POJOKSATU.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Kampus ini tidak bisa dilepaskan dari berdirinya IKIP Ujung Pandang yang dikenal sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Awalnya, lembaga ini merupakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Baca Juga: Sosok Besbarini di Balik Perjalanan Vidi Aldiano, Ibu yang Setia Menguatkan hingga Akhir
Pembentukannya merujuk pada Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang berlaku pada periode 1 Agustus 1961 hingga 31 Agustus 1964.
Perjalanan institusi ini kemudian mengalami beberapa perubahan status.
Pada periode September 1964 hingga Januari 1965, lembaga tersebut berstatus sebagai IKIP Yogyakarta Cabang Makassar.
Perubahan ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 154 Tahun 1965.
Selanjutnya, pada 5 Januari 1965 hingga 3 Agustus 1999, lembaga ini berdiri secara mandiri dengan nama IKIP Makassar.
Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 272 Tahun 1965 tertanggal 5 Januari 1965.
Seiring waktu, perubahan nama daerah juga memengaruhi nama institusi ini.
Sejak 1 April 1972, IKIP Makassar berubah menjadi IKIP Ujungpandang.
Perubahan ini mengikuti kebijakan pemerintah yang saat itu mengganti nama Kotamadya Makassar menjadi Kotamadya Ujungpandang.
Perubahan besar kembali terjadi pada 4 Agustus 1999. Pada tanggal tersebut, status IKIP Ujungpandang resmi berubah menjadi universitas dengan nama Universitas Negeri Makassar.
Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 93 Tahun 1999.
Sejak saat itu, UNM berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang berperan penting dalam pengembangan pendidikan, sains, teknologi, dan seni di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Dalam perjalanannya, UNM memiliki visi untuk menjadi pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berwawasan kependidikan dan kewirausahaan.
Baca Juga: Paripurna HUT Madina ke 27 Minim Kehadiran Kepala OPD di Tengah Isu Kadis Mundur Berjamaah
Untuk mewujudkan visi tersebut, UNM menjalankan berbagai misi strategis.
Salah satunya adalah menyelenggarakan kegiatan Tridharma perguruan tinggi guna menghasilkan sumber daya manusia profesional di bidang kependidikan maupun nonkependidikan yang memiliki semangat kewirausahaan.
Selain itu, UNM juga berupaya menciptakan iklim akademik yang kondusif dengan menerapkan prinsip tata kelola universitas yang baik atau good university governance.
Tak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, UNM juga aktif memberikan layanan kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bangsa, dan negara.
Di sisi lain, pengembangan jejaring kerja sama juga menjadi perhatian penting bagi kampus ini. UNM terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, maupun berbagai lembaga di tingkat nasional dan internasional.
Baca Juga: Unhas dan BPOM Bangun Sinergi Hilirisasi Riset Kampus, Dorong Produk Kesehatan Berbasis Inovasi
Perjalanan panjang Universitas Negeri Makassar menunjukkan bagaimana sebuah institusi pendidikan dapat berkembang melalui berbagai perubahan zaman.
Dari sebuah fakultas keguruan hingga menjadi universitas negeri yang berperan penting, UNM terus melangkah membawa semangat pendidikan bagi generasi masa depan.***




