POJOKSATU.id - Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) tercetus saat berakhirnya Perang Kemerdekaan pada akhir 1949 yang menandai dimulainya upaya besar membangun Indonesia.

Namun di awal 1950-an, bangsa ini dihadapkan pada kenyataan pahit: jumlah tenaga ahli berpendidikan tinggi sangat terbatas.

Sarjana hukum kala itu hanya sekira 200 orang, sementara jumlah penduduk telah melampaui 90 juta jiwa.

Melihat kondisi tersebut, pimpinan Gereja Katolik di Indonesia merasa terpanggil untuk ikut ambil bagian.

Para uskup sepakat bahwa pendidikan tinggi menjadi kunci masa depan bangsa.

Baca Juga: Film Esok Tanpa Ibu, Duka Sunyi, Teknologi, dan Keberanian untuk Ikhlas

Gagasan mendirikan universitas Katolik pun muncul, meski realisasinya tidak bisa dilakukan secara instan.

Tonggak awal sejarah Universitas Katolik Parahyangan terjadi pada 17 Januari 1955 dengan berdirinya Akademi Perniagaan oleh Keuskupan Bandung.

Lembaga ini merupakan hasil kerja sama Uskup Bandung Mgr. P. M. Arntz, OSC. dan Uskup Bogor Mgr. Prof. Dr. N. J. C. Geise, OFM.

Beberapa bulan kemudian, akademi tersebut berkembang menjadi Perguruan Tinggi Sosio-Ekonomi Parahyangan yang kini dikenal sebagai Fakultas Ekonomi UNPAR.

Baca Juga: STIE GICI Terapkan Learning By Doing, Cetak Lulusan Siap Kerja dan Berjiwa Entrepreneur

Perkembangan berlanjut pada 1958 dengan dibukanya Fakultas Hukum.

Seiring itu, nama institusi berubah menjadi Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan, sekaligus dibentuk yayasan sebagai badan hukum penyelenggara.

Dua tahun berselang, Fakultas Teknik dengan jurusan Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur resmi berdiri.

Momentum penting terjadi pada 1961 saat Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno mengunjungi kampus dalam perayaan Dies Natalis ke-6.

Di tahun yang sama, Fakultas Sosial Politik dibuka, menjadikan institusi ini memiliki empat fakultas.

Baca Juga: Qardh dalam Ekonomi Syariah: Pengertian, Dasar Hukum, Fungsi, Jenis, dan Contoh Penerapannya

Terbitnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1961 kemudian mengubah nama Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan menjadi Universitas Katolik Parahyangan atau UNPAR.

Status UNPAR semakin kokoh ketika pada 19 April 1962 ditetapkan sebagai perguruan tinggi swasta yang disamakan dengan perguruan tinggi negeri.

Fokus pengembangan pun diarahkan pada penguatan riset dengan pendirian Lembaga Penyelidikan Ilmiah pada 1963.

Memasuki dekade 1980-an, UNPAR terus memperluas cakupan akademiknya.

Fakultas Filsafat resmi bergabung pada 1983, disusul penyesuaian struktur dan penguatan status akreditasi bagi sejumlah fakultas.

Baca Juga: PMB UNHAN 2026 Dibuka Februari! Kuliah Gratis Beasiswa Penuh, Ini Info Penting untuk Orang Tua dan Guru

Pada periode ini pula UNPAR mulai menyelenggarakan pendidikan pascasarjana dan membuka berbagai program magister serta doktor.

Perkembangan signifikan terjadi pada 1990-an dengan berdirinya Fakultas Teknologi Industri serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Program diploma, magister, hingga doktor terus bertambah, termasuk pembukaan Program Studi Ilmu Komputer dan berbagai akreditasi nasional untuk program sarjana.

Memasuki era 2000-an, UNPAR semakin mengukuhkan posisinya sebagai universitas berkelas nasional.

Program profesi, magister, dan doktor baru dibuka, disertai peningkatan sarana akademik.

Baca Juga: Kuliah Gratis di UNHAN 2026 Bukan Mitos! Ini Jalur Beasiswa yang Wajib Guru Ketahui

Pada 2008, UNPAR dinyatakan terakreditasi institusi dengan peringkat Baik, yang kemudian meningkat menjadi Baik Sekali dan akhirnya meraih status Unggul pada 2022.

Pembangunan Pusat Pembelajaran Arntz-Geise menjadi simbol modernisasi kampus, sementara pembentukan Program Vokasi dan Profesi serta pembukaan program studi baru menunjukkan adaptasi UNPAR terhadap kebutuhan zaman.

Bahkan di masa pandemi, UNPAR tetap bergerak dengan sistem pembelajaran daring dan hybrid.

Kini, dengan visi mengembangkan komunitas akademik humanum yang kreatif, pluralis, dan ekologis, UNPAR terus menatap masa depan.

Baca Juga: Ferry Irwandi 'Kesejahteraan Guru Honorer Jadi Fondasi Utama Kurikulum yang Berkualitas'

Berbagai program studi lintas disiplin dan kolaborasi global menjadi bagian dari langkah strategis menuju 2040.

Dari sebuah akademi sederhana di tengah krisis sumber daya manusia, Universitas Katolik Parahyangan tumbuh menjadi kampus unggul yang konsisten menjaga nilai, mutu, dan kemanusiaan.

Sejarah panjang UNPAR bukan sekadar deretan tahun, melainkan kisah dedikasi pendidikan untuk martabat manusia dan masa depan Indonesia. ***