POJOKSATU.id - Pemerintah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan sementara, melainkan kebijakan jangka panjang yang akan terus diperkuat hingga tahun 2026 dan seterusnya.
Dengan dukungan anggaran besar dan perluasan lokasi di berbagai daerah, Sekolah Rakyat kini dipandang sebagai ladang pengabdian baru bagi tenaga pendidik, khususnya lulusan Pendidikan Profesi Guru atau PPG.
Namun, di balik peluang besar tersebut, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan sejak dini oleh calon guru.
Baca Juga: Seleksi CPNS 2026! Kuota 300 Lulusan SMA Resmi Dibuka, Langkah Strategi Purbaya Picu Pelamar Was-was
Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini menggabungkan pendidikan akademik, pembinaan karakter, serta penguatan keterampilan hidup sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Sekolah Rakyat Bukan Program Jangka Pendek
Pelaksanaan Sekolah Rakyat telah dimulai sejak tahun 2025, dengan penyelenggaraan di 200 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: CPNS 2026 Dibuka untuk Lulusan SMA? Menkeu Purbaya Tegaskan STAN Masih Jadi Prioritas
Program ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebanyak 100 lokasi dan tahap kedua sebanyak 100 lokasi.
Untuk mempercepat operasional, pemerintah memanfaatkan sentra rehabilitasi sosial, balai diklat Kementerian Sosial, serta aset milik pemerintah daerah. Strategi ini memungkinkan Sekolah Rakyat berjalan lebih cepat tanpa harus membangun seluruh infrastruktur dari awal.
Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele, Ini Gesture Tubuh yang Dinilai HRD Saat Interview Kerja
Dari sisi anggaran, Sekolah Rakyat tahap pertama tahun 2025 dialokasikan dana sebesar Rp1.764,0 miliar.
Anggaran tersebut terdiri dari belanja operasional Kementerian Sosial sebesar Rp1.194,0 miliar dan belanja fisik Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp570,0 miliar.
Dana ini digunakan untuk mendukung operasional pendidikan, penyesuaian sarana prasarana, serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik di lingkungan sekolah berasrama.
2026 Jadi Fase Penguatan Sekolah Rakyat
Memasuki tahun 2026, pemerintah memastikan Sekolah Rakyat masuk ke fase penguatan dan perluasan.
Dalam Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp24.900,0 miliar.
Baca Juga: Komisi X DPR RI Bongkar Ketimpangan PPPK, Guru Swasta Harus Setara dengan Negeri
Besarnya anggaran ini menegaskan bahwa Sekolah Rakyat telah menjadi program strategis nasional.
Dana tersebut akan digunakan untuk perluasan Sekolah Rakyat di ratusan lokasi, penguatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter, penyempurnaan sistem sekolah berasrama, serta pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Dengan skala program yang semakin besar, kebutuhan guru tidak hanya meningkat, tetapi juga bersifat berkelanjutan.
Sekolah Rakyat sebagai Ladang Pengabdian Baru
Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Rakyat menempatkan guru pada peran yang lebih luas.
Baca Juga: Perpres Tak Kunjung Terbit, Gaji PPPK 2026 Dipastikan Belum Naik, Simak Lengkapnya
Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi pendamping kehidupan, pembina karakter, sekaligus figur teladan bagi peserta didik yang tinggal di asrama.
Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat menjadi ladang pengabdian baru bagi guru yang memiliki semangat melayani dan kepedulian sosial tinggi.
Program ini memberi ruang bagi pendidik untuk berkontribusi langsung dalam perubahan sosial, bukan sekadar mengejar capaian akademik.
Mengapa Lulusan PPG Punya Posisi Strategis
Lulusan PPG calon guru berada pada posisi yang sangat strategis dalam Sekolah Rakyat 2026.
Pendidikan Profesi Guru membekali calon pendidik dengan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang selaras dengan kebutuhan Sekolah Rakyat.
Guru Sekolah Rakyat dituntut untuk mengajar dengan pendekatan empatik, memahami latar belakang sosial siswa, membina karakter dan kedisiplinan, serta siap hidup dan bekerja di lingkungan sekolah berasrama.
Karakteristik ini membuat lulusan PPG dinilai paling siap untuk mengisi peran tersebut.
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Lulusan PPG
Meski peluang terbuka lebar, lulusan PPG tidak disarankan melihat Sekolah Rakyat semata sebagai peluang kerja.
Ada sejumlah hal krusial yang perlu diperhatikan agar pengabdian dapat berjalan optimal.
Pertama, kesiapan mental pengabdian. Mengajar di Sekolah Rakyat berarti siap menghadapi tantangan sosial yang lebih kompleks karena peserta didik berasal dari keluarga rentan.
Kedua, kesiapan penugasan lintas daerah. Sekolah Rakyat akan tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah pinggiran dan wilayah dengan keterbatasan akses.
Ketiga, kemampuan adaptasi lingkungan dan budaya. Banyak Sekolah Rakyat memanfaatkan aset pemerintah yang berada di lingkungan sosial tertentu sehingga guru perlu mampu menyesuaikan diri dengan budaya lokal.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Tahap Lanjutan 2026 Resmi Dianggarkan, Lulusan PPG Calon Guru Perlu Siapkan Strategi
Keempat, kesiapan menjalankan peran ganda di sekolah berasrama. Guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga terlibat dalam pembinaan kehidupan sehari-hari siswa.
Kelima, pemetaan domisili dan strategi pribadi. Lulusan PPG disarankan mulai mempertimbangkan kesiapan pribadi dan keluarga sebelum menerima penugasan.
Sekolah Rakyat Butuh Guru dengan Dedikasi Tinggi
Keberhasilan Sekolah Rakyat tidak ditentukan oleh gedung atau anggaran semata, melainkan oleh dedikasi guru.
Pemerintah membutuhkan tenaga pendidik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki komitmen pengabdian jangka panjang.
Karena itu, Sekolah Rakyat menjadi ruang bagi guru-guru yang ingin berperan langsung dalam pembangunan manusia Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat paling rentan.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Peran Guru
Sekolah Rakyat berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial dengan dukungan lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Kolaborasi ini menciptakan sistem pendidikan yang terintegrasi antara aspek pendidikan, sosial, dan kesejahteraan.
Dalam sistem ini, guru menjadi ujung tombak yang menghubungkan kebijakan negara dengan realitas kehidupan peserta didik di lapangan.
Momentum Penting bagi Lulusan PPG
Sekolah Rakyat 2026 menjadi momentum penting bagi lulusan PPG untuk menentukan arah pengabdian dan karier.
Program ini menawarkan lebih dari sekadar pekerjaan, melainkan kesempatan terlibat langsung dalam kebijakan nasional yang berdampak luas.
Bagi lulusan PPG yang siap secara mental, kompetensi, dan komitmen, Sekolah Rakyat dapat menjadi ladang pengabdian yang bermakna sekaligus pengalaman profesional yang berharga.***




