POJOKSATU.id - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung memiliki perjalanan sejarah panjang yang berakar dari aspirasi masyarakat Jawa Barat untuk menghadirkan lembaga pendidikan tinggi di bidang seni tari.

Gagasan tersebut akhirnya terwujud pada 31 Maret 1968 melalui Surat Keputusan Walikotamadya Bandung Nomor 5539/68 yang menetapkan berdirinya Konservatori Tari (KORI) di Kota Bandung.

Pada masa awal berdirinya, pengelolaan Konservatori Tari berada di bawah Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Bandung.

Lembaga ini menjadi wadah pendidikan seni tari bagi masyarakat yang memiliki minat dan bakat dalam bidang seni tradisi, khususnya seni tari Sunda.

Baca Juga: THR ASN 2026 Resmi Cair! Naik 10 Persen, Total Rp55 Triliun untuk PNS, TNI, Polri hingga Pensiunan

Seiring meningkatnya minat masyarakat serta besarnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan seni, upaya dilakukan agar lembaga tersebut memperoleh pengakuan sebagai institusi pendidikan formal.

Melalui kesepakatan antara Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kantor Daerah Kotamadya Bandung, Pemerintah Kotamadya Bandung, Inspektorat Pendidikan Kesenian Jawa Barat, serta Direktur Akademi Seni Tari Indonesia di Yogyakarta, lahirlah keputusan penting bagi pengembangan pendidikan seni di Bandung.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 016/A.I/1970, didirikan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung sebagai kelas jauh dari ASTI Yogyakarta.

Sejak 27 Februari 1971, Konservatori Tari resmi bertransformasi menjadi Akademi Seni Tari Indonesia Jurusan Sunda di Bandung.

Pada tahun 1976, ASTI Jurusan Sunda Bandung berada dalam pembinaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bersama sejumlah perguruan tinggi seni lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Terbaru 2026! Ini Rincian Potongan Gaji PPPK, BPJS, IWP hingga JHT 3,25 Persen yang Mulai Berlaku

Lembaga-lembaga tersebut antara lain Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta, Akademi Seni Tari Indonesia Yogyakarta, Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padang Panjang, serta Akademi Seni Tari Indonesia Denpasar.

Seluruh lembaga tersebut kemudian dihimpun dalam Proyek Pengembangan Institut Kesenian Indonesia (IKI) Jakarta yang bertujuan memperkuat pendidikan seni di Indonesia.

Dalam perkembangan selanjutnya, beberapa institusi mengalami peningkatan status, seperti ASTI Yogyakarta yang dilebur dengan akademi seni lain di Yogyakarta menjadi Institut Seni Indonesia (ISI), ASKI Surakarta menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), dan ASTI Denpasar juga berubah menjadi STSI.

Sementara itu, ASTI Bandung baru memperoleh peningkatan status menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 1995.

Pada masa tersebut, STSI Bandung memiliki beberapa jurusan utama, yaitu Tari, Karawitan, Teater, serta Seni Rupa Pertunjukan.

Baca Juga: Zulhas Buka Peringatan Serius, Dalam 15 Tahun Mendatang Dunia Berpotensi Perang karena Sumber Makanan

Perkembangan akademik di STSI Bandung terus berlangsung. Pada 13 Januari 2011 dibuka Program Studi Seni Rupa Murni jenjang Diploma III.

Kemudian pada tahun 2012, beberapa program studi baru turut didirikan, di antaranya Program Studi Televisi dan Film jenjang Diploma IV, Program Studi Rias dan Busana jenjang Diploma IV, serta Program Studi Angklung dan Musik Bambu jenjang Diploma IV. Program-program tersebut mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2012/2013.

Transformasi penting kembali terjadi ketika pemerintah meningkatkan status STSI Bandung menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Perubahan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam kerangka Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan seni dan budaya di Indonesia.

Perubahan status tersebut ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2014 tanggal 25 Agustus 2014.

Baca Juga: Dari Pesisir untuk Negeri, bank bjb Hadirkan Edukasi Keuangan bagi Nelayan Kabupaten Cirebon

Peresmian dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Oktober 2014 di Gedung Nala, Markas Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya.

Dalam kesempatan yang sama, juga diresmikan Institut Seni dan Budaya Indonesia Tanah Papua serta Institut Seni dan Budaya Indonesia Aceh.

Saat ini ISBI Bandung berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi seni dan budaya terkemuka di Indonesia. Kampus ini memiliki tiga fakultas utama serta program pascasarjana.

Fakultas Seni Pertunjukan menyelenggarakan Program Studi Seni Tari, Seni Karawitan, dan Seni Teater jenjang sarjana, serta program diploma seperti Angklung dan Musik Bambu serta Seni Tari Sunda.

Fakultas Seni Rupa dan Desain memiliki sejumlah program studi, di antaranya Seni Rupa Murni, Kriya, Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, hingga Tata Rias dan Busana.

Sementara itu, Fakultas Budaya dan Media menaungi program studi Antropologi Budaya serta Televisi dan Film.

Selain program sarjana dan diploma, ISBI Bandung juga menyelenggarakan pendidikan pascasarjana yang meliputi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni, Magister Pendidikan Seni, hingga program Doktor Seni.

Baca Juga: Mudik Gratis Polres Bogor 2026 Dibuka Besok, Cek Jadwal, Rute, dan Syarat Pendaftarannya

Identitas ISBI Bandung juga tercermin dalam lambangnya yang berwarna biru tarum.

Lambang tersebut terdiri atas beberapa unsur simbolik seperti bunga Cangkok Wijaya Kusumah yang melambangkan daya hidup, keberkahan, kejayaan, dan keharuman.

Terdapat pula busur yang melambangkan fokus dan ketajaman analisis, sayap burung mengepak yang mencerminkan dinamika dan semangat adaptif, serta rebab atau kalam yang menggambarkan perpaduan antara praktisi dan pengkaji seni.

Perjalanan panjang dari Konservatori Tari hingga menjadi Institut Seni Budaya Indonesia Bandung menunjukkan konsistensi lembaga ini dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Nusantara.

Dari kampus seni berbasis tradisi hingga institusi modern yang terbuka pada perkembangan zaman, ISBI Bandung terus menjadi ruang kreatif bagi lahirnya seniman, akademisi, dan budayawan masa depan Indonesia.***