POJOKSATU.id - Universitas Sanata Dharma (USD) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Yogyakarta yang memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan Indonesia.

Kampus ini lahir dari semangat mencetak tenaga pendidik berkualitas sebelum akhirnya berkembang menjadi universitas dengan berbagai bidang keilmuan.

Perjalanan Universitas Sanata Dharma dimulai sejak tahun 1955.

Baca Juga: 3 Universitas Terbaik di Tasikmalaya Versi EduRank, Unsil Tempati Posisi Teratas Nama Penulis

Selama puluhan tahun, institusi ini mengalami beberapa kali perubahan bentuk, mulai dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), hingga resmi menjadi universitas seperti sekarang.

Berawal dari PTPG Sanata Dharma
Gagasan mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) muncul pada awal 1950-an atas inisiatif Prof. Moh. Yamin, S.H., yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari para imam Katolik Ordo Societas Jesus (Serikat Yesus/S.J.) yang telah mengelola sejumlah kursus pendidikan guru, di antaranya Kursus B1 Mendidik Yayasan De Britto di Yogyakarta yang dipimpin Pater H. Loeff, S.J. serta Kursus B1 Bahasa Inggris Yayasan Loyola di Semarang yang dikelola Pater W.J. Van der Meulen, S.J. dan Pater H. Bastiaanse, S.J.

Baca Juga: Chelsea Islan Umumkan Kelahiran Putri Pertama, Baby Clea Disebut Anugerah Terbesar dari Tuhan

Dengan dukungan Conggregatio de Propaganda Fide, Pater Kester selaku Superior Misionaris Serikat Yesus kemudian menggabungkan berbagai kursus tersebut menjadi Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Sanata Dharma.

PTPG Sanata Dharma resmi berdiri pada 20 Oktober 1955 dan memperoleh pengesahan pemerintah pada 17 Desember 1955.

Pada masa awal berdirinya, PTPG Sanata Dharma memiliki empat jurusan, yaitu Bahasa Inggris, Sejarah, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Mendidik.

Baca Juga: Profil Universitas Kuningan (UNIKU): Sejarah, Visi, Misi, Tujuan hingga Motto Kampus

Pimpinan Serikat Yesus menunjuk Pater Prof. Nicolaus Driyarkara, S.J. sebagai dekan pertama dengan Pater H. Loeff, S.J. sebagai wakil dekan.

Nama "Sanata Dharma" diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J. Istilah tersebut berasal dari kata "Sanyata Dharma" yang bermakna "kebaktian yang sebenarnya" atau "pelayanan yang nyata."

Semangat itu diwujudkan dalam pengabdian kepada tanah air dan gereja melalui semboyan "Pro Patria et Ecclesia."

Bertransformasi Menjadi FKIP Sanata Dharma

Menyesuaikan kebijakan pemerintah yang mengubah PTPG menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), pada November 1958 PTPG Sanata Dharma resmi berubah menjadi FKIP Sanata Dharma.

Baca Juga: Profil Universitas Pramita Indonesia: Sejarah, Fakultas, dan Program Studi yang Tersedia

Saat itu, FKIP Sanata Dharma menjadi bagian dari Universitas Katolik Indonesia Cabang Yogyakarta. Meski demikian, secara de facto kampus ini tetap menjalankan pengelolaan institusi secara mandiri.

Pada masa ini, FKIP Sanata Dharma berhasil memperoleh status "disamakan" dengan perguruan tinggi negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 1 Tahun 1961 yang kemudian diperkuat melalui Surat Keputusan Nomor 77 Tahun 1962.

Menjadi IKIP Sanata Dharma
Untuk memperjelas status kelembagaan, FKIP Sanata Dharma kemudian berubah menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Sanata Dharma berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 237/B-Swt/U/1965 yang mulai berlaku pada 1 September 1965.

Baca Juga: Isi Dompet

Selain menyelenggarakan Program Sarjana (S1), IKIP Sanata Dharma juga dipercaya pemerintah mengelola Program Diploma I, Diploma II, dan Diploma III untuk berbagai bidang, seperti Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

Program diploma tersebut kemudian ditutup pada tahun 1990 dan digantikan dengan pembukaan Program Diploma II Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Resmi Menjadi Universitas Sanata Dharma
Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan, IKIP Sanata Dharma resmi berubah menjadi Universitas Sanata Dharma berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46/D/O/1993 tanggal 20 April 1993.

Baca Juga: Mengapa Pencairan Tunjangan Guru Tidak Serentak? Ini Penjelasan Ditjen GTK Kemendikdasmen

Perubahan status ini menjadi tonggak penting dalam sejarah USD.

Selain tetap mempertahankan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), universitas juga mulai membuka berbagai fakultas baru untuk memperluas bidang keilmuan.

Saat ini, Universitas Sanata Dharma memiliki delapan fakultas dengan 25 Program Studi Sarjana (S1), satu Program Profesi, delapan Program Magister (S2), serta satu Program Doktor (S3).

Perkembangan kampus juga terlihat dari peningkatan sarana dan prasarana, mulai dari pembangunan gedung, laboratorium, perpustakaan, hingga penguatan sistem informasi, tata kelola administrasi, kualitas akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Prediksi Skor Prancis vs Inggris: Adu Gengsi Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026

Daftar Rektor Universitas Sanata Dharma
Sejak berdiri hingga saat ini, Universitas Sanata Dharma telah dipimpin oleh sejumlah rektor yang berperan penting dalam perkembangan institusi, yaitu:

Prof. Dr. N. Driyarkara, S.J. (1955–1967).

Drs. J. Drost, S.J. (1968–1976).

Prof. Dr. A.M. Kadarman, S.J. (1977–1984).

Drs. F.X. Danuwinata, S.J. (1984–1988).

Drs. A. Tutoyo, M.Sc. (1988–1993).

Dr. M. Sastrapratedja, S.J. (1993–2001).

Dr. Paulus Suparno, S.J., MST (2001–2006).

Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc. (2006–2014).

Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. (2014–2022).

Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D. (2022–sekarang).

Baca Juga: Prediksi Skor Spanyol vs Argentina: Penentu Raja Dunia, Tim Ini Ternyata Lebih Diunggulkan

Perjalanan panjang Universitas Sanata Dharma menunjukkan bagaimana sebuah institusi pendidikan mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasinya.

Berawal dari lembaga pendidikan guru, kini USD terus berkembang sebagai universitas yang berkontribusi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjaga semangat pelayanan yang telah menjadi identitasnya sejak awal berdiri.***