POJOKSATU.id - SMK Kesehatan Airlangga berdiri sejak tahun ajaran 2013/2014 sebagai bagian dari komitmen Yayasan Airlangga dalam berkontribusi menyediakan calon tenaga kesehatan yang andal, kompeten, terampil, dan kompetitif.

Awalnya, Yayasan Airlangga merencanakan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), mengingat sebelumnya telah lebih dari 10 tahun mengelola Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) di Balikpapan.

Namun, karena berbagai pertimbangan, rencana tersebut belum dapat terealisasi dan kemudian diwujudkan dalam bentuk SMK Kesehatan.

Sejak awal berdiri, SMK Kesehatan Airlangga mendapat banyak dukungan dari tim kesehatan serta berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Puasa Sambil Diet Tetap Berhasil, Ini Panduan Menu Sehat Saat Sahur dan Berbuka

Kepala sekolah pertama dijabat oleh Suprijadi pada 2013 hingga akhir 2014.

Kepemimpinan selanjutnya diemban oleh Alim Akbar sejak Januari 2015 hingga wafat pada September 2015.

Kekosongan kepemimpinan kemudian diisi oleh Agung Sakti Pribadi yang saat itu menjabat Ketua BPH Yayasan Airlangga.

Beliau memimpin SMK Kesehatan Airlangga sekaligus SMK Airlangga Balikpapan pada periode 2015–2017.

Pada masa inilah dilakukan banyak perubahan signifikan, mulai dari pemenuhan sarana prasarana hingga penetapan dan pemantapan Sebelas Character Building yang hingga kini menjadi salah satu sasaran mutu sekolah.

Baca Juga: Heboh Gaji ASN Naik 8 Persen dan Pensiunan Naik 12 Persen, Begini Fakta Sebenarnya

Desember 2017 menjadi titik penting bagi SMK Kesehatan Airlangga ketika Yayasan Pendidikan Airlangga merombak seluruh struktur kepala divisi, termasuk kepala sekolah.

Melalui proses fit and proper test, Firmansyah ditetapkan sebagai kepala sekolah untuk periode 2018–2022 dan kembali diamanahkan secara definitif untuk periode 2022–2026.

Dalam menjalankan tugasnya, Firmansyah didampingi oleh Aristha Dwika sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum serta Dina Dwi Banowati sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, yang kemudian digantikan oleh Anisa Septiani pada akhir 2022.

Dari sisi mutu, SMK Kesehatan Airlangga telah meraih Akreditasi A dari BAN-S/M pada periode 2017–2022 melalui SK Nomor 05/BAP-SM/HKIII/2017, serta kembali mempertahankan Akreditasi A untuk periode 2023–2026 dengan SK Nomor 477/BAN-SM/SK/2023.

Prestasi lainnya diraih pada tahun 2022, ketika SMK Kesehatan Airlangga dipercaya menerima program bantuan SMK Pusat Keunggulan dari Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jenderal SMK pada program keahlian Asisten Keperawatan dan Caregiver berdasarkan SK Dirjen Vokasi Kemdikbud Ristek Nomor 12/D/O/2022.

Saat ini, SMK Kesehatan Airlangga menyelenggarakan tiga program keahlian utama, yaitu Asisten Keperawatan dan Caregiver, Teknologi Laboratorium Medik atau Analis Kesehatan, serta Farmasi Klinis dan Komunitas.

Ketiga program tersebut dirancang untuk mempersiapkan peserta didik menjadi tenaga kesehatan terampil dengan wawasan nasional dan internasional, serta dibekali keterampilan penunjang sesuai kebutuhan dunia kerja.

Dengan visi menghasilkan lulusan SMK Kesehatan yang unggul di bidang healthpreneurship, berkarakter Pancasila, dan menguasai IPTEK di tingkat nasional tahun 2026, SMK Kesehatan Airlangga terus melangkah maju.

Memiliki misi kolaboratif, pembelajaran berfokus pada peserta didik, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan sarana prasarana sesuai standar dunia kerja kesehatan.

Sekolah ini berupaya menjadi rumah lahirnya generasi muda yang siap mengabdi dan memberi makna bagi kesehatan masyarakat Indonesia.***