POJOKSATU.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai pondasi utama.
Dalam membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan Kongres Rohis Nasional I di Jakarta, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, 12 November 2025.
Menurut Kamaruddin, pendidikan tidak boleh hanya fokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan moral dan tanggung jawab sosial.
“Anak-anak kita harus belajar untuk menjadi manusia yang punya karakter, empati, dan integritas,” ujar Kamaruddin.
Ia mencontohkan Inggris dan Jepang sebagai negara yang berhasil mengintegrasikan pendidikan moral ke dalam sistem pendidikan modern.
Di Inggris, pelajaran agama diajarkan secara terbuka dan kontekstual dengan topik-topik sosial seperti demokrasi, hak asasi manusia, dan keberagaman.
Sementara di Jepang, pendidikan moral sudah diterapkan sejak dini dengan tiga nilai utama yaitu mencintai diri sendiri, mencintai orang lain, dan mencintai lingkungan.
“Mereka tidak hanya mendidik anak untuk pintar, tapi juga untuk peduli dan menghargai sesama. Nilai-nilai moral ini diterapkan di sekolah maupun kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Baca Juga: Gawat! Ratusan Berkas Bermasalah, Ribuan PPPK Paruh Waktu Terancam Gagal Dilantik Tahun Ini
Kamaruddin juga menekankan bahwa guru berperan penting dalam membentuk karakter siswa melalui keteladanan dan kasih sayang.
“Guru yang mengajar dengan cinta bukan hanya mencerdaskan, Ia menumbuhkan jiwa dan karakter murid melalui teladan dan ketulusan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya moderasi beragama di era digital untuk menjaga kerukunan dalam keberagaman.
Menurutnya, sikap moderat menjadi nilai penting yang harus diajarkan sejak dini.
“Moderasi beragama harus menjadi nilai hidup yang dipraktikkan, bukan sekadar slogan,” imbuhnya.
Baca Juga: Guru Resah, TPG TW 3 dan TW 4 Belum Turun Padahal Akhir Tahun Kian Dekat
Kamaruddin menutup sambutannya dengan ajakan bagi pendidik dan pelajar untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan.
Dengan melalui pendidikan yang menumbuhkan cinta dan kemanusiaan.
“Mari jadikan pendidikan sebagai jalan untuk membangun peradaban yang berkarakter dan beradab,” pungkasnya. ***




