POJOKSATU.id — Rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Lebak, Banten diharapkan bisa menjadi langkah besar dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

Langkah ini sejalan dengan target nasional untuk menurunkan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2025.

Bagaimana dampaknya bagi warga Lebak? Berikut penjelasannya.

Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi di Lebak

Menurut Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, tingkat kemiskinan di daerahnya masih tinggi dan membutuhkan solusi jangka panjang berbasis pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: DOWNLOAD Panduan Lengkap OPSI 2025 untuk Peserta SMP dan SMA di Indonesia, Simak Tahapn dan Detailnya

“Kehadiran sekolah garuda di Lebak bukan hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan di daerah,” ujar Amir Hamzah kepada wartawan, Kamis, 23 Oktober 2025.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lebak mencatat jumlah penduduk miskin masih mencapai sekitar 111.000 jiwa.

Dari jumlah tersebut, 30.115 jiwa tergolong miskin ekstrem atau setara 5.698 keluarga.

Kondisi ini menjadikan akses pendidikan berkualitas sebagai salah satu solusi prioritas.

Sekolah Berasrama Gratis untuk Siswa Berprestasi

Pembangunan Sekolah Garuda dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM di wilayah tertinggal.

Baca Juga: Pengumuman HASIL AKHIR Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN 2025, Simak Lengkap Cara dan Ketentuan Daftar Ulang

Sekolah ini akan berbentuk SMA berasrama (boarding school) dengan sistem pendidikan gratis untuk siswa berprestasi dari berbagai latar belakang, termasuk keluarga miskin.

Amir menegaskan seleksi siswa dilakukan tanpa memandang kondisi ekonomi keluarga.

Siswa yang diterima akan mendapatkan beasiswa penuh, fasilitas asrama, hingga pembinaan akademik yang dirancang untuk mencetak lulusan terbaik.

Kurikulum Modern Berbasis STEM

Dengan mengadaptasi kurikulum nasional dan standar global, sekolah ini akan fokus pada pengembangan STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika).

Sarana pendukung dipersiapkan lengkap seperti laboratorium STEM, ruang kelas digital, hingga fasilitas pembinaan talenta unggul.

“Program ini diharapkan dapat melahirkan lulusan berdaya saing global yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan dan menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” jelasnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Minta GP Ansor Wujudkan Kemandirian Ekonomi Melalui BUMA

Akses Pendidikan yang Setara bagi Keluarga Miskin Ekstrem

Amir Hamzah menyebut pendidikan berkualitas menjadi kunci memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Melalui sistem berasrama gratis ini, anak-anak dari keluarga miskin ekstrem akan mendapatkan peluang belajar yang sama dengan siswa lainnya.

“Dalam jangka menengah, keberadaan Sekolah Garuda dapat mengurangi beban ekonomi keluarga miskin.

Dalam jangka panjang, lulusan sekolah ini diharapkan menjadi agen perubahan sosial dan ekonomi,” katanya.

Baca Juga: Ini Nama 11 Siswa Peraih Golden Ticket IPB University dari Olimpiade Pertanian Indonesia 2025, dari Anak Petani hingga Pemenang Photo Contest

Pemkab Lebak Siapkan Lahan 20 Hektare

Untuk mendukung pembangunan, Pemkab Lebak telah menyediakan lahan seluas 20 hektare di kawasan Agrowisata Cikapek, Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar.

“Lahan sudah clear, sertifikat sudah ada, dan kami telah mendapat persetujuan DPRD.

Saat ini kami tinggal menunggu proses verifikasi dari pemerintah pusat,” tuturnya.

Prioritas Penerimaan untuk Desil 1 dan 2

Siswa dari kelompok miskin ekstrem (desil 1 dan 2) akan menjadi sasaran utama seleksi.

Selain pendidikan akademik, sekolah ini juga akan menyediakan pelatihan vokasional sesuai kebutuhan dunia kerja lokal.

Kurikulum juga akan tetap mengakomodasi kearifan lokal agar siswa mampu berkontribusi pada daerah asalnya.

Baca Juga: Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Menurut QS WUR, Cek Peringkatnya

Transformasi Pendidikan di Daerah Tertinggal

Amir Hamzah menambahkan, komunikasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus dilakukan.

Kehadiran Sekolah Garuda diyakini menjadi simbol transformasi pendidikan di wilayah tertinggal.

Langkah ini juga menjadi wujud nyata pemerintah dalam menyiapkan generasi emas Indonesia yang unggul dan menyejahterakan masyarakat.

“Langkah konkret kami saat ini adalah memastikan seluruh prasyarat, terutama legalitas lahan, sudah terpenuhi agar Lebak tetap menjadi prioritas utama lokasi sekolah garuda baru,” pungkasnya. ***