POJOKSATU.id - Di tengah gencarnya program pendidikan yang inklusif, masih ada satu istilah yang terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat, Sekolah Rakyat.
Padahal, inisiatif ini menjadi angin segar bagi anak-anak dari keluarga miskin, putus sekolah, hingga mereka yang tak tersentuh sistem pendidikan formal.
Dewan Pendidikan Kota Surabaya menyoroti persoalan ini dengan serius. Dalam sebuah pernyataan tegas, mereka menekankan pentingnya sosialisasi masif mengenai keberadaan dan peran Sekolah Rakyat kepada masyarakat luas.
“Banyak masyarakat yang masih belum tahu apa itu Sekolah Rakyat, padahal itu penting untuk mengakomodasi anak-anak yang sulit secara ekonomi maupun akses pendidikan,” ujar perwakilan Dewan Pendidikan, seperti dikutip dari.
Konsep Sekolah Rakyat sejatinya merupakan solusi inklusif non-formal yang membuka ruang bagi anak-anak dari kelompok rentan agar tetap mendapatkan hak pendidikan dasar.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, belum banyak warga yang memahami eksistensinya, apalagi mendaftarkan anaknya ke lembaga tersebut.
Baca Juga: Prodi Sastra Indonesia UNJ Gelar Pelatihan Foto Produk untuk UMKM di Karawang
Alih-alih populer seperti sekolah negeri atau swasta, Sekolah Rakyat masih dipandang sebelah mata karena kurangnya informasi dan kampanye publik.
“Kalau kita tidak sosialisasikan lewat media seperti RRI, bagaimana masyarakat bisa tahu?” tambah narasumber dari Dewan Pendidikan.
Tak dapat dipungkiri, media massa memainkan peran strategis dalam mengangkat wacana pendidikan rakyat.
RRI sebagai media publik diharapkan menjadi garda terdepan untuk menyampaikan informasi program Sekolah Rakyat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dengan menjangkau masyarakat melalui siaran radio, media daring, maupun kegiatan tatap muka, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat akan meningkat—sehingga stigma atau anggapan “pendidikan alternatif itu tidak penting” bisa ditepis secara bertahap.
Sekolah Rakyat bukan sekadar alternatif pendidikan, melainkan jembatan harapan bagi anak-anak marginal.
Baca Juga: Apa Saja Peran Saka Pramuka dalam Membentuk Keterampilan Hidup? Ini Penjelasannya
Namun tanpa dukungan sosialisasi yang kuat, program ini akan seperti rumah megah yang tersembunyi di hutan—tak berguna bagi siapa pun.
Maka sudah waktunya semua pihak, terutama pemerintah daerah dan media publik, bahu-membahu untuk:
- Menyampaikan informasi tentang program Sekolah Rakyat secara konsisten,
- Mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan inklusif,
- Mendorong partisipasi warga dalam menyukseskan program ini.
Baca Juga: PERINGATAN! PPATK Temukan 571.410 NIK Terlibat Judi Online adalah Penerima Bantuan Sosial
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Karena sejatinya, pendidikan bukanlah hak istimewa segelintir orang, tetapi hak dasar seluruh warga bangsa.***



