POJOKSATU.id, KABAR penting datang untuk para santri, dosen pesantren, hingga pengelola Ma'had Aly. Saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyusun standar mutu untuk jenjang pendidikan Ma'had Aly Marhalah Tsaniyah (Magister/M2) dan Marhalah Tsalitsah (Doktor/M3).
Proses ini akan menjadi tidak penting untuk penguatan sistem kaderisasi ulama berbasis pesantren.
Berbagai Hal yang perlu diketahui sejak dini;
1. Apa Itu Marhalah Tsaniyah dan Tsalitsah?
Dalam struktur pendidikan Ma'had Aly, Marhalah Tsaniyah (M2) adalah jenjang magister setara S2, sedangkan Marhalah Tsalitsah (M3) merupakan jenjang doktor setara S3.
Keduanya ditujukan untuk mencetak ulama dengan kedalaman ilmu keislaman dan kemampuan akademik yang diakui secara nasional maupun internasional.
2. Standar Mutu: Mengapa Penting?
Standar mutu berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kurikulum, tenaga pengajar, metode penilaian, hingga keluaran lulusan.
Untuk M2 dan M3, standar ini dirancang ketat namun tetap adaptif terhadap kekhasan pesantren.
Beberapa poin penting yang tengah dibicarakan:
- Kurikulum berbasis takhassus, misalnya dalam Fikih-Ushul Fikih, Tafsir, Hadis, hingga Tasawuf.
- Tenaga pengajar idealnya bergelar doktor, namun dengan pengirim dan rekognisi sesuai karakter pesantren.
- Program double degree atau akselerasi juga tengah dikaji agar tetap efisien dan terintegrasi dengan sistem nasional.
Baca Juga: Terobosan Baru Pakan Fermentasi dari Mahasiswa IPB untuk Kemandirian Peternak di Desa Kedungjati
3. Apa Perbedaannya dengan Program Pascasarjana Umum?
Meskipun setara dengan S2/S3, M2 dan M3 Ma'had Aly akan tetap berbasis tradisi keilmuan pesantren, bukan akademik umum. Maka dari itu, perlu ada:
- Peraturan khusus (PMA/Perpres) untuk menghindari ambiguitas hukum
- Adaptasi terhadap metodologi akademik kontemporer, namun tanpa meninggalkan ruh pesantren
- hukum formal dalam sistem pendidikan nasional
4. Bagaimana Implementasinya Nanti?
Santri atau alumni Ma'had Aly yang ingin melanjutkan ke M2/M3 nantinya akan mengikuti seleksi dan proses akademik sesuai bidang takhassusnya.
Baca Juga: FAKTA BAHASA : Pahami Singkatan Penting Seputar Korupsi agar Tak Bingung Saat Baca Berita
Pesantren yang ingin membuka jenjang ini harus memenuhi kesiapan akademik dan kelembagaan, termasuk:
- Memiliki dosen ahli di bidangnya
- Menyediakan sarana pembelajaran lebih lanjut
- Menjamin kualitas karya ilmiah bermanfaat
5. Apa yang Bisa Disiapkan Sejak Sekarang?
Baca Juga: FAKTA SAINS : Pelangi di Malam Hari Itu Nyata! Kenali Moonbow, Pengertian hingga Proses Terjadinya
Bagi para pengelola Ma'had Aly dan santri:
-Mulailah keilmuan takhassus berkembang secara mendalam.
- Ikuti forum akademik, pelatihan karya ilmiah, dan program peningkatan mutu dosen.
- Pantau perkembangan regulasi melalui kanal resmi Kemenag atau Majelis Masyayikh.
Silakan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Dengan hadirnya jenjang magister dan doktor, Ma'had Aly akan semakin kokoh menjadi lembaga kaderisasi ulama yang tidak hanya dihapuskan pada tradisi, tetapi juga siap menjawab tantangan global. ***




