POJOKSATU.id - Bangunan tua yang sebelumnya sunyi itu kini bersiap menjadi tempat penuh harapan. 

Di Jalan Iskandar No. 2, Palangka Raya, bekas gedung SDN 2 Langkai akan disulap menjadi Sekolah Rakyat (SR), sebuah sekolah berasrama yang dirancang khusus untuk anak-anak jalanan dan dari keluarga sangat miskin.

Bukan sekadar proyek pendidikan, Sekolah Rakyat adalah bagian dari inisiatif nasional Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan tak satu pun anak Indonesia tertinggal pendidikan hanya karena alasan ekonomi. 

Baca Juga: Apa Makna dan Aturan Resmi Seragam Pramuka? Ini Penjelasannya

Di bawah koordinasi Kementerian Sosial dan Pemerintah Kota Palangka Raya, program ini akan mulai berjalan September 2025, dan menjadi sekolah rakyat pertama di Kalimantan Tengah.

Riduan, Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, menjelaskan bahwa sekolah ini dirancang seperti sekolah berasrama penuh. 

"Mulai dari tempat tinggal, makan, hingga seragam anak-anak, semuanya ditanggung pemerintah. Kami ingin anak-anak ini belajar dengan tenang tanpa memikirkan biaya," katanya (15/7/2025).

Baca Juga: 9 Kegiatan Wajib Pramuka yang Bikin Kamu Tangguh dan Siap Hadapi Dunia Nyata

Ia juga menambahkan, pada tahap pertama, SR Palangka Raya akan menampung 75 siswa jenjang SD kelas III hingga V. 

Hingga pertengahan Juli, 73 anak telah terverifikasi, sementara dua lainnya masih dalam proses validasi. 

“Kami yakin dalam waktu dekat akan terpenuhi semua kuotanya,” tambah Riduan.

Program ini juga tak menerima siswa kelas I dan II di tahun ajaran pertama agar proses adaptasi berjalan lebih mudah. 

"Mereka masih sangat kecil, kami perlu pastikan semuanya nyaman lebih dulu," ujarnya lagi.

Baca Juga: Ini Dampak Positif Bagi Siswa MAN yang Aktif Ekskul

Transformasi ini juga menuai apresiasi dari Muhammad Qodari, Wakil Kepala Staf Kepresidenan. 

Ia menyatakan bahwa pemanfaatan kembali gedung bekas SD merupakan pendekatan cerdas yang tidak boros anggaran. 

“Tidak perlu membangun baru. Yang penting niatnya tulus dan pengelolaannya baik. Sekolah ini akan punya asrama putra, asrama putri, ruang makan, ruang belajar, semuanya lengkap,” jelasnya.

Baca Juga: INILAH 3 KADO Presiden untuk GURU, BUKAN KEJUTAN Tapi Bukan Juga HADIAH SEREMONI, Angin Segar bagi Pendidik Indonesia di HUT ke-80 RI

Kondisi bangunan saat ini telah direnovasi ringan dan disiapkan untuk menjadi sekolah berasrama dengan pendekatan kekeluargaan. 

Nantinya, anak-anak akan tinggal bersama, belajar, bermain, dan dibimbing oleh guru serta wali asuh yang juga tinggal di lingkungan sekolah.

Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari kebijakan besar yang tengah dijalankan pemerintah pusat. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pendidikan harus menjadi alat pemutus rantai kemiskinan.

Baca Juga: Layanan AHU Kini Hadir Di Seluruh MPP Jabotabek

“Pendidikan adalah kunci keluar dari kemiskinan. Lewat Sekolah Rakyat, kami ingin menjangkau anak-anak yang paling tidak punya kesempatan,” pernyataan Presiden dalam peluncuran program nasional ini.

Sekolah Rakyat ditujukan untuk anak-anak dari keluarga masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), anak jalanan, serta anak dengan risiko tinggi putus sekolah. 

Dengan asrama dan kebutuhan hidup dipenuhi penuh, pemerintah berharap anak-anak ini akan bisa menyelesaikan pendidikan tanpa gangguan biaya atau ketidakpastian hidup.

Baca Juga: Meeting Perusahaan Terlalu Lama? Ini Cara Halus Biar Fokus Tim Kembali ke Jalur

Suasana di sekitar SDN 2 Langkai kini berubah. Para warga yang dulu melihat bangunan itu terbengkalai, kini menyambutnya dengan antusias. 

Orang tua dari calon siswa pun mulai berdatangan, beberapa bahkan menitipkan harapan agar sekolah ini tidak hanya mendidik anak-anak, tapi juga menyembuhkan luka-luka sosial akibat kemiskinan dan pengabaian.

Dengan dibukanya SR Palangka Raya, kota ini bergabung dengan puluhan daerah lain yang telah lebih dulu menjalankan model serupa. 

Baca Juga: Segera Dibutuhkan! Lowongan Customer Support Staff Pola Group Jakarta Pusat 2025

Sebagaimana dikonfirmasi oleh Kemensos, lebih dari 159 titik Sekolah Rakyat telah beroperasi di seluruh Indonesia, dengan 25 titik di antaranya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SD–SMA).

Sekolah Rakyat di Palangka Raya bukan hanya tentang ruang kelas dan bangku. Ini adalah wujud nyata dari janji negara untuk hadir bagi yang terpinggirkan. 

Dari anak jalanan hingga keluarga sangat miskin, kini mereka memiliki rumah belajar, tempat tinggal, dan yang paling penting: kesempatan.

Baca Juga: Gaji Pensiunan Taspen Cair Setiap Tanggal 1 hingga 10 Awal Bulan, Bisa Pilih Ambil di Bank atau Kantor Pos, Begini Caranya

Riduan menutup pernyataannya dengan harapan sederhana namun kuat. 

“Semoga dari sekolah ini lahir generasi baru Palangka Raya yang kuat, cerdas, dan berani bermimpi.”***