POJOKSATU.ID - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi mengumumkan hasil seleksi Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 3 Tahun 2026.
Dalam pengumuman tersebut, sebanyak tiga puluh dua ribu delapan ratus dua puluh delapan guru dinyatakan berhasil lolos untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dan D-4.
Para peserta yang dinyatakan lulus ini berhasil menyisihkan ribuan pendaftar lain dari seluruh wilayah Indonesia.
Proses pendaftaran program ini sebelumnya telah dibuka sejak tanggal empat Mei hingga lima Juni dua puluh dua puluh enam melalui portal resmi SIPKA.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Gandeng Pemkab Karawang Perkuat Layanan Posyandu Desa Pejaten
Total pendaftar yang masuk ke dalam sistem pendataan kementerian tercatat mencapai empat puluh lima ribu enam ratus enam puluh orang.
Capaian ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendorong pemerataan kualitas tenaga pendidik di seluruh penjuru tanah air.
Pemerintah menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional sangat bergantung pada mutu dan kualifikasi para tenaga pendidik.
Penandatanganan perjanjian kerja sama untuk pelaksanaan program ini juga telah dilakukan bersama seratus dua puluh tujuh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Baca Juga: Jangan Tunggu Kartu Datang, Penerima PIP 2026 Kini Resmi Tidak Lagi Diberi Kartu KIP!
Dari total peserta yang lolos, kelompok guru dan pendidik anak usia dini menjadi porsi penerima manfaat terbesar dalam gelombang kali ini.
Sebanyak dua puluh lima ribu sembilan ratus tiga puluh enam pendidik PAUD tercatat siap memulai perkuliahan mereka.
Selain itu, program ini juga meloloskan tiga ribu dua ratus tujuh puluh delapan guru sekolah dasar dari berbagai daerah.
Kelompok guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK yang berhasil lolos tercatat sebanyak tiga ribu tiga ratus sembilan puluh satu orang.
Bantuan pendidikan ini juga menyasar dua ratus dua puluh tiga guru sekolah luar biasa untuk meningkatkan kapasitas mengajar mereka.
Program ini hadir untuk menjawab tantangan masih banyaknya guru yang belum mengantongi ijazah setara sarjana di dalam data pokok pendidikan.***




