POJOKSATU.id - Universitas Muria Kudus atau UMK menjadi salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Jawa Tengah yang memiliki perjalanan sejarah cukup panjang.
Kampus yang kini menyandang predikat akreditasi Unggul itu ternyata berawal dari sebuah akademi kecil yang berdiri sejak era 1960-an.
Perjalanan UMK dimulai dari berdirinya Akademi Pimpinan Perusahaan atau APP Kudus pada tahun 1963.
Baca Juga: KDM Beri Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung Usai Juara Super League
Saat itu, Catur Tunggal Kudus yang kini dikenal sebagai Muspida mendirikan APP bersama Sekolah Tinggi Agama Islam atau STAI Kudus.
APP dipimpin oleh Supirman SH. Namun sayangnya, akademi tersebut belum memperoleh izin resmi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sehingga keberadaannya belum diakui secara formal meski kegiatan perkuliahan tetap berjalan hingga tahun 1966.
Berlanjut ke Fakultas Ekonomi Undip Cabang Kudus
Baca Juga: Disperindag Jabar Gelar Pasar Murah Jelang Iduladha, Kebutuhan Pokok Dijual dengan Harga Terjangkau
Setelah APP tidak mendapatkan pengakuan, muncul prakarsa baru untuk menghadirkan pendidikan tinggi di Kudus.
Pada 10 Agustus 1967, Rustam Santiko yang saat itu menjabat Kapolres Kudus menggagas berdirinya Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Cabang Kudus.
Fakultas ini dipimpin Drs. Sutomo sebagai dekan dan Makmunhadi SH sebagai sekretaris.
Namun lagi-lagi, izin pengakuan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan belum berhasil diperoleh.
Lahirnya STE Kudus
Baca Juga: Perkuat Jargon 'Jagoan Sinyal Se-Indonesia' SMARTFREN Gelar Fun Run 2026 di Lampung
Di tahun yang sama, yayasan penyelenggara kemudian mendirikan Sekolah Tinggi Ekonomi Kudus atau STE Kudus dengan Jurusan Ekonomi Perusahaan.
Nah, kali ini STE Kudus berhasil mendapatkan izin resmi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan status terdaftar.
Pada periode 1970 hingga 1980, STE Kudus dipimpin Suwarno SH sebagai dekan dan Soegito MW BSc sebagai sekretaris.
Meski demikian, perkembangan STE Kudus saat itu dinilai belum terlalu menggembirakan sehingga muncul gagasan besar mendirikan universitas swasta baru di wilayah Jawa Tengah.
Baca Juga: Beli Rumah Tanpa KPR Bank Kini Makin Diminati, Ini Skema Pembayaran yang Banyak Dipakai Developer
Bagian dari Universitas Kembar Lima
Pada Maret 1980, Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I Golkar Jawa Tengah menggagas pendirian lima universitas swasta di beberapa wilayah Jawa Tengah.
Program ini dikenal dengan nama Universitas Kembar Lima yang terdiri dari:
Universitas Muria Kudus di Kudus
Universitas Tidar Magelang
Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto
Universitas Pancasakti Tegal
UMK resmi berdiri setelah Kopertis Wilayah V Jawa Tengah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 029/K/Kep/VI/1980 pada 9 Juni 1980.
Baca Juga: Strategi Free Biaya Rumah Subsidi Bisa Jadi Bumerang bagi Developer, Kok Bisa?
Kemudian, Universitas Muria Kudus diresmikan secara resmi pada 12 Juni 1980.
Perkembangan Fakultas dan Program Studi
Saat pertama berdiri, UMK memiliki tiga fakultas utama yaitu:
Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen
Fakultas Hukum Jurusan Ilmu Hukum
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Baca Juga: Muhammad Firdaus Hilang 8 Hari di Makkah Ketika Tawaf, Dishalatkan Ribuan Orang di Masjidil Haram
FKIP kala itu memiliki dua jurusan, yakni Bimbingan dan Konseling serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Perkembangan UMK terus berjalan. Pada 1982 dibuka Fakultas Pertanian dengan Jurusan Budidaya Pertanian.
Lalu pada 1997 hadir Fakultas Teknik dengan Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Elektronika Diploma III.
Memasuki era 2000-an, UMK semakin berkembang dengan membuka berbagai program studi baru seperti:
Baca Juga: Muhammad Firdaus Hilang 8 Hari di Makkah Ketika Tawaf, Dishalatkan Ribuan Orang di Masjidil Haram
Magister Manajemen
Akuntansi
Teknik Elektro
Teknik Informatika
Magister Ilmu Hukum
PGSD
Teknik Mesin S1
Pendidikan Dasar S2
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Teknik Industri
Pendidikan Matematika
Baca Juga: Tersangka Bukan Pacar Anggi Korban Pembunuhan di Yasmin, Keluarga Berharap Febry Dihukum Mati
UMK juga terus meningkatkan kualitas akademik melalui akreditasi berbagai program studi.
Rebranding UMK dan Hadirnya Maskot WIRA
Pada Dies Natalis ke-43 tanggal 12 Juni 2023, UMK melakukan rebranding identitas visual kampus.
Kampus ini memperkenalkan lambang baru dengan tagline “Dignity, Quality, Integrity” sebagai representasi nilai dan karakter universitas.
Baca Juga: Tersangka Bukan Pacar Anggi Korban Pembunuhan di Yasmin, Keluarga Berharap Febry Dihukum Mati
Tidak hanya logo, desain toga wisuda dan almamater UMK juga diperbarui agar tampil lebih modern dan elegan.
Kemudian pada Dies Natalis ke-45 tahun 2025, UMK meluncurkan maskot baru bernama “WIRA”.
Maskot berbentuk Elang Putih Pegunungan Muria itu melambangkan keberanian, integritas, dan visi luas generasi muda UMK.
Nama WIRA sendiri memiliki arti berani yang mencerminkan semangat mahasiswa menghadapi tantangan zaman.
Raih Akreditasi Unggul
Baca Juga: TPG Mei 2026 Belum Cair? Ternyata Dana yang Masuk Adalah TPG Susulan, Ini Jadwal Terbarunya
Pencapaian besar berhasil diraih UMK pada akhir tahun 2025 setelah memperoleh predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT.
Pengakuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan BAN-PT Nomor 2727/SK/BAN-PT/Ak/PT/IX/2025 yang berlaku hingga tahun 2030.
Predikat ini menjadi salah satu capaian tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia dan memperkuat posisi UMK sebagai kampus unggulan di Jawa Tengah.
Baca Juga: Puasa Idul Adha 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap 1–9 Dzulhijjah dan Bacaan Niatnya
Sejak berdiri tahun 1980 hingga sekarang, UMK telah dipimpin sejumlah rektor yang turut membawa perkembangan kampus hingga menjadi seperti saat ini.
Perjalanan panjang UMK menunjukkan bahwa sebuah institusi besar tidak lahir secara instan.
Dari perjuangan mencari pengakuan hingga akhirnya meraih predikat unggul, semuanya menjadi bukti bahwa ketekunan dan visi pendidikan yang kuat mampu membawa perubahan besar bagi generasi masa depan.***




