POJOKSATU.id - Universitas Indonesia (UI) resmi meluncurkan SATU UI (Sistem Akademik Terpadu Universitas Indonesia) bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampus UI, Depok, Senin (17/8/2026).
Peluncuran ini menjadi penanda berakhirnya era SIAK-NG yang telah digunakan UI selama lebih dari dua dekade.
Transformasi tersebut sekaligus membawa layanan akademik UI ke dalam satu ekosistem digital melalui platform Student Life Cycle Management (SLCM).
Baca Juga: Hadirkan Ndarboy Genk, Bupati Jember Gus Fawait Gelar Konser Gratis hingga Doa Lintas Agama
Migrasi dari SIAK-NG ke SLCM telah dimulai sejak awal 2026. SIAK-NG kemudian resmi ditutup pada 6 Agustus 2026 dan layanan akademik dialihkan sepenuhnya ke sistem baru.
SATU UI dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan akademik mahasiswa, mulai dari registrasi, pengisian Isian Rencana Studi (IRS), persetujuan dosen pembimbing akademik, pemantauan nilai dan kehadiran, hingga penerbitan transkrip nilai.
Sistem tersebut juga terhubung dengan layanan pendukung seperti informasi biaya pendidikan, beasiswa, dan sertifikat digital.
Baca Juga: Pendaftaran Poltekimipas 2026 Dibuka, Ada 405 Formasi untuk 6 Prodi, Gunakan Seleksi Sistem Gugur
Diuji 40 Ribu Mahasiswa Secara Bersamaan
Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan perubahan sistem tersebut bukan sekadar pergantian teknologi.
Menurutnya, SATU UI merupakan bagian dari strategi UI untuk meningkatkan kualitas layanan akademik.
"Terima kasih kepada SIAK-NG yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik UI. Hari ini, estafet itu kita lanjutkan.
Transformasi SATU UI bukan semata-mata pergantian sistem, tetapi upaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik bagi seluruh sivitas akademika," ujar Heri.
Keandalan SATU UI telah diuji ketika pengisian IRS pada 12 Agustus 2026. Sekitar 40 ribu mahasiswa mengakses sistem secara bersamaan untuk memilih kelas dan layanan dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Dengan dukungan Application Programming Interface (API) resmi yang aman, SATU UI juga dapat dikembangkan dan dihubungkan dengan layanan digital di fakultas maupun unit kerja UI.
Kapasitas sistem yang lebih besar diharapkan mampu menghadapi lonjakan akses pada masa registrasi dan pengisian IRS.
Bagi mahasiswa, SATU UI dapat diakses melalui portal SLCM menggunakan akun Single Sign-On (SSO) UI.
Selama masa transisi, mahasiswa tetap diimbau memeriksa data akademik secara berkala serta mengikuti informasi resmi dari fakultas masing-masing.
Mahasiswa Diminta Tak Hanya Unggul Akademik
Di tengah transformasi layanan digital tersebut, Heri juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengejar kemampuan akademik.
Ia mendorong mahasiswa aktif mengikuti organisasi, kegiatan seni dan budaya, serta olahraga untuk mengembangkan kemampuan nonakademik.
Baca Juga: Prosignal Disuspend, Sampah Organik 2–3 Ton Menumpuk di Pakemitan, Buruan SAE Ikut Terdampak
"Mahasiswa UI harus menjadi mahasiswa yang sempurna, mendapatkan skill akademik yang excellent dan juga didukung oleh skill nonakademik yang juga paripurna," tuturnya.
Bagi UI, kehadiran SATU UI bukan sekadar menggantikan sistem lama.
Platform ini menjadi bagian dari perjalanan panjang universitas dalam membangun layanan akademik yang lebih terintegrasi, responsif, dan mampu mengikuti kebutuhan sivitas akademika.
Estafet dari SIAK-NG kini berlanjut melalui SATU UI, membawa harapan agar teknologi benar-benar membuat perjalanan akademik mahasiswa menjadi lebih sederhana sekaligus mendukung lahirnya lulusan unggul bagi bangsa. ***




