POJOKSATU.id — Kementerian Hukum (Kemenkum) memastikan sekolah kedinasan Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) akan kembali membuka pendaftaran pada tahun 2026.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi calon taruna dan taruni yang berminat menempuh pendidikan kedinasan dengan fasilitas bebas biaya kuliah serta peluang berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Poltekpin sendiri merupakan institusi hasil penggabungan dua sekolah kedinasan, yaitu Politeknik Imigrasi (Poltekim) dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip).

Baca Juga: KUR BRI Bisa Gagal Jika Punya Kredit Konsumtif? Simak Faktanya di Sini

Proses peleburan tersebut dilakukan pada Agustus 2024 oleh Kemenkumham, sebelum kementerian tersebut kemudian dipecah menjadi tiga lembaga terpisah.

Meski secara kelembagaan telah digabung sejak 2024, Poltekpin belum membuka penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2025.

Tahun tersebut digunakan untuk konsolidasi internal serta penyesuaian sistem pendidikan.

Baca Juga: Ingin Studi S3 ke Austria? Beasiswa IASP 2026 Tawarkan Biaya Penuh untuk Dosen

Sebagai sekolah kedinasan, Poltekpin tetap menawarkan fasilitas asrama dan membebaskan biaya pendidikan bagi para tarunanya.

Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan Poltekpin juga berpeluang diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Penggabungan Poltekim dan Poltekip dilakukan sebagai upaya efisiensi manajemen dan operasional pendidikan di lingkungan Kemenkumham saat itu.

Baca Juga: Besok Tepat 3 Pekan Bencana, 82 Desa di Aceh Tengah dan 59 Desa di Bener Meriah Masih Terisolasi

Selain itu, Poltekpin dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, berwawasan akademik kuat, mampu berpikir kritis, berintegritas tinggi, serta memiliki kepedulian terhadap isu hak asasi manusia.

Direktur Poltekpin, Odi Jarodi, menyampaikan bahwa saat ini institusinya masih berada dalam tahap transisi.

Meski demikian, Poltekpin telah menyiapkan jurusan hukum terapan dengan empat program studi baru yang terus dimatangkan.

Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor Cabang, Ini Cara Mengajukan KUR BRI Secara Online

Proses transisi ini meliputi penyesuaian kurikulum, penataan tenaga kependidikan, serta integrasi mahasiswa dari Poltekim dan Poltekip ke dalam sistem Poltekpin.

“Mudah-mudahan proses ini berjalan, maka tahun ini akan dilakukan proses transisi. Poltekpin akan menerima mahasiswa baru tahun depan,” ujar Odi Jarodi.

Untuk penerimaan tahun 2026, Poltekpin direncanakan membuka kuota sebanyak 200 mahasiswa atau taruna baru.

Baca Juga: Bersiap Pemberkasan Pencairan Tunjangan Profesi Dosen 2025 LLDIKTI Wilayah IV, Ini Tahapan dan Dokumennya

Namun, pihak kampus menegaskan bahwa calon pendaftar masih perlu menunggu pengumuman resmi terkait jadwal serta mekanisme rekrutmen.

Di sisi lain, Poltekpin juga tengah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dosen dan tenaga kependidikan.

Odi mengungkapkan jumlah dosen tetap saat ini masih belum memenuhi ketentuan ideal.

“Poltekpin butuh tenaga pendidik. Tenaga pendidik utamanya adalah dosen tetap yang hingga saat ini jumlahnya belum memenuhi syarat,” ujarnya.

Baca Juga: BPNT Tahap 4 Jabar Belum Cair? Warga Bogor Bisa Lapor Lewat TAROS Dinsos

Idealnya, satu program studi diampu oleh lima dosen tetap. Dengan empat program studi, dibutuhkan setidaknya 20 dosen tetap.

Sementara itu, mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di Poltekpin masih berasal dari Poltekim dan Poltekip dengan latar belakang jurusan Keimigrasian dan Ilmu Pemasyarakatan.

Baca Juga: BPNT Tahap 4 2025 Kapan Cair di Jawa Barat? Ini Bocoran Jadwal dan Cara Cek KKS

Ke depannya, Poltekpin akan sepenuhnya menerapkan program studi baru yang telah disiapkan.

Melalui pendidikan yang relevan dan terarah, Poltekpin diharapkan dapat berperan strategis dalam mencetak aparatur hukum yang profesional sekaligus mendukung terwujudnya sistem hukum yang lebih efisien dan berkeadilan.***