POJOKSATU.id - Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang konsisten berkontribusi di bidang pendidikan, termasuk pendidikan tinggi.
Amal usaha Muhammadiyah di sektor ini tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga dijiwai nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, baik secara ideologis maupun praktis aplikatif.
Sebagai bagian dari keluarga besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) hadir untuk menjawab tantangan zaman.
Kampus ini dituntut mampu menjalankan tugas, fungsi, dan perannya secara optimal demi mendukung keberlanjutan Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan yang melintasi generasi.
Hasil Merger Empat Sekolah Tinggi
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Jangan Asal Tinggal Kendaraan di Rumah, Ini Peringatan dari Pakar ITB
Keberadaan UM Metro merupakan hasil penggabungan empat sekolah tinggi, yakni Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Metro, Sekolah Tinggi Ekonomi Muhammadiyah Metro, Sekolah Tinggi Teknik Muhammadiyah Metro, serta Sekolah Tinggi Ushuluddin Muhammadiyah Metro.
Keempat institusi tersebut telah berstatus terdaftar, bahkan beberapa program studinya sudah diakui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sejak 1990.
Setelah merger, masing-masing berubah menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ushuluddin (FU) yang kemudian berkembang menjadi Fakultas Agama Islam (FAI).
Untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional, pada tahun akademik 1997/1998 dibuka program Diploma Tiga (D-3) Manajemen Informatika Komputer.
Lalu pada 2002/2003 hadir Fakultas Hukum, disusul Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris serta D3 Akuntansi, Manajemen Keuangan, dan Perbankan.
Nah, perkembangan ini menunjukkan UM Metro terus membaca kebutuhan masyarakat.
Ekspansi Program Pascasarjana
Empat tahun terakhir menjadi fase penting peningkatan jenjang pendidikan di UM Metro.
Tahun 2012 dibuka Program Pascasarjana S2 Pendidikan Biologi. Setahun kemudian, 2013, hadir S2 Manajemen. Pada 2014, menyusul S2 Manajemen Pendidikan.
Perkembangan tidak berhenti di situ. Pada 2017, UM Metro membuka tiga program studi baru sekaligus, yakni S1 Ilmu Komputer, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini.
Di tahun yang sama, berdiri Fakultas Ilmu Komputer yang menaungi Prodi Ilmu Komputer dan D3 Manajemen Informatika yang kemudian berganti nama menjadi D3 Sistem Informasi.
Langkah ini menegaskan keseriusan kampus dalam merespons era digital.
Tambahan Prodi Baru hingga 2023
Pada 2019, UM Metro memperoleh izin pembukaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Sejarah.
Ini menjadi capaian penting dalam memperkuat kualitas calon pendidik.
Tahun 2020 dibuka Prodi D3 Fisioterapi. Lalu pada 2022 hadir Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit dan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Baca Juga: 5 Motor Yamaha 2026 yang Cocok untuk Lebaran, Bikin Silaturahmi Makin Stylish dan Percaya Diri
Memasuki 2023, UM Metro kembali menambah empat program studi baru, yakni S2 Pendidikan IPA, S2 Pendidikan Matematika, S2 Hukum, serta S1 Sains Biomedis.
Penambahan prodi tersebut menunjukkan arah pengembangan yang semakin komprehensif, mulai dari pendidikan, hukum, kesehatan, hingga sains terapan.
Perjalanan UM Metro adalah cermin semangat pembaruan yang tak pernah berhenti.
Dari merger empat sekolah tinggi hingga tumbuh menjadi universitas dengan puluhan program studi, ada tekad kuat untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, UM Metro membuktikan bahwa pendidikan berbasis nilai Islam dan kemajuan ilmu pengetahuan bisa berjalan beriringan, membawa harapan baru bagi generasi masa depan.***




