POJOKSATU.id - Politeknik Negeri Lampung atau yang dikenal dengan Polinela merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Lembaga pendidikan ini mengemban peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang terampil, profesional, serta berkarakter untuk mendukung pembangunan nasional.
Sejak awal berdirinya, Polinela memiliki tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun peradaban yang bermartabat melalui pendidikan vokasi yang berorientasi pada keterampilan praktis dan kebutuhan dunia kerja.
Sejarah berdirinya Polinela tidak lepas dari kebijakan pemerintah pada tahun 1984 yang membuka sistem pendidikan baru berupa Politeknik Pertanian di beberapa daerah di Indonesia.
Baca Juga: Masjid Apung Ziyadatul Abrar Tanah Bumbu: Ikon Wisata Religi yang Sarat Filosofi
Program ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan tenaga terampil dan profesional di bidang pertanian yang saat itu sangat dibutuhkan dalam pembangunan nasional.
Enam lokasi dipilih sebagai tempat pendirian politeknik pertanian tersebut, yaitu Payakumbuh di Sumatera Barat, Bandar Lampung di Provinsi Lampung, Jember di Jawa Timur, Samarinda di Kalimantan Timur, Kupang di Nusa Tenggara Timur, serta Pangkep di Sulawesi Selatan.
Di Provinsi Lampung, pendirian Politeknik Pertanian Universitas Lampung resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14/Dikti/Kep/1984 pada tanggal 7 April 1984.
Dalam rangka mempersiapkan pengembangan lembaga ini, pemerintah kemudian membentuk unit pelaksana proyek pengembangan pendidikan politeknik pertanian melalui SK Dirjen Dikti Nomor 79/Dikti/Kep/1985 tertanggal 3 Desember 1985.
Baca Juga: Update Pembunuhan Rahmadani Siagian, Korban Tolak Hubungan Intim Menyimpang Ronde Kedua
Program tersebut mencakup pembangunan fisik kampus, penyiapan tenaga pengajar, serta pengembangan kurikulum pendidikan.
Perkembangan penting terjadi pada 3 November 1988 ketika Politeknik Pertanian Universitas Lampung mulai menempati kampus baru yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa, Bandar Lampung.
Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 15 Desember 1988, penanggung jawab pengembangan Politeknik Pertanian Negeri Lampung secara resmi dilantik oleh Rektor Universitas Lampung.
Seiring perkembangan lembaga pendidikan vokasi di Indonesia, status Politeknik Pertanian Negeri Lampung kemudian berubah menjadi perguruan tinggi negeri yang mandiri.
Hal ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 036/O/2001 tanggal 7 April 2001 tentang pendirian Politeknik Pertanian Negeri Bandar Lampung.
Perubahan ini menandai langkah penting dalam perjalanan institusi tersebut sebagai perguruan tinggi negeri yang berdiri sendiri di Provinsi Lampung.
Pada 19 Oktober 2002, melalui rapat senat politeknik, ditetapkan rencana perubahan nama institusi menjadi Politeknik Negeri Lampung.
Perubahan tersebut akhirnya resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 092/O/2004 tanggal 2 Agustus 2004.
Sejak saat itu, nama Politeknik Pertanian Negeri Bandar Lampung secara resmi berubah menjadi Politeknik Negeri Lampung atau Polinela.
Perubahan nama ini dilakukan sebagai bagian dari rencana pengembangan institusi agar dapat memperluas bidang studi yang diselenggarakan serta menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Visi dan Misi Polinela
Politeknik Negeri Lampung memiliki visi menjadi politeknik yang bermutu, inovatif, dan unggul dalam ilmu pengetahuan serta teknologi terapan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Polinela menjalankan beberapa misi utama, antara lain mengembangkan pendidikan tinggi vokasi yang menanamkan nilai akhlak mulia, keterampilan, disiplin, kemandirian, dan daya saing lulusan.
Baca Juga: Mirip Bis Kita tapi Beda Konsep, Ini Fakta Metro Jabar Trans yang Perlu Kamu Tahu
Selain itu, Polinela juga berkomitmen mengembangkan penelitian terapan serta pengabdian kepada masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penguatan budaya akademik, organisasi, serta etika kerja juga menjadi bagian penting dari misi institusi ini.
Tidak kalah penting, Polinela terus memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan pendidikan vokasi secara berkelanjutan.
Perjalanan Politeknik Negeri Lampung menunjukkan bagaimana sebuah institusi pendidikan vokasi terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Dari awalnya berfokus pada pendidikan pertanian hingga kini membuka peluang pengembangan berbagai bidang ilmu terapan, Polinela menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi terampil yang siap menghadapi masa depan.***




