POJOKSATU.ID - Sampai akhir Juni 2025, sebanyak 97,36% guru Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND) sudah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dengan total anggaran Rp16,7 triliun.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, mengatakan jika hal itu menunjukkan bahwa kebijakan penyaluran langsung ke rekening berhasil meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Hal tersebut berkaitan dengan skema baru yang ditetapkan pemerintah, dimana TPG 2025 langsung dicairkan ke rekening guru.
Baca Juga: Waspada! OJK Tegaskan Tak Pernah Hapus Utang Nasabah, Warga Diminta Jaga Data Pribadi
Nunuk mengatakan jika pihaknya kerap menemukan kendala di lapangan, salah satunya terkait validasi data.
Nunuk menekankan pentingnya validasi data sebagai syarat mutlak pencairan TPG.
Ditambahkan Nunuk, jika banyak guru yang sudah bersertifikat pendidik, tetapi belum menerima tunjangan karena rekening tidak valid, jam mengajar kurang dari 24 JP, dan lainnya.
"Ada juga data tidak sinkron di Dapodik, tidak terdaftar di sekolah induk, juga sertifikat pendidik belum diinput," imbuh Nunuk.
Baca Juga: Beredar Video Topan Ginting Marah-marah Saat Sidak Aset PUPR Sumut, Umar PKB: Gayamu Sok Bersih
Dirjen GTK mengingatkan bahwa sertifikat pendidik bukan jaminan, tetapi salah satu prasyarat saja. Seluruh data wajib valid dan diperbarui secara berkala.
Guru Non PPG Segera Daftar
Maka dari itu, Kemendikbudristek juga menargetkan menyelesaikan 800.000 guru belum bersertifikat pendidik melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang saat ini sedang dibuka.
Bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik, mengikuti PPG adalah syarat mutlak untuk bisa menerima TPG ke depannya.
Baca Juga: Usai OTT KPK di Madina Kamis Malam, Pemkab Mandailing Natal Pastikan Semua Pejabat PUPR Aman
“Semua guru yang memenuhi syarat pasti akan mendapatkan haknya. Tapi ingat, proses SKTP dilakukan per semester. Jika data baru valid di akhir semester, maka pembayaran tetap dihitung dari Januari, tapi pencairannya di semester berikutnya,” tegas Nunuk.
Sementara itu, Ega, seorang guru yang sudah menerima TPG langsung ke rekening, menyampaikan bahwa tunjangan ini sangat bermanfaat.
“Dulu nunggu sampai April, sekarang Maret sudah cair. TPG saya gunakan untuk beli laptop, printer, bahkan lanjut kuliah,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Bandung Genjot Trotoar Inklusif, Akui Kota Belum Ramah Anak dan Disabilitas
Ia juga berharap validasi data dapat dipercepat dan sistem lebih tanggap.
“Tolong jangan pernah hapus TPG. Ini sangat berarti bagi kami.” harap Ega. ***




