POJOKSATU.ID - Saat ini, muncul fenomena yang mengkhawatirkan, yaitu grup WhatsApp (WA) palsu untuk mengelabui peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Di tengah keterbukaan informasi di dunia pendidikan, grup WA memberikan kemudahan kepada peserta PPG untuk mendapatkan informasi dan pengalaman berbagi.
Namun, peserta PPG harus berhati-hati karena muncul fenomena grup WA palsu yang mengaku dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan atau LPTK.
Hla tersebut berkaitan dengan sejumlah laporan terkait penyalahgunaan grup palsu untuk menyebarkan hoaks, meminta data pribadi, bahkan melakukan penipuan berkedok pengumpulan dana.
Ada oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan nama institusi resmi untuk membangun kepercayaan dan menjebak peserta.
Modus Penipuan di Grup WhatsApp Palsu PPG
Adapun beberapa modus yang ditemukan antara lain:
1. Permintaan data pribadi seperti NIK, nomor rekening, atau password.
2. Ajakan donasi atau pengumpulan dana dengan alasan tidak jelas.
3. Penyebaran informasi palsu yang mengganggu konsentrasi belajar peserta PPG.
4. Penyamarataan identitas sebagai admin resmi dari LPTK.
Cara Mengenali Grup WhatsApp Resmi PPG
Bagaimana peserta PPG dapat mengenali situs grup WA palsu?
Agar tidak menjadi korban, peserta PPG diimbau untuk tidak sembarangan bergabung ke grup WhatsApp yang mengatasnamakan LPTK.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengenali grup resmi:
- Tautan Grup Resmi Hanya Disediakan Melalui Dua Jalur:
- Melalui sistem PPG saat proses konfirmasi pendaftaran.
- Melalui laman resmi: https://ppg.dikdasmen.go.id
- Pastikan Grup Memiliki Narahubung yang Terverifikasi, seperti, Admin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
- Unit Layanan Terpadu di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi.
- Jangan Pernah Membagikan Informasi Sensitif kepada pihak tidak dikenal, meskipun mengaku sebagai "admin grup."
Sebagai pendidik profesional, guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital yang kuat.
Kritis terhadap informasi, selektif dalam berkomunikasi daring, dan waspada terhadap potensi penipuan merupakan bentuk keteladanan yang penting di era digital.
Baca Juga: Semua Pihak yang Fasilitasi Pernikahan Viral Siswa SMP dengan SMK di Lombok NTB Dilaporkan ke Polisi
"Menjadi guru di era digital berarti menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat," tegas salah satu perwakilan dari BGTK Provinsi.
Kolaborasi digital penting, tetapi keamanan dan keaslian sumber informasi jauh lebih penting.
Jangan biarkan semangat belajar peserta PPG terganggu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Jika Anda menemukan grup mencurigakan, segera laporkan ke pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti. ***




