan.
Guru yang peka terhadap emosi, konselor, dan manajemen talenta memastikan setiap anak didengarkan, dihargai, dan tumbuh sesuai potensi masing-masing.
Tahap pertama Sekolah Rakyat didirikan di 100 titik nasional, dengan total lebih dari 2.000 siswa.
Orang tua menyatakan rasa syukur karena anak-anaknya kembali punya harapan dan bisa bermimpi.
Pemerintah menargetkan menurunkan angka kemiskinan nasional ke bawah 5 persen melalui langkah ini.
Program ini menjadi model jejak program sosial transformasional, bukan sekadar soal gratis biaya pendidikan, tapi membangun martabat dan masa depan secara holistik.***
Baca dan komentari artikel lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:



