POJOKSATU.id - Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong atau yang dikenal sebagai AKREL memiliki perjalanan yang cukup panjang.
Awalnya, pada 9 Agustus 2012, Kabupaten Rejang Lebong mendapat persetujuan dari Dikti Kemendikbud untuk mendirikan rintisan Akademi Komunitas melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 161/P/2012.
Saat itu, institusi ini masih dikenal sebagai Program Studi di Luar Domisili (PDD) Rejang Lebong yang berada di bawah binaan Politeknik Negeri Lampung.
Baca Juga: Kasus Berulang, Polisi Kembali Rekam Rekan Kerjanya Mandi, Kali Ini di Asrama SPN Polda Jateng
Program pendidikan yang ditawarkan adalah Diploma II dengan tiga program studi, yakni Budidaya Tanaman Hortikultura, Teknologi Produksi Ternak, dan Budidaya Perikanan.
Titik penting terjadi pada 3 Februari 2016. Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 7 Tahun 2016, PDD Rejang Lebong resmi berdiri mandiri sebagai Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong atau AKREL.
Sejak saat itu, dilakukan penyesuaian kurikulum serta perubahan nomenklatur program studi menjadi Budidaya Tanaman Hortikultura, Teknologi Produksi Ternak Unggas, dan Budidaya Perikanan Air Tawar.
Baca Juga: Kejiwaan Iran
Sebagai perguruan tinggi vokasional, AKREL memiliki visi untuk menjadi institusi yang mampu mencetak sumber daya manusia yang mandiri dan profesional.
Visi ini dijabarkan melalui berbagai misi, seperti pengembangan pendidikan berbasis potensi daerah, penelitian terapan, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Tak hanya itu, AKREL juga aktif membangun kerja sama dan menanamkan nilai kewirausahaan agar lulusannya siap menghadapi dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha sendiri.
Tujuan utamanya jelas, yakni menghadirkan pendidikan vokasi Diploma II yang relevan dengan kebutuhan daerah sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi.
Menariknya, AKREL juga memiliki logo yang sarat makna filosofis. Bentuk perisai segilima mencerminkan Pancasila sebagai dasar negara.
Sementara bunga Rafflesia menjadi simbol kekayaan alam Bengkulu yang khas dan istimewa.
Kemudian ada tiga lembar buku yang melambangkan tridharma perguruan tinggi, serta mata pena yang menggambarkan ketajaman berpikir.
Tulisan Ka ga nga berbunyi "Bumei Pat Petulai" dalam bahasa Rejang juga punya arti mendalam, yaitu empat kelompok masyarakat yang mewakili Kabupaten Rejang Lebong.
Warna dalam logo pun bukan sekadar estetika. Biru melambangkan kepercayaan diri dan tanggung jawab, kuning mencerminkan semangat dan harapan, sedangkan hitam menjadi simbol kekuatan dan keteguhan.
Perjalanan AKREL ini seperti cerminan semangat daerah yang terus tumbuh dan berkembang.
Dari rintisan sederhana hingga menjadi institusi mandiri, semuanya menunjukkan bahwa pendidikan vokasi bisa jadi harapan besar untuk masa depan generasi muda yang lebih siap, mandiri, dan berdaya.***




