POJOKSATU.ID — Reformasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru.

Untuk KPM yang beralih dari PT Pos ternyata membuahkan hasil nyata di rekening banyak penerima.

Laporan terbaru mengungkap bahwa sebagian KPM mendapatkan saldo besar karena akumulasi dana dari PKH, BPNT, bonus penebalan Rp 400 ribu.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengganti mekanisme penyaluran bansos dari sistem tunai (via Kantor Pos) ke rekening bank, terutama bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI. 

Baca Juga: Najib Hamas Tegaskan Proyek PSEL Serang Masih Jalan, Hanya Tertunda

Transisi ini dilakukan lewat proses buka rekening kolektif (burekol), di mana ribuan rekening dibuka sekaligus untuk KPM peralihan. 

Setelah rekening kolektif diverifikasi, KPM mendapat KKS merah putih baru plus buku tabungan. 

Menurut laporan, banyak KPM melaporkan pencairan berlalu-langsung untuk beberapa komponen bansos:

PKH tahap 2 dan 3

BPNT tahap 2 dan 3

Tambahan penebalan Rp 400 ribu khusus untuk peralihan. 

Baca Juga: Tak Ada Kepastian THR untuk Peserta Magang Nasional Kemnaker Tahun 2026? Intip Faktanya

Beberapa KPM menyebut saldo rekening mereka mencapai lebih dari Rp 1 juta, bahkan ada laporan hingga Rp 1,6 juta dari kombinasi bantuan. 

Saking tingginya pencairan, sebagian disebut sebagai rapelan susulan bantuan dari beberapa periode sebelumnya baru bisa dicairkan setelah KPM bermigrasi ke rekening bank. 

Salah satu insentif utama dalam peralihan ini adalah bonus khusus sebesar Rp 400 ribu.

Tambahan ini hanya berlaku bagi KPM yang migrasi dari Pos ke KKS bank. 

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB dan Pemkot Depok Lakukan Pemeriksaan Kualitas dan Takaran BBM di Dua SPBU

Pencairan bonus ini dilaporkan sudah mulai pada Oktober 2025. 

Menurut pihak Kemensos, tahap penyaluran bantuan mulai mengalir sejak 8 September 2025 untuk segmen peralihan. 

Laporan dari berbagai daerah menunjukkan pencairan signifikan terjadi pada akhir Oktober 2025. 

Di beberapa wilayah, saldo bahkan masuk lewat ATM malam hari, misalnya KPM di Bandar Lampung melaporkan dana BPNT mencapai Rp 1,2 juta sekitar pukul 20.00 malam.

Manfaat:

1. Kesejahteraan KPM meningkat, dengan saldo tambahan, KPM bisa lebih leluasa memenuhi kebutuhan pangan, pendidikan, dan kesehatan.

2. Digitalisasi bantuan lebih transparan, penyaluran via bank membuat aliran dana bisa lebih mudah dipantau dan dikontrol.

3. Efisiensi anggaran, sistem bank mengurangi biaya distribusi dibandingkan pos, karena tidak ada potongan distribusi per KPM besar. 

Tantangan:

Tidak semua KPM langsung bisa mencairkan: proses verifikasi rekening kolektif memerlukan waktu dan ada langkah Proses Burekol → Cek Rekening → Standing Instruction (SI) 

Baca Juga: 50 Contoh Latihan Soal UAS Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Kelas 4 SD Semester 1, Lengkap Jawaban dan Pembahasan, Bersiap dari Sekarang!

Beberapa KPM mungkin belum menerima kartu KKS baru atau buku tabungan, sehingga belum bisa menarik saldo. 

Ada potensi miskomunikasi di lapangan: KPM harus aktif mengecek status pencairan melalui pendamping sosial atau aplikasi Cek Bansos. 

Peralihan dari Pos ke KKS bank bukan sekadar kebijakan administratif.

Bagi banyak KPM, langkah ini menghadirkan perubahan riil saldo besar di rekening sebagai hasil akumulasi PKH, BPNT, dan bonus.

Baca Juga: Begini Mekanisme Seleksi CPNS Khusus AMOR, 80 Persen Kuota Disiapkan Khusus untuk Putra-Putri Mimika

Aliran dana yang lebih cepat dan transparan menjadi bukti bahwa transformasi digital penyaluran bansos bisa efektif dan membawa manfaat besar bagi masyarakat yang memang paling membutuhkan.

KPM yang belum mengecek rekeningnya sebaiknya segera mengecek status di aplikasi Cek Bansos atau via pendamping sosial.

Karena bagi sebagian, uang baru saja masuk dan untuk sebagian lagi, ini bisa jadi momentum penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.***