POJOKSATU.id - Universitas Tadulako atau disingkat UNTAD merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1981, Universitas Tadulako resmi berdiri sebagai universitas negeri mandiri pada 14 Agustus 1981.
Saat ini Universitas Tadulako dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng yang menjabat untuk periode 2023–2027.
Perjalanan berdirinya Universitas Tadulako melalui tiga tahapan sejarah penting, yakni masa sebagai perguruan tinggi swasta, masa menjadi perguruan tinggi cabang, hingga akhirnya menjadi universitas negeri yang berdiri sendiri.
Tahap pertama adalah periode Universitas Tadulako berstatus swasta pada tahun 1963 hingga 1966.
Kampus ini lahir dari swadaya masyarakat Sulawesi Tengah bahkan sebelum wilayah tersebut resmi menjadi provinsi.
Nama Tadulako sendiri memiliki makna pemimpin yang memiliki sifat-sifat keutamaan seperti adil, bijaksana, jujur, cerdas, berani, bersemangat, serta menjadi pengayom dan pembela kebenaran.
Baca Juga: Resep Bubur Candil Ubi Rambat yang Legit dan Hangat, Takjil Favorit Saat Berbuka Puasa
Universitas Tadulako pertama kali berdiri pada 8 Mei 1963 dengan rektor pertama Drh. Nasri Gayur.
Pada masa awal tersebut, universitas ini memiliki empat fakultas, yakni Fakultas Sosial Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Peternakan, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan jurusan Ilmu Hayat dan Ilmu Pendidikan.
Setelah mengalami perkembangan, ditambahkan satu fakultas lagi yaitu Fakultas Hukum sehingga total menjadi lima fakultas.
Tahap kedua merupakan periode cabang yang berlangsung pada 1966 hingga 1981.
Dalam periode ini, Universitas Tadulako menjadi cabang dari Universitas Hasanuddin berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan pada 1 Januari 1966.
Pada masa tersebut Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin memiliki empat fakultas yaitu Fakultas Peternakan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Sosial Politik.
Selain itu juga berdiri IKIP Ujung Pandang Cabang Palu yang memiliki tiga fakultas yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni, serta Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta.
Baca Juga: Sering Pusing Saat Bangun Tidur? Ternyata Ini 15 Penyebabnya, dari Dehidrasi hingga Gangguan Tidur
Upaya untuk menyatukan kedua perguruan tinggi cabang tersebut terus dilakukan oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemerintah daerah Sulawesi Tengah.
Pada tahun 1978 dibentuk Koordinatorium Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tengah.
Koordinatorium ini bertugas mengoordinasikan penggabungan perguruan tinggi cabang agar dapat berdiri sebagai universitas negeri mandiri.
Upaya tersebut akhirnya berhasil setelah pemerintah pusat menetapkan Universitas Tadulako sebagai perguruan tinggi negeri yang berdiri sendiri melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1981.
Baca Juga: Jokowi Turun Langsung Bagikan Sembako dan Uang Tunai ke Ratusan Tukang Becak di Solo Jelang Lebaran
Pada saat resmi berdiri sebagai universitas negeri, Universitas Tadulako memiliki lima fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Pertanian.
Dalam perkembangan selanjutnya, universitas ini terus berkembang dengan penambahan fakultas baru.
Salah satunya adalah Fakultas Teknik yang didirikan pada tahun 1993 berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Sejak berdiri sebagai perguruan tinggi negeri, Universitas Tadulako telah dipimpin oleh sejumlah rektor dari masa ke masa.
Beberapa di antaranya adalah Prof. Dr. H. A. Mattulada yang menjabat dua periode pada 1981–1985 dan 1985–1990, kemudian Prof. Dr. Musji Amal Pagiling pada periode 1990–1994, serta Prof. Drs. H. Aminuddin Ponulele pada periode 1994–1998.
Setelah itu kepemimpinan berlanjut kepada Drs. Moh. Abd. Rasyid pada periode 1998–2002, kemudian Drs. H. Sahabuddin Mustapa yang memimpin dua periode dari 2002 hingga 2011.
Kepemimpinan berikutnya dipegang oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir yang menjabat selama dua periode dari 2011 hingga 2019, dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ir. Mahfudz pada periode 2019–2023.
Memasuki era terbaru, Universitas Tadulako dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Amar untuk periode 2023–2027.
Baca Juga: Unhas dan BPOM Bangun Sinergi Hilirisasi Riset Kampus, Dorong Produk Kesehatan Berbasis Inovasi
Dalam rangka Dies Natalis ke-44, Universitas Tadulako juga menghadirkan film dokumenter berjudul “Tiga Pilar Universitas Tadulako” pada tahun 2025.
Film ini mengangkat perjalanan panjang berdirinya universitas tersebut sejak masa perintisan hingga menjadi salah satu perguruan tinggi besar di kawasan timur Indonesia.
Dokumenter ini juga menampilkan tokoh-tokoh penting yang berperan dalam perkembangan Universitas Tadulako, termasuk para pendiri, pemimpin, serta civitas akademika yang berkontribusi dalam membangun kampus tersebut.
Perjalanan panjang Universitas Tadulako menunjukkan bagaimana semangat masyarakat Sulawesi Tengah dalam membangun dunia pendidikan.
Dari kampus yang lahir dari swadaya masyarakat, kini UNTAD berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi negeri penting yang terus mencetak generasi penerus bangsa.***




