POJOKSATU.id - Pemerintah terus menggenjot Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu kebijakan strategis di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Kepastian kelanjutan program ini hingga tahun 2026, disertai dukungan anggaran besar, membuka kesempatan emas bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk terlibat langsung sebagai tenaga pengajar utama.
Sekolah Rakyat diproyeksikan menjadi ruang pengabdian sekaligus peluang karier bagi calon guru yang siap ditempatkan di berbagai daerah.
Baca Juga: UMP Banten 2026 Naik 6,74 Persen, Gubernur Andra Soni Tetapkan Upah Rp3,1 Juta
Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Konsep yang diterapkan tidak hanya menekankan pembelajaran akademik, tetapi juga pendidikan karakter, kedisiplinan, dan keterampilan hidup melalui sistem sekolah berasrama.
Dalam konteks inilah peran guru menjadi sangat krusial.
Sekolah Rakyat Jadi Program Prioritas Pemerintah
Keseriusan pemerintah terlihat dari kesinambungan kebijakan sejak tahun 2025.
Baca Juga: Gubernur Banten Perintahkan Penanganan Cepat Banjir Padarincang
Pada tahun tersebut, Sekolah Rakyat mulai diselenggarakan di 200 lokasi yang tersebar di berbagai daerah.
Pelaksanaannya dibagi ke dalam dua tahap, masing-masing 100 lokasi pada Tahap I dan 100 lokasi pada Tahap II.
Untuk mempercepat implementasi, pemerintah memanfaatkan Sentra Rehabilitasi Sosial, Balai Diklat Kementerian Sosial, serta bangunan milik pemerintah daerah sebagai lokasi Sekolah Rakyat.
Skema ini memungkinkan program berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur baru secara penuh.
Dari sisi pendanaan, Sekolah Rakyat Tahap I tahun 2025 dialokasikan anggaran sebesar Rp1.764,0 miliar.
Anggaran tersebut terdiri atas:
1. Belanja Operasional Kementerian Sosial sebesar Rp1.194,0 miliar
2. Belanja Fisik Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp570,0 miliar
Anggaran ini digunakan untuk mendukung operasional pendidikan, penyesuaian sarana dan prasarana, serta pemenuhan kebutuhan peserta didik di lingkungan sekolah berasrama.
Anggaran Sekolah Rakyat 2026 Melonjak Tajam
Memasuki tahun 2026, pemerintah tidak hanya melanjutkan, tetapi juga menggenjot Sekolah Rakyat secara signifikan.
Baca Juga: Tiket Kereta Api Diskon 25 Persen Berlaku 29 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026
Dalam Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp24.900,0 miliar atau hampir Rp25 triliun.
Lonjakan anggaran ini menjadi sinyal kuat bahwa Sekolah Rakyat telah naik kelas dari program tahap awal menjadi program strategis nasional.
Dana tersebut akan digunakan untuk:
1. Perluasan jumlah dan sebaran Sekolah Rakyat di ratusan lokasi
Baca Juga: Gubernur Banten Serahkan Kapal untuk Nelayan Carita, Dorong Produktivitas Pesisir
2. Peningkatan kualitas layanan pendidikan
3. Penguatan sistem sekolah berasrama
4. Pembiayaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
Dengan skala program yang semakin besar, kebutuhan guru profesional dalam jumlah signifikan tidak terelakkan.
Lulusan PPG Punya Kesempatan Emas
Di tengah ekspansi Sekolah Rakyat, lulusan PPG calon guru berada pada posisi yang sangat strategis.
Pendidikan Profesi Guru dirancang untuk mencetak pendidik yang memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara utuh.
Kompetensi inilah yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Perhatian! Pemerintah Cairkan Tunjangan Khusus Rp35 Miliar untuk Guru Terdampak Bencana
Berbeda dengan sekolah reguler, guru Sekolah Rakyat memiliki peran yang lebih kompleks.
Guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga:
1. Membina karakter dan kedisiplinan siswa
2. Mendampingi peserta didik di lingkungan asrama
3. Menjadi figur teladan dan pembimbing kehidupan sehari-hari
Baca Juga: Libur Nataru, Gubernur Banten Pastikan Pantai Anyer dan Carita Aman dan Nyaman Dikunjungi
4. Membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru
Karakteristik tersebut membuat lulusan PPG dinilai paling siap untuk mengisi kebutuhan guru Sekolah Rakyat, sehingga peluang mereka menjadi tenaga pengajar utama terbuka lebar.
Mengapa Disebut Kesempatan Emas
Kesempatan bagi lulusan PPG disebut emas karena beberapa faktor strategis.
Pertama, skala program yang besar dan berkelanjutan menjamin kebutuhan guru dalam jangka panjang.
Kedua, Sekolah Rakyat mendapat dukungan anggaran negara yang kuat, sehingga keberlanjutan program relatif terjaga.
Ketiga, pengalaman mengajar di Sekolah Rakyat memberikan nilai tambah signifikan bagi pengembangan karier guru.
Mengajar di lingkungan dengan tantangan sosial tinggi akan memperkaya kompetensi profesional dan empati sosial seorang pendidik.
Keempat, keterlibatan dalam Sekolah Rakyat berarti ikut berperan langsung dalam agenda besar negara, yakni pemutusan rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Calon Guru PPG Perlu Bersiap Sejak Dini
Dengan semakin digenjotnya Sekolah Rakyat, lulusan PPG disarankan mulai melakukan persiapan sejak sekarang.
Baca Juga: Hendri Satrio Tanggapi Kisruh Ketua Umum PBNU, Prasangkanya Sudah Tak Lagi Positif Seperti Dulu
Persiapan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mental dan kompetensi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan calon guru antara lain:
1. Kesiapan ditempatkan di berbagai daerah
2. Pemahaman pendidikan inklusif dan berbasis karakter
Baca Juga: Curah Hujan Meningkat, Andra Soni Minta Warga Banten Tetap Tenang dan Cek Info Resmi Cuaca
3. Kemampuan mengajar dengan pendekatan empatik
4. Kesiapan bekerja di lingkungan sekolah berasrama
Pemetaan domisili dan kesiapan penugasan juga menjadi langkah penting, mengingat Sekolah Rakyat akan tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Kolaborasi Lintas Kementerian Perkuat Program
Sekolah Rakyat berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial, namun pelaksanaannya melibatkan berbagai kementerian dan pemerintah daerah.
Kolaborasi ini mencakup penyediaan infrastruktur, dukungan kurikulum, hingga pengawasan di tingkat lokal.
Sinergi lintas sektor tersebut memperkuat posisi Sekolah Rakyat sebagai program terpadu yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga aspek sosial dan kesejahteraan.
Harapan Pemerintah terhadap Guru Sekolah Rakyat
Pemerintah menaruh harapan besar pada guru Sekolah Rakyat sebagai ujung tombak keberhasilan program.
Guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi peserta didik, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kemandirian.
Baca Juga: Beras SPHP dan Minyakita Aman! Stok Melimpah Jelang Nataru, Harga Terjangkau di 38 Provinsi!
Dengan dukungan anggaran besar dan perluasan program, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan, sekaligus mengurangi kesenjangan sosial melalui pendidikan.
Momentum Penting bagi Lulusan PPG
Bagi lulusan PPG, digencarkannya Sekolah Rakyat merupakan momentum penting yang tidak boleh dilewatkan.
Program ini membuka ruang pengabdian yang luas sekaligus peluang karier yang konkret.
Lebih dari itu, keterlibatan dalam Sekolah Rakyat berarti mengambil peran nyata dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dengan kesiapan yang matang, lulusan PPG berpeluang menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat paling membutuhkan.***




