POJOKSATU.id – Memilih jurusan kuliah tidak selalu harus mengikuti pilihan yang sudah umum.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada fenomena cuaca, perubahan iklim, antariksa, hingga eksplorasi planet, Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.
Program studi ini merupakan satu-satunya program sarjana Sains Atmosfer dan Keplanetan di Indonesia.
SAP menggabungkan dua bidang ilmu yang selama ini berkembang secara terpisah, yaitu sains atmosfer yang berkaitan dengan meteorologi dan klimatologi, serta sains keplanetan yang mempelajari benda-benda langit, tata surya, dan berbagai fenomena antariksa.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari apa yang terjadi di atmosfer Bumi, tetapi juga memahami hubungan Bumi dengan Matahari, planet lain, dan lingkungan antariksa.
Apa Itu Sains Atmosfer dan Keplanetan?
Secara umum, Sains Atmosfer dan Keplanetan merupakan cabang ilmu yang mempelajari proses fisika di atmosfer Bumi dan ruang angkasa.
Baca Juga: RUU Sisdiknas Diminta Prioritaskan Solusi Kekurangan Guru hingga Perlindungan Kepala Sekolah
Mahasiswa akan mempelajari bagaimana cuaca terbentuk, bagaimana perubahan iklim terjadi, bagaimana dinamika atmosfer memengaruhi kehidupan manusia, hingga bagaimana planet, bintang, dan benda langit lain berkembang.
Di bidang atmosfer, fokus pembelajaran meliputi meteorologi, klimatologi, hidrometeorologi, dinamika atmosfer, pemodelan cuaca, hingga analisis perubahan iklim.
Sementara pada bidang keplanetan, mahasiswa mempelajari astronomi modern, fisika tata surya, fisika bintang, exoplanet, astrofisika pengamatan, serta berbagai fenomena yang terjadi di luar atmosfer Bumi.
Baca Juga: Kasus Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jangan Dikaitkan dengan Peristiwa Politik
Program studi ini juga mengintegrasikan penguasaan teknologi seperti penginderaan jauh, pemanfaatan citra satelit, sistem observasi, pemrograman komputer, analisis data, hingga pemodelan numerik yang kini menjadi kebutuhan penting dalam riset atmosfer dan antariksa.
Apa yang Dipelajari Selama Kuliah?
Pada tahun pertama, mahasiswa akan memperkuat kemampuan dasar melalui berbagai mata kuliah sains, antara lain:
- Matematika Dasar
- Fisika Dasar
- Kimia Dasar
- Biologi Dasar
- Dasar Teknologi Digital
- Pengantar Keilmuan Sains Atmosfer dan Keplanetan
- Pengenalan Komputasi
- Termodinamika
- Mekanika Benda Langit
- Listrik Magnet
- Instrumentasi dan Observasi
Memasuki semester berikutnya, materi menjadi semakin spesifik sesuai bidang keilmuan. Beberapa mata kuliah inti yang dipelajari antara lain:
- Dinamika Atmosfer
- Fisika Atmosfer
- Fisika dan Kimia Atmosfer
- Meteorologi
- Klimatologi
- Statistika Sains Atmosfer dan Keplanetan
- Analisis Data Cuaca dan Iklim
- Pemodelan Cuaca dan Iklim
- Penginderaan Jauh Atmosfer
- Analisis Data Satelit
- Lingkungan Bumi dan Antariksa
- Sistem Observasi Atmosfer
- Fisika Tata Surya
- Benda Kecil Tata Surya
- Fisika Matahari
- Fisika Bintang
- Exoplanet
- Astrofisika Pengamatan
- Radar dan GPS Meteorologi
- Laboratorium Astronomi Lanjut
- Lintasan Satelit
Baca Juga: Dekopinda Karawang Optimistis KDKMP Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Kelurahan
Mahasiswa juga dapat mengambil berbagai mata kuliah pilihan sesuai minat, seperti:
- Perubahan Iklim
- Hidrometeorologi
- Agroklimatologi
- Energi Angin dan Matahari
- Astrobiologi
- Astrorobotika
- Elektronika Satelit
- Dinamika Satelit
- IoT dalam Sains Atmosfer dan Keplanetan
- Analisis Data Geospasial Atmosfer dan Keplanetan
Selain kuliah di kelas, mahasiswa juga mengikuti praktikum laboratorium, observasi lapangan, kerja praktik, penelitian, hingga penyusunan tugas akhir yang berkaitan dengan fenomena atmosfer maupun antariksa.
