POJOKSATU.id - IPB University kembali menghadirkan pembelajaran aplikatif melalui Sekolah Komoditas bertema budidaya dan pengelolaan usaha ikan air tawar.
Program yang digelar di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University pada Sabtu (27/6) ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan komprehensif mengenai strategi budidaya, pengelolaan kualitas air, manajemen pakan, hingga pengembangan usaha perikanan air tawar yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Program tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan masyarakat serta mahasiswa lintas program studi yang memiliki ketertarikan terhadap sektor budidaya perikanan air tawar.
Baca Juga: 13 Juli Ditetapkan Hari Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ini Kata Fadli Zon
Kegiatan diawali dengan pengenalan rangkaian pembelajaran yang akan dijalani peserta sebelum dilanjutkan dengan sesi praktik lapangan.
Usai pembukaan, seluruh peserta menuju Kolam Situ Daun ATP IPB University untuk mengikuti pembelajaran bersama praktisi budidaya ikan air tawar, Cecep.
Melalui pendekatan yang memadukan teori dan praktik, peserta diajak memahami berbagai aspek penting dalam mengelola usaha budidaya ikan air tawar secara efektif dan efisien.
Materi pertama mengangkat tema Strategi Pemilihan dan Pengelolaan Sistem Budidaya Ikan Air Tawar.
Pada sesi ini, peserta dikenalkan dengan berbagai sistem budidaya yang dapat diterapkan sesuai kondisi lahan, ketersediaan sumber daya, serta tujuan produksi.
Pemilihan sistem budidaya yang tepat menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha.
"Keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh jenis ikan yang dipelihara, tetapi juga oleh kesesuaian sistem budidaya dengan kondisi lingkungan dan kemampuan pengelola dalam menjalankannya secara konsisten," ujar Cecep.
Baca Juga: Said Iqbal Sebut Demo Buruh Kamis Nanti Sasar Kemenkeu, Minta Menkeu Purbaya Bersedia Dialog
Materi berikutnya membahas Manajemen Kualitas Air dan Lingkungan Budidaya untuk Mendukung Pertumbuhan dan Produktivitas Ikan Air Tawar.
Dalam sesi ini, peserta mempelajari pentingnya menjaga kualitas air sebagai faktor utama yang memengaruhi kesehatan ikan, tingkat kelangsungan hidup, hingga hasil produksi.
Berbagai parameter kualitas air, mulai dari kondisi fisik hingga teknik pengelolaannya, diperkenalkan sebagai bagian dari praktik budidaya yang baik.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai langkah-langkah menjaga stabilitas lingkungan kolam agar pertumbuhan ikan berlangsung optimal.
Baca Juga: Harumkan Nama Indonesia, Jirayut Bawa Klub Voli Binaannya 'JTeam' Juarai SIVI 2026 di Malaysia
Selanjutnya, peserta mengikuti materi Manajemen Pakan dan Nutrisi Ikan untuk Efisiensi Produksi dan Optimalisasi Pertumbuhan Budidaya Air Tawar.
Pembahasan difokuskan pada strategi pemberian pakan yang tepat, pemenuhan kebutuhan nutrisi ikan, serta upaya menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas pertumbuhan.
Menurut Cecep, pengelolaan pakan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan usaha budidaya karena memberikan kontribusi terbesar terhadap biaya produksi sekaligus memengaruhi performa pertumbuhan ikan.
"Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan.
Baca Juga: Heboh, Istri dan Anak Menteri PU Dody Hanggodo Ikut Dinas ke AS Pakai APBN, Ini Tanggapan Sekjen
Karena itu, strategi pemberian pakan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus menghasilkan pertumbuhan ikan yang optimal," jelasnya.
Melalui seluruh rangkaian materi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek teknis budidaya, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis tentang pengelolaan usaha perikanan air tawar yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Pendekatan berbasis praktik diharapkan mampu memperkuat kompetensi peserta dalam mengembangkan usaha budidaya yang adaptif terhadap tantangan sektor perikanan.
Sekolah Komoditas ini menjadi bagian dari komitmen IPB University dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan generasi muda untuk mengembangkan usaha perikanan air tawar yang produktif, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan sektor perikanan nasional.
Melalui transfer ilmu dan pengalaman langsung dari para praktisi, lahir harapan agar semakin banyak pelaku budidaya yang mampu membangun usaha secara profesional sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di masa depan. ***




