POJOKSATU.id - Perjalanan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) ternyata memiliki akar sejarah yang cukup panjang.
Gagasan mendirikan yayasan pendidikan tinggi Katolik bahkan telah muncul sejak masa Perang Dunia I sekitar 1914-1919.
Kala itu, banyak lulusan HBS atau Hogere Burger School, yang setara sekolah menengah atas, mengalami kendala untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke Nederland karena situasi dan hambatan transportasi menuju Eropa.
Memasuki dekade 1950-an, perkembangan pendidikan tinggi Katolik di Indonesia semakin terlihat.
Periode tersebut kemudian dikenal sebagai “Era Kebangkitan Perguruan Tinggi Katolik”.
Yayasan Widya Mandala Berdiri pada 1958
Momentum penting terjadi pada 1958. Setelah beberapa universitas Katolik berdiri di berbagai kota di Indonesia, Mgr. J. Klooster, CM selaku Uskup Surabaya mendirikan Yayasan Widya Mandala.
Nama Widya Mandala sendiri memiliki makna yang erat dengan dunia pendidikan.
Widya Mandala berasal dari bahasa Jawa kuno.
Kata “Mandala” berarti gedung atau tempat dalam pengertian yang tidak hanya bersifat fisik, sedangkan “Widya” berarti sarjana.
Karena itu, Widya Mandala dapat dimaknai sebagai tempat pendidikan untuk orang bijaksana dan sukses atau sarjana. Ada pula yang menyederhanakan maknanya sebagai tempat atau wadah ilmu pengetahuan.
Yayasan Widya Mandala Surabaya didirikan dengan tujuan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.
Caranya dilakukan melalui penyelenggaraan, pemeliharaan, dan pengembangan perguruan tinggi sehingga dapat membentuk manusia Indonesia yang bermoral, berpendidikan, serta memiliki pengetahuan tinggi.
20 September 1960 Jadi Hari Jadi UKWMS
Perjalanan tersebut kemudian memasuki babak baru dengan ditetapkannya 20 September 1960 sebagai hari jadi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Saat pertama kali berdiri, UKWMS hanya memiliki satu fakultas dan berlokasi di Jalan Dr. Soetomo, Surabaya.
Perkembangannya dari waktu ke waktu terbilang cukup panjang. Kini UKWMS memiliki sepuluh fakultas, program pascasarjana jenjang S2 dan S3, serta Akademi Sekretari jenjang D3.
Kegiatan universitas dijalankan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, serta Pengabdian kepada Masyarakat.
Kini Memiliki Lima Gedung Kampus
Sebagai salah satu universitas swasta tertua di Surabaya, UKWMS mengembangkan sejumlah lokasi kampus untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Kampus utama berada di Jalan Dinoyo 42-44.
Lokasi ini menjadi tempat Fakultas Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Kewirausahaan, dan Fakultas Vokasi.
Kampus kedua berada di Jalan Kalijudan 37.
Fakultas Teknik serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjalankan kegiatan akademiknya di lokasi tersebut.
Sementara itu, Sekolah Pascasarjana menempati kampus ketiga yang beralamat di Jalan Dinoyo 48.
Perkembangan fasilitas kembali terlihat dengan hadirnya Integrated and Comprehensive Health Sciences Campus di Jalan Raya Kalisari Selatan 1, Pakuwon City.
Gedung tersebut merupakan kampus terbaru yang diresmikan pada 2013.
Konsep pembelajarannya mengusung metode terpadu lintas ilmu kesehatan.
Di kampus keempat tersebut terdapat Fakultas Farmasi, Fakultas Psikologi, Fakultas Keperawatan, Fakultas Filsafat, dan Fakultas Kedokteran.
Selain empat lokasi tersebut, UKWMS juga memiliki kampus kelima yang berada di Jalan Manggis 15-17, Madiun.
Visi UKWMS Menekankan Dampak Positif bagi Sesama
Dalam menjalankan pendidikan tinggi, UKWMS memiliki visi yang menjadi arah pengembangan komunitas akademiknya.
“Terbentuknya komunitas akademik yang reflektif, kreatif, dan berdampak positif bagi peningkatan kehidupan sesama, serta dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila dan prinsip-prinsip Katolik.”
Visi tersebut menempatkan komunitas akademik bukan hanya sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memberikan dampak positif bagi kehidupan sesama.
Misi Menggabungkan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian
Misi universitas juga menekankan keterhubungan antara proses pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu yang terintegrasi dengan pengabdian kepada masyarakat dalam upaya menghasilkan lulusan yang profesional, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, bermoral, terbuka terhadap perubahan dan perkembangan serta memiliki solidaritas yang tinggi, dengan memperhatikan pelayanan dan pengabdian kepada golongan yang lemah.”
Melalui misi tersebut, UKWMS menempatkan kualitas lulusan sekaligus kepedulian terhadap masyarakat sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan.
PeKA Jadi Nilai Keutamaan
Ada pula nilai keutamaan yang menjiwai penyelenggaraan universitas, yaitu Peduli, Komit, Antusias (PeKA).
Nilai tersebut menjadi bagian dari karakter yang ingin dibangun dalam lingkungan akademik UKWMS.
Selain visi, misi, dan nilai keutamaan, identitas universitas juga tercermin melalui lambangnya.
Lambang UKWMS memiliki sejumlah unsur dengan makna masing-masing.
Bola dunia dan buku yang berada di pusat lambang menggambarkan kesemestaan ilmu pengetahuan.
Burung merpati melambangkan kehadiran Roh Kudus serta Roh Kebijaksanaan dan pengetahuan.
Sementara salib melambangkan cinta kasih dan semangat pengorbanan.
Segilima yang mengelilingi seluruh unsur lambang menggambarkan Pancasila.
Warna kuning memiliki makna keluhuran jiwa.
Warna merah dan putih melambangkan keberanian serta ketulusan untuk menggali dan menyingkapkan kebenaran ilmiah.
Sementara warna biru menggambarkan kedalaman dan luasnya ilmu pengetahuan yang tidak terbatas.
Pada bagian piala terdapat lingkaran segilima bertuliskan UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA.
Unsur tersebut melambangkan wadah atau tempat ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.
Secara keseluruhan, lambang tersebut menggambarkan universitas sebagai wadah dunia ilmu pengetahuan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta dijiwai semangat kehidupan Katolik.
Dari Satu Fakultas hingga Berkembang Luas
Jika melihat perjalanan UKWMS sejak awal, perubahan yang terjadi memang cukup besar.
Universitas yang pada 1960 hanya memiliki satu fakultas kini telah berkembang dengan sepuluh fakultas, pendidikan pascasarjana S2 dan S3, serta Akademi Sekretari D3.
Pengembangan lokasi kampus juga membuat kegiatan pendidikan tidak hanya terpusat di satu tempat.
Mulai dari kampus utama di Dinoyo, Kalijudan, hingga kawasan Pakuwon City dan Madiun, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang UKWMS.
Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana sebuah lembaga pendidikan terus beradaptasi dan memperluas perannya.
Dari gagasan pendidikan tinggi yang telah muncul sejak awal abad ke-20, kemudian berkembang melalui Yayasan Widya Mandala pada 1958, hingga berdirinya UKWMS pada 1960.***




