POJOKSATU.id - Universitas Nasional PASIM memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Cikal bakal kampus ini bermula dari berdirinya Yayasan Pendidikan PASIM (YAPASIM) pada 11 Juni 1996 yang disahkan melalui akta notaris Nomor 41 di hadapan notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH.

Sejak awal, YAPASIM dibentuk sebagai lembaga pengelola pendidikan tinggi untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

Tak lama setelah berdiri, YAPASIM mengajukan izin pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) PASIM kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga: Konten Edukasi Bisa Viral? Ini Faktor Penentu yang Sering Diremehkan Kreator

Permohonan tersebut disetujui melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 80/D/0/1996 tertanggal 4 Desember 1996, dengan dua jurusan utama, yakni Manajemen dan Akuntansi.

Perkembangan teknologi informasi yang pesat di Indonesia mendorong YAPASIM kembali memperluas perannya.

Untuk merespons kebutuhan masyarakat di bidang informatika dan komputer, YAPASIM mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) PASIM.

Berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 164/D/0/2000 tanggal 23 Agustus 2000, STMIK PASIM resmi berdiri dan melengkapi keberadaan STIE PASIM di bawah naungan YAPASIM.

Baca Juga: BRIN Akselerasi Transformasi Ekosistem Riset Sosial Humaniora lewat Rumah Program 2026

Keinginan pendiri YAPASIM untuk mengelola universitas sempat terhambat kebijakan moratorium pendirian universitas baru.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah.

Pada 25 September 2006, pengelolaan Universitas Nasional Bandung secara resmi diserahkan kepada pendiri YAPASIM, sebagaimana tertuang dalam akta notaris Nomor 25 di hadapan Notaris R. Sabar Partakoesoema, SH., MH.

Setelah berada di bawah pengelolaan YAPASIM, diajukanlah perubahan nama Universitas Nasional Bandung menjadi Universitas Nasional PASIM.

Pengajuan ini disetujui melalui SK Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 172/D/0/2007 tertanggal 6 September 2007.

Baca Juga: SMPN 2 Karawang Timur Borong 24 Piala, Dukati Juara Umum LKBB Jabar

Sejak saat itu, Universitas Nasional PASIM atau Unas PASIM resmi beroperasi dan berlokasi di Jalan Dr. Djundjunan No. 167 Bandung.

Universitas Nasional PASIM menaungi empat fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dengan program studi Manajemen, Akuntansi, dan Diploma Tiga Manajemen Perpajakan.

Fakultas Ilmu Komputer menyelenggarakan program Teknik Informatika dan Manajemen Informatika.

Fakultas Psikologi membuka program Sarjana Psikologi, sementara Fakultas Sastra menaungi Sastra Jepang dan Diploma Tiga Sastra Inggris.

Seiring penataan kelembagaan, STIE PASIM dan STMIK PASIM kemudian dipindahkan ke Kota Sukabumi.

Baca Juga: Tanggal 15 Jadi Penentu TPG Guru, Ini Arti Cut-Off Data yang Wajib Dipahami Sejak Sekarang

Dalam arah pengembangannya, Universitas Nasional PASIM menetapkan visi menjadi perguruan tinggi yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul di bidang keilmuan berbasis sistem informasi pada tingkat nasional.

Visi ini menegaskan komitmen kampus dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap bersaing di dunia usaha dan industri di seluruh Indonesia hingga tahun 2027.

Misi dan tujuan UNAS PASIM dijalankan melalui penyelenggaraan pendidikan berbasis sistem informasi, penelitian bermutu, pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan akses pendidikan bagi anak bangsa yang memiliki potensi namun terbatas secara ekonomi.

Melalui langkah-langkah ini, Universitas Nasional PASIM terus meneguhkan perannya sebagai institusi pendidikan yang tumbuh bersama kebutuhan zaman dan harapan masyarakat.

Baca Juga: Carry Over TPG Masih Ada di 2026? Ini Penyebab CO dan Jalur Pembayarannya yang Berbeda

Di balik perjalanan panjang tersebut, UNAS PASIM berdiri sebagai simbol kegigihan dunia pendidikan dalam beradaptasi dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

PASIM juga menghadirkan harapan bahwa kampus bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang membangun peradaban dan daya saing bangsa. ***