POJOKSATU.ID - Sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) berpeluang diganti oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tentunya, pergantian SNPMB itu, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan SNPMB tahun 2025.

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menyatakan bahwa perubahan sistem seleksi mahasiswa baru memungkinkan untuk dilakukan.

“Tentu terbuka (penggantian sistem penerimaan mahasiswa baru),” ujar Togar, dikutip Pojoksatu.id, Sabtu (10/5/2025).

Baca Juga: LAPOR DIRI PPG Guru Tertentu 2025 di Universitas Malikussaleh (UNIMAL), GRUP WA RESMI Hanya di Sini, GUGUR Jika Dua Langkah Ini TIDAK DILAKUKAN

Hingga saat ini, penerimaan mahasiswa baru masih menggunakan dua jalur utama, yakni Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

Meski begitu, kata Togar, opsi perubahan sistem masih akan dikaji lebih lanjut setelah evaluasi menyeluruh.

“Formatnya masih sama, belum tahu apakah akan ada opsi lain dari hasil evaluasi,” tambahnya.

Togar mengungkapkan, panitia SNPMB tengah menyusun laporan pelaksanaan SNBP dan SNBT 2025.

Laporan tersebut akan menjadi dasar evaluasi dan pertimbangan untuk kebijakan ke depan.

Baca Juga: JANGAN SALAH PILIH! Lulusan Dari 20 Jurusan Kuliah ini GAJI-NYA Kecil

“Tentu dikaji dengan cermat, tidak hanya dari sisi pencegahan, tetapi juga penindakan yang efektif,” tegasnya.

Pakar BRIN Dorong Reformasi Seleksi Masuk PT
Di sisi lain, Kepala Pusat Riset Pendidikan BRIN, Trina Fizzanty, menyoroti pentingnya penataan ulang orientasi pendidikan nasional.

Ia menilai bahwa sistem pendidikan saat ini perlu menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas yang lebih kuat, terutama setelah maraknya temuan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025.

“Untuk menciptakan iklim pendidikan karakter yang kondusif, kita perlu menata ulang orientasi pendidikan. Tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga memuliakan proses,” ujar Trina.

Trina menyayangkan banyaknya kasus kecurangan yang mencerminkan lemahnya pembangunan karakter dalam dunia pendidikan.

Baca Juga: Tampang Najma Hamida, Wanita di Medan yang Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Inses dengan Abang Kandung

Ia menekankan bahwa tekanan berlebihan terhadap capaian akademik dapat mengesampingkan nilai moral.

“Ini bukan semata-mata kesalahan peserta didik,” katanya.

Ia mengusulkan agar sistem seleksi masuk perguruan tinggi dikaji secara berkala dan dikembangkan agar menggabungkan penilaian akademik dengan aspek karakter dan keterlibatan sosial.

“Yang lolos menjadi mahasiswa tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia. Itulah calon pemimpin masa depan. Saya optimis generasi emas 2045 akan tercapai,” tegas Trina.

Baca Juga: Tak Hanya Buang Mayat Bayi Hasil Inses, Kakak-Adik di Medan Juga Ngaku Punya Hubungan Asmara

Kecurangan UTBK 2025 Diungkap, 13 Pusat UTBK Terindikasi
Panitia SNPMB 2025 juga mengungkap adanya berbagai upaya kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025.

Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025, Eduart Wolok, menyebutkan bahwa indikasi kecurangan ditemukan di 13 pusat UTBK.

“Semua kecurangan ini masih berupa dugaan. Kami telah menyerahkan penanganannya kepada pihak kepolisian,” ujar Eduart melalui kanal YouTube resmi SNPMB 2025, Jumat (2/5/2025).

Modus kecurangan yang ditemukan cukup beragam, mulai dari pemotretan dan perekaman layar komputer, penggunaan joki dengan manipulasi identitas dan dokumen seperti KTP dan ijazah.

Baca Juga: Meme Prabowo Jokowi Mahasiswi ITB Ternyata Dibuat Sejak 2 Bulan Lalu, Kenapa Baru Ini Diproses

Hingga dugaan keterlibatan lembaga bimbingan belajar serta oknum kampus yang memberikan jawaban.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan SNPMB 2025 menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia. ***