POJOKSATU.id - Yayasan Guru Belajar (YGB) bekerja sama dengan PT Paragon Innovation and Technology (ParagonCorp) menggelar Onboarding Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2024, yang diikuti oleh 6000 guru dari seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari upaya YGB untuk memberdayakan guru sebagai agen perubahan melalui beragam kolaborasi organisasi penggerak di bidang pendidikan, kepemimpinan, dan jaringan sekolah.
YGB beroperasi melalui inisiatif seperti Kampus Guru Cikal, Kampus Pemimpin Merdeka, Cerita Guru Belajar, kerap berkolaborasi aktif dengan Teach First Indonesia.
Pada Rabu (11/09/2024), acara orientasi program WIT 2024 secara daring menjadi awal perjalanan belajar guru selama empat bulan ke depan.
Lina Wijayanti, alumni WIT 2023 yang juga konten kreator dengan lebih dari 100 ribu pengikut di Instagram, hadir sebagai narasumber. Ia mengapresiasi WIT sebagai program beasiswa yang memberikan kesempatan bagi guru untuk belajar.
“Tantangan sebagai guru itu kan banyak ya, tahun sekarang sama tahun kemarin saja sudah beda. Ilmunya pasti ada perubahan, kita nggak bisa kalau hanya mengandalkan ilmu-ilmu semasa kuliah dulu, atau pengalaman sendiri, itu nggak bisa,” kata Lina.
Lina juga menambahkan bahwa dari lebih dari 18.000 pendaftar, hanya 6000 guru yang terpilih untuk mengikuti WIT, yang ia sebut sebagai "kunci menuju harta karun" berupa sesi belajar dan kelas tambahan di WIT 2023 pada saat itu.
“Nah, Bapak/Ibu di sini sudah memegang kunci perjalanan untuk bisa mendapat harta karun, pembelajaran yang kita butuhkan sebagai guru tapi dulu kita nggak dapat nih ilmunya di perkuliahan. Jadi selamat sekali lagi untuk Bapak/Ibu yang sudah terpilih di sini dari 18000 plus plus pendaftar. Tinggal bagaimana nanti memaksimalkan itu,” lanjutnya.
Beberapa kelas yang disebut Lina sangat berguna, seperti manajemen energi untuk guru, membangun komunitas dengan orangtua, dan strategi fasilitasi.
Ia merasa ilmu yang didapat dari kelas manajemen energi sangat berharga, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.
“Di sini saya kayak ditampar, karena saya sebagai guru terkadang mengesampingkan perasaan diri sendiri, keluarga, anak, kolega. Dan ilmu psikologi yang disampaikan di kelas manajemen energi ini saya jadi tahu saya harus bagaimana. Pada setiap surprise materi ini selalu ada AHA moment,” ungkap Lina.
Setelah mengikuti WIT 2023, Lina merasakan tiga perubahan signifikan, pola pikir yang lebih berpihak pada siswa, jaringan yang lebih luas untuk kolaborasi, dan kesempatan untuk mengembangkan karier protean.
Rizqy Rahmat Hani, Ketua Kampus Pemimpin Merdeka, yang mengelola WIT 2024, menjelaskan bahwa program ini terdiri dari empat tahapan: (1) mengubah diri, (2) mengubah kelas, (3) mengubah aktivitas kelas, dan (4) berdampak pada lingkungan sekitar.
Setiap tahapan dirancang untuk mendukung guru menjadi inspiratif di dunia pendidikan.
“Ketika teman-teman sudah bangga menjadi guru, sering refleksi, yang kami percaya kalau disebarkan ke teman-teman lainnya, akan bisa menginspirasi, jadi nggak cuma untuk dirinya sendiri,” jelas Rizqy.
Pada tahap pertama, guru akan belajar membuat konten yang menginspirasi, setelah sebelumnya menerima materi tentang kebanggaan menjadi guru dan pelatihan Merdeka Belajar.
“Sebelum berdampak ke ekosistem, guru harus bisa mengubah dirinya sendiri, bangga terhadap profesinya, menjadi berdaya, lalu mulai memberdayakan kelasnya, baru ke ekosistem luas,” lanjut Rizqy.
Program WIT 2024 akan melibatkan asesmen pada setiap akhir tahap, yang akan menyaring peserta.
Dari 6000 guru yang mengikuti onboarding, akan dipilih 3000 peserta untuk melanjutkan ke tahap pertama, kemudian disaring menjadi 2500 pada tahap kedua, 2000 pada tahap ketiga, dan 1500 pada tahap terakhir. ***




