POJOKSATU.id - Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Indonesia Timur yang berlokasi di Manado, Sulawesi Utara.
Kampus ini lahir dari perjalanan panjang sejarah pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah yang dimulai sejak dekade 1950-an.
Setelah kemerdekaan Indonesia, kebutuhan akan pendidikan tinggi di berbagai daerah semakin meningkat.
Pada masa itu, masyarakat di daerah mulai memiliki keinginan kuat untuk menghadirkan perguruan tinggi sebagai sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di Sulawesi Utara, gagasan tersebut mulai terlihat dengan berdirinya Universitas Pinaesaan pada 1 Oktober 1954 di Tondano.
Baca Juga: Ziarah Ziarah
Perguruan tinggi ini pada awalnya hanya memiliki satu fakultas, yakni Fakultas Hukum.
Perkembangan pendidikan tinggi di wilayah tersebut semakin terlihat dengan berdirinya Universitas Permesta di Manado pada 23 September 1957.
Kehadiran kedua universitas swasta tersebut kemudian menjadi embrio lahirnya universitas negeri yang lebih besar di masa depan.
Meski demikian, keberadaan perguruan tinggi swasta tersebut masih dianggap belum mampu memenuhi harapan masyarakat.
Para tokoh militer, sipil, dan kalangan cendekiawan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah kemudian berinisiatif untuk memperjuangkan berdirinya perguruan tinggi negeri yang menjadi kebanggaan masyarakat di kawasan itu.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan berdirinya Perguruan Tinggi Manado (PTM) pada 1 Agustus 1958.
Baca Juga: IKIAD Karawang Bagi Ratusan Takjil di Depan Gedung DPRD
Saat itu PTM memiliki empat fakultas sebagai dasar pembentukannya, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sastra, dan Fakultas Tatapraja.
Tidak lama kemudian, pada Oktober 1958, nama PTM diubah menjadi Universitas Sulawesi Utara-Tengah yang disingkat UNSUT.
Namun statusnya masih tetap sebagai perguruan tinggi swasta. Pada tahun 1960, nama universitas kembali mengalami perubahan menjadi Universitas Sulawesi Utara dan Tengah dengan singkatan UNISUT.
Perjalanan menuju status universitas negeri akhirnya tercapai pada 4 Juli 1961 setelah keluarnya Keputusan Menteri PTIP Nomor 22 Tahun 1961.
Sejak saat itu, UNISUT resmi menjadi universitas negeri dengan lima fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Dalam periode 1961 hingga 1965, universitas tersebut kembali menggunakan singkatan baru yakni UNSULUTTENG, yang juga merujuk pada Universitas Sulawesi Utara dan Tengah.
Perubahan besar kemudian terjadi pada 14 September 1965 ketika Presiden Republik Indonesia mengesahkan nama baru universitas ini melalui Keputusan Presiden Nomor 277 Tahun 1965.
Melalui keputusan tersebut, universitas negeri di Manado ini resmi bernama Universitas Sam Ratulangi yang disingkat UNSRAT.
Pada saat itu universitas memiliki tujuh fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sosial Politik, serta Fakultas Teknik.
Perkembangan UNSRAT terus berlanjut. Fakultas Sastra yang sebelumnya berstatus swasta kemudian bergabung dengan universitas ini.
Pada tahun 1966, universitas kembali menambah fakultas baru yaitu Fakultas Perikanan yang awalnya berkedudukan di Tahuna sebelum akhirnya dipindahkan ke Manado pada tahun 1969.
Fakultas ini kemudian berkembang menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada tahun 1996.
Perluasan bidang keilmuan terus dilakukan. Pada tahun 1985 didirikan Program Pascasarjana sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.
Baca Juga: Praperadilan Gus Yaqut Memanas, Mahfud MD: Pimpinan KPK Tak Berwenang Tetapkan Tersangka
Selanjutnya, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berdiri pada tahun 1998.
Perkembangan terbaru terjadi pada tahun 2009 ketika Fakultas Kesehatan Masyarakat resmi berdiri setelah memperoleh persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Dengan demikian, Universitas Sam Ratulangi kini memiliki sebelas fakultas serta satu program pascasarjana.
Sebelas fakultas tersebut meliputi Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Juga ada Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Sastra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Nama Universitas Sam Ratulangi diambil dari tokoh pahlawan nasional asal Minahasa, Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi yang akrab disapa Sam Ratulangi.
Baca Juga: BGN Bongkar Dugaan Monopoli Bahan Pangan di 9 Dapur MBG Pekanbaru dan Beri Ultimatum Keras
Ia lahir di Tondano pada 5 November 1890 dan dikenal sebagai pejuang kemerdekaan serta pemikir besar dari Sulawesi Utara. Sam Ratulangi wafat pada 30 Juni 1949 di Jakarta.
Penggunaan nama Sam Ratulangi diharapkan dapat menginspirasi seluruh civitas akademika universitas tersebut untuk meneladani nilai perjuangannya.
Falsafah hidupnya yang terkenal, “Si Tou Timou Tumou Tou”, memiliki makna bahwa manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.
Dengan sejarah panjang dan semangat perjuangan yang diwariskan Sam Ratulangi, Universitas Sam Ratulangi terus berkembang sebagai pusat pendidikan dan pengabdian bagi masyarakat.
Nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi falsafahnya diharapkan tetap hidup dalam setiap langkah generasi akademik yang lahir dari kampus ini.***




