POJOKSATU.id - Pencairan THR Tunjangan Profesi Guru (TPG) 100 persen tahun 2025 memunculkan fenomena yang cukup menyita perhatian.

Di satu sisi, ada guru yang sudah menerima THR TPG ke rekening.

Di sisi lain, tidak sedikit guru lain yang masih menunggu tanpa kepastian waktu.

Baca Juga: Liburan Sekolah dan Tahun Baru, Momen Emas Orang Tua Bangun Kedekatan dengan Anak

Kondisi ini memicu pertanyaan baru di kalangan pendidik.

Mengapa guru yang sama-sama bersertifikat dan aktif mengajar bisa menerima THR di waktu berbeda?

Bahkan dalam satu kabupaten atau provinsi, perbedaan waktu pencairan bisa terjadi.

Baca Juga: Panduan Bengkel di Jalur Pantura, Siaga Tahun Baru dan Liburan Akhir Tahun Supaya Perjalanan Lancar Sampai Tujuan

Fenomena ini membuat sebagian guru merasa khawatir, sebagian lain mulai mempertanyakan apakah ada kesalahan data, atau justru ada kebijakan tersembunyi yang belum mereka pahami.

Perbedaan Waktu Cair Bukan Hal Aneh

Meski terasa janggal, perbedaan waktu pencairan THR TPG bukanlah hal baru.

Dalam setiap penyaluran tunjangan berskala nasional, perbedaan waktu hampir selalu terjadi.

Hal ini karena mekanisme pencairan THR TPG:

1. Tidak dilakukan langsung oleh satu sistem tunggal

2. Melibatkan pemerintah pusat dan daerah

3. Bergantung pada kesiapan administrasi masing-masing wilayah

Dengan kata lain, guru tidak berada dalam satu antrean nasional yang sama, melainkan antrean berdasarkan daerah dan kelengkapan proses.

Mengapa Guru Bisa Cair Lebih Dulu dari Guru Lain?

Ada beberapa alasan umum yang menjelaskan mengapa sebagian guru bisa menerima THR TPG lebih cepat dibandingkan guru lainnya.

Baca Juga: Liburan Akhir Tahun, Masuk Jalan Tol atau Lewat Jalur Alternatif, Ternyata Ini yang Lebih Efektif

1. Daerah Sudah Menyelesaikan Proses Keuangan

Daerah yang lebih cepat menyelesaikan:

- Verifikasi data

- Penganggaran

- Administrasi keuangan

Baca Juga: Panduan Lokasi SPBU dan Rest Area Jalur Selatan Jawa Barat untuk Liburan Akhir Tahun dan Tahun Baru

Akan lebih dulu menyalurkan THR TPG ke rekening guru.

2. Data Guru Sudah Dikunci Lebih Awal

Guru yang datanya sudah stabil sejak jauh hari tanpa perubahan jam, mutasi, atau penyesuaian cenderung lebih cepat masuk dalam daftar pencairan.

3. Tidak Ada Catatan Evaluasi Sistem

Guru dengan status Info GTK bersih, tanpa catatan tambahan, biasanya lebih cepat diproses.

Sebaliknya, guru dengan riwayat penyesuaian data meski kecil, sering kali harus menunggu proses lanjutan.

Guru yang Belum Cair Belum Tentu Bermasalah

Hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa guru yang belum menerima THR TPG pasti bermasalah, faktanya, belum tentu demikian.

Dalam banyak kasus, guru yang belum cair masih berada dalam kondisi:

1. Data sedang diverifikasi

2. Menunggu jadwal pencairan daerah

3. Antrean sistem keuangan

Baca Juga: Liburan Akhir Tahun dengan Anak, Simak Tips Perjalanan Lebih Tenang di Jalan, Kenali Jam Rawan Ini

Selama tidak ada pemberitahuan resmi terkait penolakan atau pembatalan, status guru tersebut masih tergolong aman.

Perbandingan Antar Guru Justru Bisa Menyesatkan

Membandingkan pencairan dengan guru lain sering kali memicu stres yang tidak perlu, sebab:

1. Setiap daerah punya jadwal berbeda

Baca Juga: Waspadai Mulai Besok, Liburan Akhir Tahun Bikin Macet? Ini Jam Rawan yang Perlu Dihindari

2. Setiap guru punya riwayat data berbeda

3. Proses pencairan tidak serentak

Guru disarankan tidak menjadikan guru lain sebagai patokan utama, melainkan fokus pada status data pribadi masing-masing.

Apakah Ada Risiko THR TPG Tidak Dibayar?

Pemerintah menegaskan kembali bahwa THR TPG 100 persen tidak dihapus dan tidak dikurangi.

Selama guru memenuhi syarat, hak tersebut tetap akan dibayarkan.

Risiko yang paling sering terjadi bukan pembatalan, melainkan:

1. Keterlambatan

2. Penjadwalan ulang

3. Pencairan menyusul

Karena itu, guru tidak perlu langsung mengambil kesimpulan negatif hanya karena belum menerima di waktu yang sama.

Sikap yang Dianjurkan Saat Guru Lain Sudah Cair

Melihat rekan sesama guru sudah menerima THR TPG sementara diri sendiri belum, memang tidak mudah, namun ada sikap bijak yang perlu diambil.

Baca Juga: Panduan Lokasi SPBU dan Rest Area Jalur Pantura Jawa Barat – Jawa Tengah untuk Liburan Akhir Tahun dan Tahun Baru, Banyak Rest Area yang Keren

1. Tetap Tenang dan Rasional

Panik hanya akan mendorong guru mengambil keputusan yang salah, seperti mengubah data tanpa koordinasi.

2. Fokus pada Status Pribadi

Pastikan:

- Info GTK tidak menunjukkan catatan masalah

- Data Dapodik sesuai kondisi riil

- Tidak ada perubahan mendadak

3. Komunikasi, Bukan Asumsi

Jika perlu, komunikasikan secara resmi ke:

- Operator sekolah

- Dinas pendidikan

Daripada berspekulasi berdasarkan cerita dari grup media sosial.

Kesalahan yang Justru Memperlama Pencairan

Dalam kondisi menunggu, ada beberapa kesalahan yang justru sering memperpanjang proses pencairan, antara lain:

1. Mengubah data tanpa koordinasi

2. Mengikuti saran tidak resmi

3. Menyebarkan isu yang belum jelas

Langkah-langkah tersebut justru berpotensi memicu verifikasi ulang.

THR TPG Tetap Dibayarkan, Meski Tidak Bersamaan

Inti dari seluruh proses ini adalah satu: THR TPG 100 persen 2025 tetap dibayarkan kepada guru yang memenuhi syarat, meskipun tidak masuk ke rekening secara bersamaan.

Perbedaan waktu pencairan lebih mencerminkan kesiapan sistem, bukan perbedaan hak antar guru.

Jangan Ukur Hak dari Waktu Cair

Pencairan THR TPG 2025 yang berbeda-beda waktunya bukan berarti ada guru yang diistimewakan atau dirugikan. Sistem bekerja berdasarkan proses, bukan perasaan.

Guru disarankan untuk:

1. Tetap memantau status data

2. Tidak terpancing isu

3. Bersikap aktif namun tenang

Selama syarat terpenuhi, THR TPG tetap akan diterima, meski waktunya tidak sama.***