POJOKSATU.ID - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengumumkan perkembangan signifikan dalam persiapan pembangunan Sekolah Rakyat.
Hingga saat ini, sebanyak 211 lokasi telah diusulkan sebagai tempat pendirian sekolah tersebut.
Dari jumlah tersebut, 45 lokasi telah siap untuk digunakan dalam tahap pertama, yang direncanakan akan dimulai pada Juli 2025.
Pengumuman ini disampaikan setelah pertemuan penting antara Menteri Sosial dan Sekretaris Kabinet Merah Putih di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Sosial melaporkan kemajuan persiapan Sekolah Rakyat kepada Sekretaris Kabinet.
Dari 211 lokasi yang diusulkan, 164 di antaranya berasal dari pemerintah daerah, dengan rincian 38 lokasi berupa bangunan dan 126 lokasi berupa tanah.
Sementara itu, 45 lokasi yang siap digunakan untuk tahap pertama merupakan aset milik Kementerian Sosial, termasuk sentra, balai, IPWL, Poltekesos, dan Pusdiklatprof.
Salah satu lokasi yang telah siap adalah Sentra Terpadu Pangudi Luhur di Bekasi.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Arti Sebenarnya Kode 20 di Info GTK, Lampu Hijau SKTPG Guru Non ASN dan SILN!
Selain itu, beberapa perguruan tinggi juga telah mengusulkan lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial menekankan bahwa jumlah lokasi yang diusulkan masih dapat bertambah, karena Kementerian Sosial tetap terbuka untuk menerima usulan lokasi strategis dari berbagai pihak.
Selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan survei kelayakan terhadap semua lokasi yang diusulkan.
Sekolah Rakyat dirancang untuk menyediakan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Khususnya mereka yang termasuk dalam desil 1 hingga desil 3 berdasarkan Data Tunggal Sosial Terpadu Sosial Ekonomi Nasional.
Sekolah ini akan menawarkan jenjang pendidikan dari SD hingga SMA dengan konsep asrama, di mana seluruh biaya pendidikan akan ditanggung oleh negara.***




