POJOKSATU.id - Keberadaan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Ishlah Bobos Cirebon tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang Pondok Pesantren Bobos Cirebon yang telah berdiri sejak tahun 1850.
Pesantren ini memiliki andil besar dalam pembangunan sumber insani yang kafah, membentuk generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.
Untuk menjawab tuntutan zaman yang terus bergerak, Pondok Pesantren Bobos kemudian membentuk Yayasan Pendidikan Al-Ishlah pada tahun 1974.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan lembaga pendidikan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Seiring waktu, tuntutan masyarakat terhadap kiprah pondok pesantren semakin luas.
Baca Juga: Resep Es Cendol Segar untuk Berbuka Puasa, Manis, Gurih, dan Bikin Nagih
Pesantren diharapkan mampu melahirkan sumber daya insani yang unggul, berintegritas, serta kompetitif menghadapi tantangan global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai syariah Islam. Nah, di sinilah tantangan itu terasa semakin nyata.
Melalui Yayasan Al-Ishlah, Pondok Pesantren Bobos dituntut untuk terus melakukan pengembangan dan pemberdayaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Upaya ini tidak sekadar menjaga eksistensi, tetapi juga memastikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Dalam konteks tersebut, pendirian Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) dipandang sebagai jawaban atas dinamika masyarakat.
Selain menjadi respons atas kebutuhan pendidikan tinggi berbasis ekonomi syariah, kehadiran STEI juga memperkuat pengabdian Pondok Pesantren Al-Ishlah Bobos kepada masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga: Ugal-ugalan Lawan Arus di Gunung Sahari, Mobil Tabrak Sejumlah Kendaraan hingga Diamuk Massa
STEI Al-Ishlah Cirebon resmi didirikan pada 8 Agustus 2005 melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI No.Dj.II/535 A/05 tanggal 8 Agustus 2005.
Sejak 2005 hingga 2015, STEI Al-Ishlah menyelenggarakan satu program studi, yaitu Ekonomi Syariah.
Pada tahun 2015, Program Studi Ekonomi Syariah berhasil meraih akreditasi B (baik) dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 773/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2015.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mutu penyelenggaraan pendidikan terus mengalami peningkatan.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2016 STEI Al-Ishlah menambah dua program studi baru, yaitu Program Studi Perbankan Syariah dan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah.
Baca Juga: Rahasia Lolos Mutasi PNS! Begini Cara Daftar di Portal ASN Karier agar Cepat Disetujui
Penambahan program studi serta peningkatan peringkat akreditasi dari sebelumnya C menjadi B menunjukkan semakin baiknya pengelolaan dan kualitas akademik yang dijalankan.
Makna Filosofis Lambang STEI Al-Ishlah
STEI Al-Ishlah juga memiliki lambang yang sarat makna filosofis.
Garis lengkung yang membentuk lima sudut melambangkan Rukun Islam.
Satu untai padi dan kapas melambangkan kesucian dan perekonomian.
Konfigurasi kubah masjid yang dibentuk oleh lengkungan padi dan kapas yang diikat dengan pita melambangkan kesejahteraan umat, kesatuan dan persatuan aqidah Islamiah.
Al-Qur’an yang berada di posisi tengah menegaskan bahwa kitab suci menjadi sumber dari segala sumber hukum Islam, sekaligus titik pusat yang menjiwai seluruh disiplin ilmu.
Kitab Al-Qur’an yang terbuka melambangkan dasar keilmuan Islam.
Baca Juga: Menu MBG Kembali Basi, Kepala SD Muhammadiyah 1 Temanggung Tegas Menolak Jadi Penerima
Tiga simpul pada pangkal padi dan kapas melambangkan kesatuan Iman, Islam dan Ihsan.
Warna dasar hijau daun mencerminkan kedamaian, sementara warna kuning emas melambangkan kemuliaan, kebesaran jiwa, dan kejayaan.
Gapura, gunung, sawah, laut dengan udang melambangkan wilayah Cirebon, Jawa Barat.
Tulisan STEI yang diikuti tulisan Al-Ishlah Cirebon menunjukkan identitas nama dan tempat berdirinya lembaga.
Visi Menuju 2027
STEI Al-Ishlah menetapkan visi: ”Menjadi Perguruan Tinggi yang Bermutu, Mandiri dan Berdaya Saing dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Tingkat Nasional Tahun 2027”.
Visi ini menjadi arah perjuangan untuk menghadirkan perguruan tinggi yang unggul dalam tata kelola, mandiri dalam pengembangan, dan mampu bersaing secara nasional di bidang ekonomi syariah.
Baca Juga: Saat Rumah Kosong Ditinggal Umrah, Api Melahap Aspol Pekanbaru, Kendaraan Mewah Jadi Korban
Misi yang Dijalankan
Untuk mewujudkan visi tersebut, STEI Al-Ishlah menjalankan beberapa misi, yaitu:
Menyelenggarakan penguatan tata kelola berdasarkan tata kelola perguruan tinggi yang baik (good governance), mengembangkan kelembagaan, meningkatkan kualitas SDM dan sarana prasarana.
Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran ekonomi syariah yang berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia industri.
Menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi yang berkeadilan, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan IPTEKS yang berfokus pada program pengembangan ekonomi syariah.
Menyelenggarakan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha dan industri, serta pemangku kepentingan lainnya pada tingkat nasional dan internasional.
Baca Juga: 5 Tips Pilih AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Kamar Tidur
Tujuan yang Ingin Dicapai
Tujuan yang hendak diwujudkan meliputi penguatan tata kelola yang baik, pengembangan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM dan sarana prasarana.
Selain itu, STEI Al-Ishlah menargetkan lahirnya lulusan ekonomi syariah yang kompeten dan mampu bersaing di dunia industri.
Tridharma perguruan tinggi yang berkeadilan, berkesetaraan, dan relevan dengan perkembangan IPTEKS juga menjadi fokus utama.
Kerja sama nasional dan internasional dengan berbagai pihak turut menjadi tujuan strategis guna memperkuat posisi institusi di tingkat yang lebih luas.
Perjalanan dari pesantren yang berdiri sejak 1850 hingga menjadi perguruan tinggi ekonomi syariah yang berakreditasi B bukanlah proses instan.
Ada sejarah panjang, kerja keras, dan komitmen yang terus dijaga.
Dengan visi 2027 di depan mata, STEI Al-Ishlah Cirebon seolah menegaskan satu hal: tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan, demi mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.***




