POJOKSATU.id — Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat harus menjadi tulang punggung pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Program ini, yang merupakan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, disebutnya sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

“Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat marginal. Kami di DPD RI mendukung penuh langkah progresif ini sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi SDM nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Sultan menyoroti Kabupaten Kaur, Bengkulu, sebagai salah satu wilayah percontohan yang menunjukkan komitmen pemerataan pendidikan. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci.

Baca Juga: Latihan Soal & Jawaban STS Sosiologi Kelas 11 Semester Ganjil: Uji Pemahaman Materi Sosial dengan Mudah

“Kolaborasi antara Kementerian Sosial, Kementerian PU, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program ini. Sekolah Rakyat harus kita dorong menjadi gerakan nasional,” tegasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari bangunan atau fasilitas. Ia menekankan pentingnya kurikulum yang kontekstual, guru yang adaptif, serta pendampingan sosial yang berkelanjutan.

“Pendidikan tidak bisa hanya dibangun dari gedung dan meja belajar. Kita perlu pendekatan yang humanis, relevan, dan mampu menjawab tantangan sosial-ekonomi siswa di lapangan,” katanya.

Baca Juga: PMHB: Srikandi Bikers Honda Bekasi Satukan Puluhan Klub, Gaungkan Persaudaraan dan Safety Riding

Bagi Sultan, Sekolah Rakyat harus menjadi simbol transformasi menuju sistem pendidikan yang lebih adil, merata, dan inklusif. Program ini diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan serta memperkuat ekosistem pendidikan berbasis keadilan sosial.

DPD RI, lanjutnya, berkomitmen menjadi mitra aktif pemerintah dalam mengawal implementasi Asta Cita melalui pengawasan, legislasi, dan percepatan pembangunan sekolah rakyat di seluruh Indonesia.***