POJOKSATU.ID — Memasuki akhir tahun 2025, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengaku bingung saat mengecek saldo bansos di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Bukan tanpa alasan, munculnya kombinasi tiga bantuan sekaligus yakni PKH, BPNT, dan penebalan Rp 400 ribu.

Menambah kompleksitas perhitungan dan transparansi dana yang masuk.

Sebelumnya, sebagian KPM hanya mendapat satu jenis bantuan sosial, sehingga saldo KKS relatif mudah diprediksi.

Baca Juga: Bonus Penebalan dan Rapelan Bansos PKH BPNT BLT Kesra Membanjiri Rekening KPM di Penutupan Tahun

Namun tahun ini, aliran bantuan makin multi dimensi:

PKH (Program Keluarga Harapan) terus disalurkan, termasuk untuk tahap 4 di akhir 2025. 

BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) juga berjalan reguler, dan sebagian KPM mendapatkan lebih dari satu tahap. 

Penebalan tambahan sebesar Rp 400 ribu, khusus untuk KPM yang berasal dari peralihan Pos ke KKS, ikut menyumbang lonjakan saldo akhir tahun. 

Baca Juga: Gubernur Jabar: Kiprah Muhammadiyah 113 Tahun Jadi Penopang Pendidikan dan Kesehatan Bangsa

Karena semua komponen ini bisa masuk sekaligus ke rekening, KPM kadang menerima saldo ganda atau rapelan, membuat prediksi jumlah dana nyata jadi sulit.l

Beberapa laporan media menyebutkan bahwa sejumlah KPM mencatat saldo yang sangat bervariasi saat cek KKS:

Ada yang melaporkan saldo hingga Rp 1,6 juta, karena BPNT reguler + tahap sebelumnya + penebalan. 

Kata Radar Bogor, akhir tahun bisa jadi momen berkah besar untuk KPM peralihan Pos karena paket bansos ganda. 

Baca Juga: Sidang KIP Memanas, Arsip Ijazah Jokowi Hilang, Pengamat Kritik UGM dan KPU Surakarta

Pencairan penebalan tahap 3 sebesar Rp 400 ribu dikonfirmasi cair sejak Oktober 2025, tetapi hanya untuk segmen KPM tertentu.

Alasan Kebingungan di Kalangan KPM

1. Status Standing Instruction (SI)

Beberapa bantuan, khususnya penebalan Rp 400 ribu, diproses sebagai SI di sistem SIKS-NG.

Artinya, meskipun di sistem disetujui, pencairan bisa butuh waktu tambahan. 

2. Rapelan dari Periode Sebelumnya

Karena peralihan kartu KKS dan rekonsiliasi data, sebagian KPM menerima dana dari periode sebelumnya sekaligus (rapelan), sehingga saldo bisa lebih besar dari yang diperkirakan. 

3. Perbedaan Bank Penyalur

Pencairan melalui bank berbeda bisa menyebabkan waktu transfer tidak sinkron.

Ada KPM dari bank Mandiri yang melaporkan saldo masuk di tanggal berbeda dibanding bank lain. 

4. Komponen Bantuan Multifaset

Karena ada tiga jenis dana yang bisa masuk PKH, BPNT, dan penebalan maka KPM harus memahami masing-masing komponen dan periode bantuan untuk memverifikasi jumlah yang seharusnya diterima.

Baca Juga: Saldo KKS Baru Meledak, KPM Peralihan Pos Dapat PKH, BPNT, Bonus Rp 400 Ribu Sekaligus, Rezeki Akhir Tahun?

Dampak Sosial dan Praktis

Kecemasan Penerima: Karena tidak jelas berapa total yang akan diterima, beberapa KPM takut ada yang belum dicairkan atau justru ada potensi salah hitung.

Kesalahan Laporan: Data SIKS-NG yang belum segera diperbarui bisa menyebabkan status bantuan salah terbaca.

Kebutuhan Edukasi: KPM butuh panduan yang lebih mudah mengenai cara cek saldo bansos bukan hanya cek KKS, tapi juga cara membaca rincian setiap komponen bantuan.

Saran bagi KPM

Gunakan aplikasi CEK BANSOS / SIKS-NG untuk melihat detail status bansos (PKH, BPNT, penebalan).

Baca Juga: Najib Hamas Tegaskan Proyek PSEL Serang Masih Jalan, Hanya Tertunda

Cek saldo secara rutin melalui ATM, mobile banking, atau agen bank agar bisa melacak kapan dan dari mana dana masuk.

Bila jumlah yang muncul terasa janggal, segera lapor ke pendamping sosial lokal atau dinas sosial setempat agar data bisa diverifikasi.

Simpan bukti transfer atau struk saldo sebagai dokumentasi bila diperlukan klarifikasi.***