Harus Jago Apa Sebelum Masuk Jurusan Ini?
Karena berbasis sains dan teknologi, calon mahasiswa sebaiknya memiliki minat yang kuat pada:
- Matematika
- Fisika
- Kimia
- Analisis data
- Pemrograman komputer
- Pemecahan masalah ilmiah
Baca Juga: KPK Meyakini Profesionalitas Penanganan Perkara di Polri dan Kejagung Terkait Febrie Adriansyah
Kemampuan berpikir logis dan rasa ingin tahu terhadap fenomena alam menjadi modal penting selama menjalani perkuliahan.
Prospek Kerja Lulusan
Meski terdengar sangat spesifik, peluang karier lulusan Sains Atmosfer dan Keplanetan cukup beragam.
Lulusan dapat berkarier sebagai:
- Peneliti di bidang atmosfer dan antariksa.
- Analis cuaca dan iklim.
- Spesialis penginderaan jauh dan citra satelit.
- Ahli pemodelan cuaca dan perubahan iklim.
- Konsultan mitigasi bencana hidrometeorologi.
- Data scientist yang mengolah data atmosfer dan geospasial.
- Akademisi atau dosen.
- Pengembang sistem observasi dan instrumentasi.
- Analis lingkungan.
- Wirausaha berbasis teknologi atmosfer dan antariksa.
Lulusan juga memiliki peluang bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun lembaga penelitian yang bergerak pada bidang meteorologi, klimatologi, geospasial, lingkungan hidup, kebencanaan, penerbangan, kelautan, hingga riset antariksa.
Baca Juga: Karya Tim Ceko Pecahkan Rekor, Trofi Lego Piala Dunia Tampil Megah di New York
Bekal kemampuan komputasi, analisis data, dan pemodelan juga membuka peluang berkarier di industri teknologi dan konsultansi.
Keunikan yang Tidak Dimiliki Jurusan Lain
Ada beberapa alasan mengapa program studi ini tergolong sangat istimewa.
Pertama, hingga saat ini Sains Atmosfer dan Keplanetan di ITERA masih menjadi satu-satunya program sarjana dengan nama dan cakupan keilmuan tersebut di Indonesia.
Kedua, kurikulumnya menggabungkan meteorologi, klimatologi, astronomi, astrofisika, dan ilmu keplanetan dalam satu program studi sehingga mahasiswa memperoleh wawasan lintas disiplin.
Ketiga, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali keterampilan observasi, pengolahan data satelit, pemrograman, pemodelan numerik, hingga penggunaan berbagai instrumen ilmiah.
Keempat, kurikulum terbaru juga telah menyesuaikan perkembangan teknologi melalui penguatan komputasi, analisis data, Internet of Things (IoT), geospasial, serta implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Baca Juga: Thomas Tuchel Meradang, FIFA Perberat Hukuman Jarell Quansah
Cocok untuk Siapa?
Program studi ini cocok bagi calon mahasiswa yang:
- Menyukai astronomi dan antariksa.
- Penasaran dengan proses terbentuknya cuaca dan perubahan iklim.
- Senang melakukan penelitian ilmiah.
- Menyukai matematika dan fisika.
- Tertarik pada teknologi satelit dan pengolahan data.
- Ingin berkontribusi dalam riset perubahan iklim, mitigasi bencana, maupun eksplorasi antariksa.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perubahan iklim, teknologi satelit, hingga eksplorasi ruang angkasa, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang menguasai bidang atmosfer dan keplanetan diperkirakan akan terus berkembang.
Bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh jalur berbeda dari kebanyakan orang, Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan di ITERA menawarkan pengalaman belajar yang unik sekaligus membuka peluang untuk terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang masih sangat luas. ***




