POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyalurkan pendanaan riset dan pengabdian masyarakat senilai Rp47,1 miliar ke-38 provinsi di Indonesia.
Dana ini digelontorkan melalui penandatanganan kontrak tiga skema program unggulan pada Rabu, 30 Juli 2025, sebagai langkah memperkuat ekosistem riset dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya formalitas administratif, tetapi menjadi momen penting untuk memperkuat arah pembangunan nasional yang bertumpu pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
“Hari ini bukan hanya soal pencairan dana, tetapi penguatan ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Fauzan.
Acara penandatanganan kontrak dihadiri Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala LLDikti, pengelola Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perguruan Tinggi (PUI-PT), serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen kolektif dalam memperkuat riset dan pengabdian di tanah air.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film dan Kartun Bertema Pramuka untuk Anak, Seru dan Edukatif!
Tiga Skema Pendanaan Riset dan Pengabdian
Pendanaan batch II ini merupakan kelanjutan dari Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Batch I yang sebelumnya menembus Rp1,47 triliun. Tiga skema utama yang didanai pada batch II, yakni;
1. Rp25,7 miliar untuk Program Penelitian (375 proposal dari 110 perguruan tinggi)
2. Rp17,2 miliar untuk Program Pengabdian kepada Masyarakat (496 proposal dari 399 institusi)
3. Rp4,2 miliar untuk sembilan lembaga PUI-PT terpilih
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, menjelaskan seluruh proposal telah melalui seleksi administrasi dan substansi ketat, serta mendapat pendampingan melalui bimbingan teknis.
Baca Juga: 5 Siswa SMA di Morotai Diduga Dilecehkan Oknum Kepsek, 3 Korban Penuhi Unsur Pidana
Program penelitian batch II fokus pada penguatan kapasitas riset di politeknik dan akademi, sedangkan program pengabdian masyarakat menitikberatkan pada pemberdayaan berbasis riset yang aplikatif dan kontekstual di berbagai kabupaten dan kota.
“Ini bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga pembangunan kapasitas institusi dan penjaminan mutu sejak tahap awal,” kata Ketut.
PUI-PT Fokus pada Inovasi Strategis
Pendanaan PUI-PT Lanjutan Tahun 2025 diberikan kepada lembaga yang memiliki kinerja unggul dan kontribusi strategis, seperti Universitas Airlangga, Universitas Telkom, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Riau, dan Institut Teknologi Bandung.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Fokus riset mereka meliputi inovasi di bidang kesehatan, keantariksaan, disabilitas, teknologi digital, dan mitigasi kebencanaan.
Dirjen Fauzan menegaskan, seluruh penerima pendanaan diharapkan menjaga integritas dan akuntabilitas dalam melaksanakan program.
“Mari kita pastikan setiap rupiah yang dibelanjakan menjadi pijakan transformasi, dari pengetahuan menjadi keberdayaan, dari riset menjadi dampak,” tegasnya. ***



