POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Sebuah program pendidikan yang dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin.

Rencananya, program ini akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026.

Baca Juga: BERSIAP! 60 Ribu Guru Bakal Direkrut untuk Mengajar di Sekolah Rakyat Gagasan Presiden Prabowo!

Dalam rapat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, berbagai aspek penting terkait Sekolah Rakyat dibahas secara mendalam, termasuk lokasi, kurikulum, sarana-prasarana, dan mekanisme penerimaan siswa.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, melaporkan bahwa saat ini telah tersedia 53 lokasi yang siap untuk menyelenggarakan program ini.

Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah daerah.

Baca Juga: Jadwal Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Dimulai Akhir Maret atau Awal April 2025

Sekolah Rakyat akan menyediakan pendidikan gratis 100% untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan standar pendidikan nasional.

Selain mata pelajaran formal, kurikulum juga akan menekankan pada penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan.

Seluruh kebutuhan siswa, termasuk seragam, makanan, dan tempat tinggal di asrama, akan dipenuhi secara gratis.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Bakal Siap Diluncurkan Pada Juli 2025 Oleh Kemensos?

Program ini menargetkan peserta didik dari keluarga dengan kondisi ekonomi terendah, yaitu desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Seleksi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan verifikasi status ekonomi dan dilanjutkan dengan tes akademik.

Pemerintah menargetkan program ini akan dimulai paling cepat pada Juli 2025 di daerah-daerah yang infrastruktur dan penunjangnya sudah siap.

Saat ini, 41 Sentra dan Balai milik Kementerian Sosial, 9 lokasi di Jawa Timur, 2 universitas, dan 1 lokasi di Sumatera Barat telah siap untuk digunakan.

Rekrutmen siswa dan guru direncanakan akan dimulai pada akhir Maret atau awal April 2025, setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden.

Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi model pendidikan inklusif yang mampu mengangkat anak-anak dari keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan.***