POJOKSATU.id – Dunia konstruksi tidak hanya membutuhkan insinyur yang mampu merancang bangunan, tetapi juga tenaga profesional yang memastikan setiap proyek berjalan efisien dari sisi biaya, volume pekerjaan, hingga administrasi kontrak.
Peran tersebut dijalankan oleh seorang Quantity Surveyor (QS).
Profesi ini dipelajari secara khusus melalui Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveying) di Universitas Bung Hatta.
Hingga kini, program studi tersebut masih dikenal sebagai satu-satunya program studi Teknik Ekonomi Konstruksi dengan kompetensi Quantity Surveying di Indonesia.
Program ini telah dikembangkan sejak 2002 dan terus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri konstruksi modern, termasuk penguatan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM).
Apa Itu Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveying)?
Teknik Ekonomi Konstruksi merupakan cabang ilmu yang berfokus pada pengelolaan biaya proyek konstruksi secara menyeluruh.
Baca Juga: RUU Sisdiknas Diminta Prioritaskan Solusi Kekurangan Guru hingga Perlindungan Kepala Sekolah
Mahasiswa mempelajari cara menghitung volume pekerjaan, menyusun estimasi biaya pembangunan, mengelola anggaran proyek, menyiapkan dokumen tender, mengawasi kontrak, hingga melakukan pengendalian biaya selama proyek berlangsung.
Meski terdapat kata "ekonomi" pada namanya, jurusan ini bukan bagian dari rumpun ekonomi, melainkan berada di bidang teknik sipil dan konstruksi.
Lulusan dipersiapkan menjadi tenaga ahli yang mampu memastikan proyek konstruksi berjalan sesuai spesifikasi teknis sekaligus efisien dari sisi biaya.
Apa yang Dipelajari Selama Kuliah?
Perkuliahan diawali dengan penguatan ilmu dasar teknik, matematika, dan manajemen sebelum mahasiswa mempelajari kompetensi inti Quantity Surveying.
Baca Juga: Plt Jampidsus Rudi Margono Punya Harta Kekayaan Rp7,2 Miliar, Dulunya Cuma Rp 15 Juta
Beberapa mata kuliah yang dipelajari antara lain:
- Matematika Rekayasa
- Fisika Teknik
- Mekanika Teknik
- Ilmu Ukur Tanah
- Teknologi Konstruksi
- Material dan Spesifikasi Bangunan
- Gambar Teknik dan CAD
- Building Information Modeling (BIM)
- Pengukuran Kuantitas Konstruksi
- Pengukuran Kuantitas Mekanikal dan Elektrikal
- Estimasi Biaya Proyek
- Analisis Harga Satuan Pekerjaan
- Ekonomi Bangunan
- Manajemen Konstruksi
- Manajemen Biaya Proyek
- Perencanaan dan Pengendalian Proyek
- Pengadaan Barang dan Jasa
- Administrasi Kontrak Konstruksi
- Dokumen Tender
- Penilaian Investasi Proyek
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- Statistika Teknik
- Metodologi Penelitian
- Kerja Praktik
- Tugas Akhir
Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga mengikuti praktikum laboratorium, simulasi penyusunan dokumen tender, kunjungan proyek, hingga praktik menggunakan perangkat lunak industri seperti BIM dan aplikasi Quantity Surveying yang kini banyak digunakan perusahaan konstruksi.
Kurikulum terbaru juga memperkuat kompetensi digital agar lulusan siap menghadapi transformasi industri konstruksi.
Baca Juga: Dekopinda Karawang Optimistis KDKMP Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Kelurahan
Cocok untuk Siapa?
Jurusan ini sangat sesuai bagi calon mahasiswa yang:
- Menyukai matematika dan perhitungan.
- Tertarik pada dunia konstruksi.
- Teliti dan detail.
- Menyukai analisis biaya dan anggaran.
- Senang bekerja dengan data dan perangkat lunak teknik.
- Memiliki kemampuan komunikasi dan negosiasi yang baik.
Profesi Quantity Surveyor tidak hanya membutuhkan kemampuan menghitung, tetapi juga keterampilan dalam pengambilan keputusan, manajemen proyek, dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Prospek Kerja Lulusan
Kebutuhan tenaga Quantity Surveyor di Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya proyek infrastruktur, gedung bertingkat, kawasan industri, hingga pembangunan properti.
Lulusan dapat berkarier sebagai:
- Quantity Surveyor (QS)
- Cost Engineer
- Cost Estimator
- Project Cost Controller
- Contract Administrator
- Tender Engineer
- Construction Planner
- Building Information Modeling (BIM) Quantity Surveyor
- Konsultan Manajemen Konstruksi
- Project Management Consultant
- Estimator pada perusahaan kontraktor
- Estimator pada perusahaan pengembang (developer)
- Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor pekerjaan umum
- Wirausaha jasa konsultansi konstruksi
Baca Juga: KPK Meyakini Profesionalitas Penanganan Perkara di Polri dan Kejagung Terkait Febrie Adriansyah
Peluang kerja tersedia di perusahaan kontraktor nasional maupun multinasional, konsultan konstruksi, pengembang properti, perusahaan minyak dan gas, hingga instansi pemerintah.
Bahkan, mahasiswa juga memiliki kesempatan mengikuti program magang internasional sebagai bagian dari penguatan kompetensi global.
Keunikan Jurusan Ini
Teknik Ekonomi Konstruksi memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya berbeda dari jurusan teknik lainnya.
Pertama, fokus utamanya bukan merancang struktur bangunan, melainkan memastikan proyek berjalan sesuai anggaran tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Ekonomi Warga, UMKM Pra-Sejahtera Dibekali Strategi Bisnis Digital
Kedua, mahasiswa dibekali kemampuan menghitung volume pekerjaan secara rinci, membuat estimasi biaya, menyusun dokumen kontrak, hingga mengendalikan biaya proyek dari awal hingga selesai.
Ketiga, kurikulum telah mengintegrasikan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM), yang kini menjadi standar dalam industri konstruksi modern.
Keempat, hubungan program studi dengan dunia industri cukup kuat sehingga mahasiswa memperoleh banyak pengalaman melalui praktik lapangan, kerja sama industri, hingga peluang magang di dalam maupun luar negeri.
Informasi Penting untuk Calon Mahasiswa
Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi Universitas Bung Hatta saat ini telah meraih akreditasi Unggul, yang menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga: Karya Tim Ceko Pecahkan Rekor, Trofi Lego Piala Dunia Tampil Megah di New York
Program studi ini juga terus memperbarui kurikulum mengikuti perkembangan teknologi konstruksi dan kebutuhan industri.
Bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di dunia konstruksi tetapi lebih tertarik pada pengelolaan biaya, analisis proyek, dan manajemen dibandingkan desain struktur, Teknik Ekonomi Konstruksi dapat menjadi pilihan yang sangat menjanjikan.
Di balik setiap gedung, jembatan, atau kawasan industri yang berdiri, selalu ada peran seorang Quantity Surveyor yang memastikan pembangunan berlangsung efisien, terukur, dan bernilai ekonomis. ***




