POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat pembangunan desa melalui Program Sekolah Inovasi Desa (SID). 

Program ini dirancang sebagai upaya menciptakan desa yang mandiri, inovatif, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan produk unggulan desa, tetapi juga membangun kapasitas kepemimpinan, kelembagaan ekonomi, serta pelayanan publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Harga BBM Resmi Berubah per 7 Juni 2026, Pertamina Dex dan Dexlite Turun, Pertamax Turbo Justru Naik

Asisten I Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang, menjelaskan bahwa program tersebut memberikan pendampingan menyeluruh bagi desa dalam mengembangkan potensi unggulannya.

"Program Sekolah Inovasi Desa melakukan pendampingan pengembangan produk unggulan desa," ujar Nicko Herlambang.

Menurut dia, pendampingan juga mencakup penguatan identitas desa, strategi pengembangan potensi lokal, hingga inovasi pelayanan publik yang berbasis kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Apresiasi Tertinggi bagi Guru Pendamping: Kunci Sukses Keberhasilan Program ADEM!

Tiga Alasan SID Menjadi Program Strategis

Bupati Penajam Paser Utara menegaskan bahwa Sekolah Inovasi Desa menjadi program strategis karena memiliki tiga tujuan utama yang sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan desa saat ini.

Pertama, memperkuat kelembagaan lokal agar mampu mengelola sumber daya desa secara profesional dan berkelanjutan. 

Kedua, membangun kepemimpinan kolaboratif yang mampu menghubungkan berbagai pihak dalam proses pembangunan desa. Ketiga, mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Baca Juga: Ketahui Sisi Lain Pendampingan Siswa Afirmasi Siswa ADEM di SMA Berikut!

Menurut Bupati, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi desa-desa di Penajam Paser Utara. 

Tantangan tersebut antara lain keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola kelembagaan ekonomi desa, minimnya akses terhadap teknologi dan pasar, serta banyaknya potensi sumber daya lokal yang belum tergarap secara optimal.

Melalui SID, berbagai persoalan tersebut akan dijawab melalui pendampingan langsung oleh para ahli UGM, penerapan kurikulum berbasis proyek yang aplikatif, serta pembentukan jejaring kolaborasi antardesa dan dengan berbagai pemangku kepentingan tingkat nasional.

Baca Juga: Viral Unggahan Maxime Bouttier Jadi Calon Ketua Partai Kebangkitan Merdeka, Ternyata Ini Faktanya!

"Ini momentum emas untuk mentransformasi desa kita dari konsumtif menjadi produktif, dari tradisional menjadi inovatif!" tegas Bupati.

Ia juga mengajak seluruh kepala desa di Kabupaten Penajam Paser Utara untuk aktif memanfaatkan program tersebut, mulai dari mengikuti pendampingan UGM, mengintegrasikan rencana inovasi ke dalam RPJMDes, hingga menyinergikan Koperasi Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Fokus pada Pertanian, Peternakan, dan Potensi Lokal

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki 30 desa yang menjadi bagian dari pengembangan program ini. 

Sejumlah inovasi yang mulai berkembang berasal dari sektor pertanian, peternakan, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Baca Juga: Hari Ini Pengumuman KDKMP dan KNMP belum Juga Muncul Padahal Sudah Lewat Lini Masa, Kelulusan Dipastikan Mundur!

Salah satu program yang tengah berjalan adalah pengembangan padi Gamagora-7 serta budidaya ayam mahar dan ayam layer. 

Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga masyarakat.

Program ini juga membuka peluang usaha baru bagi warga desa melalui pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti budidaya buah melon dan berbagai produk turunan aren yang memiliki potensi pasar cukup besar.

Baca Juga: Hari Ini Pengumuman KDKMP dan KNMP belum Juga Muncul Padahal Sudah Lewat Lini Masa, Kelulusan Dipastikan Mundur!

Selain sektor ekonomi, desa-desa peserta juga didorong mengembangkan inovasi berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif dan efisien.

Pendampingan Intensif Selama Satu Tahun

Ketua Program Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Dr. Agus Heuanto Hadna, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen UGM dalam mendukung pembangunan desa yang inovatif dan berkelanjutan.

"Program Sekolah Inovasi Desa (SID) yang digagas bersama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara ini merupakan wujud komitmen UGM dalam mendukung pembangunan desa yang inovatif dan berkelanjutan di Indonesia. 

Baca Juga: Iran Terancam Langgar Aturan FIFA akibat Pembatasan Masuk ke Amerika Serikat

Kami akan memberikan pendampingan intensif kepada desa-desa peserta agar dapat menghasilkan inovasi unggulan yang benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Dr. Ir. Ahmad Maryudi, menjelaskan bahwa kurikulum SID dirancang secara komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan nyata desa.

"Kurikulum SID dirancang secara komprehensif, mulai dari penguatan kapasitas kepemimpinan transformasional, manajemen inovasi, tata kelola kelembagaan ekonomi desa, hingga proses inkubasi dan implementasi inovasi yang terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes. 

Baca Juga: Buntut Blackout Sumatera Mei 2026, Kinerja Dewas Komisaris PLN Dipertanyakan

Kami optimistis, program ini dapat melahirkan pemimpin dan inovator desa yang tangguh di Penajam Paser Utara," katanya.

Program SID akan berlangsung selama satu tahun dengan pendampingan intensif dari tim ahli UGM. Melalui pendekatan blended learning, peserta akan mendapatkan pembelajaran teori sekaligus praktik yang langsung diterapkan di desa masing-masing.

Program ini ditargetkan mampu menghasilkan inovasi unggulan desa yang terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes, memperkuat kapasitas kepemimpinan serta kelembagaan desa, dan menciptakan usaha ekonomi produktif yang dikelola secara profesional.

Baca Juga: Motif Pembunuhan Bidan Situbondo oleh Suami Didasari Cemburu Buta Tak Menentu

Kolaborasi antara Pemkab Penajam Paser Utara dan UGM yang telah berjalan selama satu tahun terakhir tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya desa-desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu menciptakan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

"Ini adalah investasi strategis untuk membangun kemandirian dan daya saing desa. Kami berharap, program ini dapat melahirkan pemimpin dan inovator desa yang tangguh, serta menghasilkan inovasi-inovasi lokal yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa di Penajam Paser Utara," pungkas Bupati. ***