POJOKSATU.ID- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda Indonesia semakin terjebak dalam lingkaran kecanduan gadget yang mengkhawatirkan.
Smartphone dan tablet telah menjadi "teman setia" yang sulit dipisahkan dari keseharian anak-anak, bahkan sejak usia dini.
Namun, sebuah inovasi inspiratif dari SDN 64 Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, membuktikan bahwa solusi untuk mengurangi ketergantungan teknologi sebenarnya sudah ada di warisan budaya kita sendiri, yaitu permainan tradisional anak.
Baca Juga: Mendikdasmen Bolehkan Guru Berikan PR, Tapi Tak Boleh Kerjakan Soal, Harus Tugas Membaca Menulis
Hal tersebut sebagaimana dilansir dari kanal Hi! Pontianak di Kumparan.
Sekolah ini berhasil menghidupkan kembali berbagai permainan tradisional Indonesia yang hampir terlupakan, antara lain:
- Congklak: Permainan strategi menggunakan biji-bijian
- Tabak (Engklek): Permainan lompat kotak tradisional
- Ular Tangga: Permainan papan klasik yang mengajarkan nilai moral
- Dam-dam: Permainan strategi sederhana namun mengasah otak
- Catur: Permainan yang melatih kemampuan berpikir logis
Baca Juga: Contoh Jurnal Modul 3 Kode Etik Guru PPG 2025: Jadi Pendidik Berkarakter dan Profesional
Kepala sekolah SD tersebut, Lilis Utari, menjelaskan bahwa program menghidupkan kembali permainan tradisional ini bukan hanya sekadar aktivitas rekreasi.
Program ini merupakan strategi terencana untuk mengalihkan perhatian siswa dari layar gadget ke aktivitas yang lebih bermanfaat bagi perkembangan fisik, mental, dan sosial mereka.
Pendekatan ini terbukti efektif karena anak-anak antusias dan secara bertahap mulai mengurangi waktu bermain gadget mereka.
Kekayaan Permainan Tradisional Indonesia yang Terlupakan
Indonesia memiliki khasanah permainan tradisional yang sangat kaya dan beragam, namun sayangnya mulai terlupakan oleh generasi digital.
SDN 64 Sungai Raya berhasil menghidupkan kembali beberapa permainan klasik yang memiliki nilai edukatif tinggi.
Congklak, misalnya, bukan hanya permainan menggunakan biji-bijian sederhana, tetapi melatih kemampuan berhitung, strategi, dan kesabaran anak.
Permainan ini mengajarkan anak untuk berpikir beberapa langkah ke depan, sama seperti bermain catur.
Tabak atau yang lebih dikenal dengan nama Engklek, merupakan permainan lompat kotak yang sangat baik untuk mengembangkan keseimbangan dan koordinasi motorik anak.
Berbeda dengan permainan digital yang cenderung membuat anak duduk diam, Engklek mengharuskan anak bergerak aktif, melompat, dan menjaga keseimbangan tubuh.***



