POJOKSATU.id - Perkembangan pendidikan politeknik di Indonesia berawal dari keberhasilan Politeknik Mekanik Swiss ITB yang berdiri pada tahun 1976 sebagai pilot plant pendidikan vokasi.
Keberhasilan tersebut terlihat dari para alumninya yang langsung terserap di berbagai sektor industri.
Melihat hasil yang menggembirakan itu, pemerintah kemudian merencanakan pengembangan pendidikan politeknik di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini mendapat dukungan dari Bank Dunia melalui proyek fase pertama dengan kredit No.869-IND.
Baca Juga: Garam Listrik
Dalam proyek tersebut dibangun sebuah pusat pengembangan pendidikan politeknik di Bandung serta enam politeknik yang tersebar di beberapa perguruan tinggi.
Seperti di Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Brawijaya (Unibraw).
Pembangunan fisik dimulai pada tahun 1981/1982 dan fasilitas pendidikan itu mulai digunakan pada tahun akademik 1982/1983.
Keberhasilan fase pertama ini kemudian dilanjutkan dengan proyek pengembangan fase kedua melalui bantuan Bank Dunia ke-8 dengan loan 2290-IND.
Baca Juga: Arahan Presiden Prabowo, Pejabat Negara Diminta Hindari Kemewahan Saat Lebaran 2026!
Program tersebut mencakup perluasan pusat pengembangan pendidikan politeknik di Bandung, perluasan enam politeknik fase pertama, serta pembangunan 11 politeknik baru di berbagai wilayah Indonesia.
Pemangunan tersebut mencakup di Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Tanjungpura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, Universitas Cenderawasih, dan Universitas Udayana.
Seiring waktu, peran politeknik dalam pendidikan tinggi semakin berkembang.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, politeknik tidak hanya menyelenggarakan pendidikan vokasi atau program diploma, tetapi juga dapat membuka program pascasarjana terapan jika telah memenuhi persyaratan.
Baca Juga: Menteri ESDM Tekan Impor di Tengah Lonjakan Konsumsi Idulfitri Tahun 2026!
Saat ini tercatat telah ada 38 politeknik negeri yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan Politeknik Negeri Sriwijaya
Politeknik Negeri Sriwijaya yang dahulu bernama Politeknik Universitas Sriwijaya resmi dibuka pada 20 September 1982.
Pada awal berdiri, politeknik ini hanya memiliki dua jurusan, yaitu Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin dengan kapasitas maksimal 576 mahasiswa.
Fasilitas pendidikan, kurikulum, serta tenaga pengajar pada masa awal tersebut dirancang secara nasional dan terpusat melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik (PEDC) di Bandung.
Baca Juga: Prediksi Mudik 2026 Dengan Total 143,9 Juta Warga Indonesia Bersiap Mudik Lebaran Pulang Kampung!
Memasuki fase kedua pada tahun 1987, Politeknik mulai memperluas bidang keilmuan dengan menghadirkan program di bidang keteknikan serta tata niaga.
Jurusan teknik yang berkembang meliputi Teknik Elektro, Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Kimia Industri.
Sementara itu, bidang tata niaga mulai dikembangkan dengan program studi Akuntansi dan Kesekretariatan yang dimulai sejak tahun akademik 1986.
Pada tahun 1992, bidang ini berkembang menjadi dua jurusan, yaitu Jurusan Akuntansi dan Administrasi Niaga.
Baca Juga: Penguatan Karakter Siswa Melalui Program Ramadan di Lingkungan SRMA 1 Aceh Besar
Pengembangan bidang teknik turut melibatkan tenaga ahli dari Swiss Contact, sedangkan pengembangan tata niaga mendapat dukungan dari Australia.
Perkembangan Polsri terus berlanjut. Pada tahun akademik 2002/2003 dibuka dua jurusan baru, yakni Teknik Komputer dan Manajemen Informatika.
Kemudian pada tahun akademik 2004/2005 kembali dibuka Jurusan Bahasa Inggris dengan Program Studi Bahasa Inggris Bisnis Pariwisata dan Perhotelan.
Pengembangan Program Sarjana Terapan
Selain program diploma, Politeknik Negeri Sriwijaya juga mengembangkan program Sarjana Terapan.
Baca Juga: Gus Ipul Instruksikan Layanan Kemensos Tetap Siaga 24 Jam Selama Libur Lebaran 2026
Program Sarjana Terapan Perancangan Jalan dan Jembatan dibuka sejak tahun 2002.
Selanjutnya pada tahun 2009 dibuka Program Sarjana Terapan Teknik Energi di Jurusan Teknik Kimia.
Program-program baru kemudian terus bertambah, seperti Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik pada tahun 2012.
Pada tahun 2013 dibuka program Sarjana Terapan Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi, serta Usaha Perjalanan Wisata.
Baca Juga: Kemensos Perketat Pengawasan Bansos dan Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik
Kemudian pada tahun 2014 kembali hadir program Sarjana Terapan Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, Teknologi Kimia Industri, Manajemen Bisnis, serta Manajemen Informatika.
Program Kerja Sama dengan Industri
Dalam pengembangannya, Politeknik Negeri Sriwijaya juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan perusahaan.
Beberapa di antaranya adalah kerja sama Jurusan Teknik Sipil dengan Departemen Kimpraswil pada konsentrasi Perancangan Jalan dan Jembatan.
Jurusan Teknik Mesin juga menjalin kerja sama dengan PT Bukit Asam serta PT GMF.
Baca Juga: Penguatan Karakter Siswa Melalui Program Ramadan di Lingkungan SRMA 1 Aceh Besar
Kerja sama lainnya dilakukan dengan PT PLN pada Program Studi Teknik Listrik, serta PT GMF pada Program Studi Teknik Elektronika.
Ada pula kerja sama dengan ConocoPhilips, JOB Pertamina Talisman Jambi Merang, PAMA-UT, hingga PT Indotruck Utama untuk pengembangan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Perkembangan Terbaru Polsri
Perkembangan Politeknik Negeri Sriwijaya terus berlanjut hingga kini.
Pada tahun 2021, Polsri membuka Program Sarjana Terapan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan serta Program Diploma III Teknologi Pangan.
Baca Juga: Penguatan Karakter Siswa Melalui Program Ramadan di Lingkungan SRMA 1 Aceh Besar
Hingga tahun akademik 2025/2026, Politeknik Negeri Sriwijaya telah memiliki 35 program studi yang tersebar di Kampus Utama Bukit Besar Palembang, Kampus Banyuasin, serta kampus PSDKU di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Kabupaten Siak di Provinsi Riau.
Pada tahun 2025, Polsri telah berkembang dengan memiliki 10 jurusan dan 41 program studi yang mendukung berbagai bidang keilmuan vokasi.
Politeknik Negeri Sriwijaya juga memiliki visi menuju Indonesia Emas 2045, yaitu menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan terkemuka dengan penguatan kapasitas serta modernisasi Polsri sebagai pusat unggulan pendidikan vokasi di bidang rekayasa dan nonrekayasa hingga mendapat pengakuan di tingkat global.
Perjalanan panjang Politeknik Negeri Sriwijaya menunjukkan bagaimana pendidikan vokasi terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Dari dua jurusan sederhana hingga puluhan program studi yang tersebar di berbagai kampus, Polsri menjadi bukti bahwa pendidikan yang dekat dengan dunia industri mampu melahirkan generasi profesional yang siap membangun masa depan Indonesia.***




