POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Rujukan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 untuk SMA dan SMK sebagai pedoman resmi pelaksanaan MPLS pada tahun ajaran 2026/2027.

Panduan ini dirancang agar murid baru memperoleh pengalaman pertama di sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. 

Selain membantu proses adaptasi, MPLS Ramah juga diarahkan untuk memperkuat karakter, mengenali potensi diri, membangun literasi digital, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi proses pembelajaran di jenjang pendidikan menengah.

Baca Juga: DOWNLOAD Rujukan Kegiatan MPLS Ramah 2026 SD, Panduan Lengkap yang Wajib Dipahami Sekolah dan Orang Tua

Apa Itu MPLS Ramah 2026?

MPLS Ramah merupakan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang menempatkan murid sebagai pusat pembelajaran. 

Seluruh kegiatan dirancang tanpa praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun aktivitas yang merendahkan martabat peserta didik.

Pelaksanaan MPLS juga bertujuan membantu murid mengenal potensi dirinya, warga sekolah, lingkungan sekolah, kurikulum, serta budaya belajar yang akan dijalani selama menempuh pendidikan di SMA maupun SMK.

Baca Juga: DOWNLOAD Rujukan Kegiatan MPLS Ramah 2026 SMP, Panduan Lengkap yang Wajib Dipahami Sekolah, Guru, dan Orang Tua

Materi Utama MPLS Ramah SMA dan SMK

Panduan resmi menetapkan sejumlah materi utama yang menjadi fokus selama pelaksanaan MPLS, yaitu:

  • Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).

  • Pagi Ceria.

  • Sopan dan Santun Bermedia Sosial.

  • Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S).

  • Gerakan Rukun Sama Teman (GRST).

  • Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Khusus untuk SMK, terdapat tambahan pengenalan Profil Lulusan SMK dengan konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha) sebagai gambaran jalur pengembangan setelah lulus.

Baca Juga: Usai Kena Vonis 10 Tahun, Nadiem Makarim Laporkan Empat Hakim ke Komisi Yudisial

Fokus Penguatan Karakter dan Kesiapan Belajar

Selain mengenalkan sekolah, MPLS Ramah 2026 menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kesiapan belajar melalui berbagai aktivitas, seperti:

  • Pengenalan Delapan Dimensi Profil Lulusan.

  • Literasi digital dan keamanan bermedia sosial.

  • Edukasi mengenai dampak negatif kecanduan gim daring.

  • Identifikasi kondisi sosial-emosional murid.

  • Asesmen literasi dan numerasi.

  • Identifikasi bakat dan minat.

  • Eksplorasi potensi diri.

  • Penguatan budaya hidup sehat dan karakter positif.

Baca Juga: Prediksi Skor Meksiko vs Inggris, 16 Besar Piala Dunia 2026, Tim Mana Diunggulkan Menang?

Jadwal Umum MPLS Ramah Selama Lima Hari

Selama lima hari pelaksanaan, murid baru akan mengikuti rangkaian kegiatan yang disusun secara bertahap.

Hari pertama berfokus pada pengenalan diri, lingkungan sekolah, wawasan Wiyata Mandala, karakter Anak Indonesia Hebat, serta keadaban dan keamanan digital.

Hari kedua diisi dengan Pagi Ceria, cek denyut jantung, tes fleksibilitas, eksplorasi potensi diri, Ruang Perjumpaan Murid Baru, serta kegiatan Sahabat Hebat untuk membangun kepedulian antarteman.

Hari ketiga difokuskan pada identifikasi sosial-emosional, asesmen literasi dan numerasi, identifikasi bakat dan minat, kesiapsiagaan bencana, literasi digital, edukasi dampak kecanduan gim daring, serta pengenalan ekstrakurikuler.

Baca Juga: Polres Karawang Raih Juara II Lomba Manajemen Media Ketahanan Pangan Polda Jabar

Hari keempat membahas Delapan Dimensi Profil Lulusan, pengenalan kurikulum, motivasi belajar, bahaya NAPZA, fenomena sosial remaja, serta Gerakan Indonesia ASRI.

Hari kelima ditutup dengan Pagi Ceria, pengenalan budaya sekolah atau budaya K3 (khusus SMK), unjuk karya peserta didik, refleksi, doa, dan penutupan MPLS Ramah.

Pengenalan Lingkungan Sekolah Lebih Interaktif

Dalam panduan terbaru, pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya dilakukan melalui penjelasan di kelas.

Murid juga diajak mengikuti tur sekolah secara interaktif untuk mengenal ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang guru, UKS, kantin, tempat ibadah, jalur evakuasi, titik kumpul aman, hingga fasilitas penting lainnya. 

Setelah itu, peserta diminta mengisi lembar observasi agar semakin memahami fungsi setiap fasilitas sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.

Baca Juga: Pengendara Kawasaki Hijau Diburu Polisi, Tampar Intimidasi Pemotor di Jalan Raya Jagakarsa Jaksel

Literasi Digital Menjadi Materi Penting

Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah literasi digital.

Murid dikenalkan pada prinsip 3S, yaitu Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break sebagai panduan menggunakan perangkat digital secara sehat. 

Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga jejak digital, tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi, tidak membagikan data pribadi, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Orang Tua Turut Dilibatkan

Panduan MPLS Ramah juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pengenalan sekolah.

Sekolah didorong melakukan pengumpulan informasi mengenai karakteristik, kondisi keluarga, kesehatan, minat, pengalaman belajar, hingga kebutuhan perkembangan murid melalui berbagai instrumen yang diisi bersama orang tua maupun peserta didik. 

Baca Juga: Kunang-Kunang Makin Langka, Peneliti IPB Ungkap Penyebanya, Jadi Tanda Kualitas Lingkungan Menurun

Informasi tersebut menjadi dasar penyusunan layanan pendidikan dan pendampingan yang lebih sesuai bagi setiap murid.

Bagi kepala sekolah, guru, orang tua, maupun peserta didik yang ingin mempelajari panduan resmi secara lebih lengkap, termasuk contoh aktivitas, instrumen, alur pelaksanaan lima hari, serta berbagai lampiran pendukung, dokumen dapat diunduh melalui tautan berikut:

DOWNLOAD Rujukan Kegiatan MPLS Ramah 2026 SMA/SMK

Melalui panduan ini, Kemendikdasmen mendorong seluruh satuan pendidikan agar MPLS Ramah 2026 benar-benar menjadi awal yang positif bagi murid baru.

MPLS Ramah ini diharapkan menjadi momen siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, mengembangkan karakter, membangun kebiasaan belajar yang baik, serta menyiapkan diri menghadapi perjalanan pendidikan di jenjang SMA maupun SMK. ***