POJOKSATU.id, JAKARTA—Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2025/2026 akan dilaksanakan 14 Juli 2025 nanti.
Dalam peraturan terbaru, Kurikulum Nasional ditetapkan melalui Permendikbudristek No 12 Tahun 2024.
Kurikulum Nasional 2025 menggabungkan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 atau K-13.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa K-13 tetap berlaku di beberapa sekolah yang belum beralih.
Baca Juga: RAT 787
Hal ini memberikan fleksibilitas bagi institusi pendidikan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kondisi masing-masing.
Kurikulum 2025 di Indonesia akan menitikberatkan pada penguatan Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran berdiferensiasi, integrasi teknologi digital, dan pengembangan soft skills melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diganti namanya menjadi Project Based Learning (PBL).
Kurikulum ini juga menekankan pembelajaran mendalam (deep learning) dan penerapan ilmu dalam kehidupan nyata.
Kurikulum 2025 memperkenalkan perubahan pada struktur kurikulum yang ada, termasuk penambahan mata pelajaran baru yang berfokus pada keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital dan pemecahan masalah.
Salah satu konsep utama dalam Kurikulum 2025 adalah kurikulum deep learning yang menekankan pemahaman mendalam dan penerapan ilmu dalam kehidupan nyata.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan kurikulum nasional yang berlaku mulai tahun ajaran 2025/2026.
Dua kurikulum tetap digunakan, yakni Kurikulum 2013 (K-13) dan Kurikulum Merdeka, dengan tambahan metode deep learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kurikulum deep learning merupakan strategi pembelajaran yang menitikberatkan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.
Sebagai kurikulum nasional, Kurikulum 2025 akan menentukan arah pendidikan Indonesia dalam menghadapi era digital dan tantangan masa depan.
Selain deep learning, Kurikulum 2025 juga memperkenalkan mata pelajaran pilihan seperti coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurut Mendikdasmen Abdul Mu’ti, penguasaan teknologi sangat penting untuk mempersiapkan generasi Indonesia menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0.
Mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) akan diajarkan di tingkat SD kelas atas dan SMP.***




